Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
55


__ADS_3

Setelah semua siap, mereka pun berangkat menuju two of brother company saat sampai di sana Aleeza mengira Alin dan Ray membawanya untuk bertemu dengan bosnya.


"Ayo ma, nek" kata Alin sambil menggandeng tangan Aleeza dan nenek Azizah sedang laki laki yang terdiri atas Ray, Rizan, Rahsya, Kemal dan Michael di tinggal di belakang


"Main tinggal saja" kata Rizan


"Biar kan saja" kata Ray


Mereka pun masuk ke dalam two of brother company dan saat masuk mereka langsung di sambut oleh para karyawan/ti yang bekerja di sana.


"Selamat datang di two of brother company" kata semua karyawan/ti yang ada di sana sambil membungkuk


"Terima kasih" kata Alin


Mereka pun berjalan menuju lif khusus, dan mereka pun berjalan menuju ruangan Alin dan Ray.


"Ray, apa maksud dari semua ini?" tanya Aleeza


"Perusahaan ini milik mereka" jawab Aleeza


"Apa?" kata Aleeza dengan kaget


"Ya, kami telah mendirikan nya cukup lama" jelas Ray


"Sudah berapa tahun perusahaan ini di bangun?" tanya Aleeza


"Saat masih ada kakek" jawab Alin


"Kenapa kalian tidak memberi tahu mama sama papa?" tanya Rizan


"Karna Alin mau mengurus perusahaan tanpa bantuan dari mama dan papa" jawab Ray menjelaskan keinginan adik nya


"Tapi kenapa?" tanya Aleeza


"Aku ingin mandiri dan ingin menjadi hebat seperti kakek" jawab Alin sambil menunduk, melihat Alin menundukkan kepala nya Aleeza pun langsung memeluk Alin

__ADS_1


"Tidak apa apa sayang, kalian anak yang hebat" ucap Aleeza sambil mengecup kepala Alin sedang kan Ray hanya bisa tersenyum tapi kali ini senyum nya berbeda dia sedang tersenyum manis sekarang


Melihat moment langka ini Michael langsung mengambil handphone nya tapi sial, baterai handphone nya habis.


"Mal pinjam handphone mu" kata Michael


"Buat apa?" tanya Kemal


"Ih kamu tidak lihat ada moment langka di depan kita" jawab Michael dan Kemal, Rahsya pun melihat ke arah Ray yang sedang tersenyum manis


"Oh ya bentar bentar" kata Kemal yang langsung memberikan handphone nya kepada Michael


"Thanks" ucap Michael


Menyadari tingkah laku Kemal, Michael dan Rahsya, Ray pun mengerutkan dahi nya.


"Kalian sedang apa?" tanya Ray


"Hehehe.. lagi memfoto moment langka" jawab Michael, mendengar jawaban Michael Ray pun menatap penasaran


Melihat foto diri nya Ray langsung mengirim foto tersebut ke handphone nya dan Alin lalu menghapus foto tersebut dari handphone Kemal.


"Eh, kok di hapus" kata Michael


"Kurang kerjaan" kata Ray dan mereka berdua pun menyengir


"Oh ya ini sudah jam sembilan lima puluh tujuh, meeting nya sebentar lagi akan di mulai" kata Kemal dan Ray pun mengangguk anggukan kepala


"Ayo kita siap siap" kata Michael


"Siap siap untuk apa?" tanya Aleeza


"Untuk membuat Thomas menyesal" jawab Ray, dia menyebutkan nama Thomas tanpa embel embel Paman


"Baik lah kami akan mengikat permainan kalian" kata nenek Azizah setuju

__ADS_1


"Kami juga ikut permainan kalian" kata Rizan


Beberapa menit kemudian meeting pun di mulai, Thomas sudah duduk di kursi nya begitu pula dengan yang lainnya.


"Di mana ceo two of brother company?" tanya Thomas


"Dia akan datang sebentar lagi" jawab Kemal


Beberapa saat kemudian Alin pun masuk ke dalam ruangan meeting Thomas yang melihat itu langsung mengerutkan kening nya.


"Hey! Di sini sedang ada meeting mengapa kamu seenak nya masuk ke ruangan ini" hardik Thomas tapi Alin tetap santai dan duduk di kursi nya


"Apa urusan nya dengan mu" kata Alin dengan nada dingin Kemal, Michael, Rahsya dan Ray merasa ada yang berubah


"Jangan sombong, atau aku akan memanggil satpam untuk mengusir mu" ancam Thomas


"Apa hak mu untuk mengusir nya?" tanya Ray


"Dia telah lancang duduk di kursi ceo two of brother company aku tidak bisa membiarkan nya begitu saja" jawab Thomas dengan sok berkuasa


"Tapi kamu tidak ada hak untuk mengusir adik ku dari sini" balas Ray, mendengar kata kata itu Thomas langka membeku di tempat nya


"Apa barusan, dia adalah adik dari Ray" kata Thomas dalam hati


"Yang berarti dia adalah ceo two of brother company" lanjut Thomas


"Hehehe.. maaf kan aku, aku tidak tau bahwa dia adalah adik tuan" ucap Thomas dengan sopan


"Tidak ada gunanya" kata Michael


"Maksudnya seperti apa?" tanya Thomas


"Kami di sini untuk mengumumkan bahwa kami tidak akan bene sama lagi dengan Luis company" kata Kemal dengan tegas, mendengar itu Thomas langsung lemas dan tidak berdaya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2