Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
47


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka semua pun pergi ke area tempat menyediakannya permainan.


Setelah puas bermain mereka pun pulang kecuali Michael yang harus ikut dengan kakek nya untuk menemani nenek nya.


"Bye, kak Loren" ucap Alin sambil tersenyum dan Michael pun ikut melambai kan tangan nya


Setelah beberapa lama kemudian mereka pun sampai di rumah dan saat mereka masuk rumah ada Azizah yang sedang meminum teh.


"Ray, Alin, Kemal, Rahsya duduk di sini" kata Azizah saat mereka berdua empat masuk dan mereka ber empat pun duduk di samping Azizah


"Habis dari mana?" tanya Azizah, lalu meminumnya teh nya


"Dari mall nek" jawab Ray sambil memberikan baju yang tadi dia beli untuk nenek Azizah


"Terima kasih Ray" ucap Azizah dan Ray pun mengangguk anggukan kepala nya


"Besok ulang tahun perusahaan Lorenzo, kalian ikut?" tanya nenek Azizah


"Ikut nek" jawab Kemal dan Ray pun mengangguk


Setelah waktu makan siang tiba mereka pun langsung pergi ke meja makan dan di sana sudah ada Aleeza juga ada Rizan.


"Kapan kalian pulang?" tanya Aleeza saat melihat kedatangan Alin, Ray, Kemal dan Rahsya


"Udah lama, tapi tadi ngobrol dulu sama nenek" jawab Ray dengan wajah datar nya karna sekarang mood nya sedang buruk


"Lin, kakak mu kenapa?" tanya Rizan


"Kak Ray mau aku suapi kalau makan tapi aku tidak mau" jawab Alin sambil tertawa kecil melihat kakak nya itu

__ADS_1


Kejadian sebelum nya


Alin, Ray, Kemal, Rahsya dan nenek Azizah berjalan menuju ruang makan di lantai dua.


"Lin, mau tidak suapi kakak?" tanya Ray sambil merangkul bahu Alin


"Tidak" jawab Alin dan Ray pun jadi cemberut, lalu berjalan meninggal kan Alin


Selesai


Setelah selesai makan siang Ray pun langsung pergi ke dalam kamar nya, Alin yang melihat itu tidak habis pikir dengan kakaknya.


"Aku susul kak Ray dulu" kata Alin, lalu dia menyusul Ray ke kamarnya


Setelah sampai di depan kamar Ray, Alin langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kak" panggil Alin ketika melihat Ray sedang duduk di sofa tapi Ray tidak mendengar panggilan Alin


"Iya kakak maafkan" kata Ray sambil membelai rambut adik nya


"Tapi jangan nangis ya" kata Ray kemudian mengecup kening Alin


"Kak Ray bikin puding yuk" kata Alin


"Yuk, kakak juga masih lapar" kata Ray sambil menggandeng tangan Alin


Setelah itu mereka berdua pun sampai di dapur, dan Alin mulai membuat puding instan tapi mereka menaruh kan buah pisang di dalam nya.


"Lin, udah jadi tidak?" tanya Ray sambil menaruh kepalanya di atas meja

__ADS_1


"Sebentar lagi tapi di taruh di kulkas dulu" jawab Alin dan Ray pun menghela nafas


"Kalau begitu kakak ambil biskuit coklat buat ngemil" kata Ray lalu pergi ke ruangan yang di penuhi biskuit dan jajan lainnya


Setelah selesai mengambil biskuit dia tak lupa mengambil susu coklat, lalu dia pun kembali ke dapur.


"Udah jadi?" tanya Ray saat melihat Alin duduk di kursi


"Lagi di kulkas" jawab Alin dan Ray pun menyodorkan satu susu kotak dan sekotak biskuit coklat yang baru diambil nya tadi


Mereka pun menikmati biskuit dan susu nya masing masing tapi tak lama kemudian Aleeza pun datang.


"Pantas saja di cari di kamar tidak ada ternyata ada di sini" gumam Aleeza dan mereka yang masih bisa mendengar nya pun langsung menoleh


"Ada apa ma?" tanya Ray dan Alin secara bersamaan


"Kalian kenapa di dapur?" tanya Aleeza


"Bikin puding" jawab Alin sambil memakai biskuit nya


"Oh, kalau begitu mama sama papa mau keluar dulu" kata Aleeza lalu pergi


Malam pun tiba karna ketiduran Alin dan Ray pun menjadi kan puding tadi sebagaimana makanan penutup.


"Ray, mama sama papa di mana?" tanya Kemal, Kemal memang di perintah untuk memanggil dengan sebutan 'mama' dan 'papa' begitu pula dengan Michael dan Rahsya


"Lagi jalan jalan" jawab Ray


"Jalan jalan?" tanya Rahsya

__ADS_1


"Biasa tidak ingat usia, kelakuannya seperti anak muda" jawab Ray


Bersambung


__ADS_2