Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
39


__ADS_3

Rahsya adalah teman kecil dari Alin, dia menggunakan kursi roda karna pernah kecelakaan mobil saat sedang jalan jalan dengan sopir nya.


Saat Alin kecil


Rahsya sedang duduk di taman yang ada di kompleks perumahan mereka dan Alin pun sedang jalan menuju ke taman.


"Kak Ray aku boleh main sama dia kan?" tanya Alin kepada kakak nya


"Boleh" jawab Ray sambil membelai rambut adik, mendengar jawaban dari kakak nya pun ia menjadi senang


Alin pun jalan mendekati Rahsya yang sedang melamun di taman sendirian.


"Hai boleh kenalan atau tidak?" tanya Alin dengan menggunakan bahasa jerman yang lancar, mendengar ada orang yang ingin berkenalan dengan nya dia langsung menoleh ke arah Alin


"Boleh" jawab nya dengan suara yang sedikit kecil


"Nama aku Alin, kalau kamu?" tanya Alin


"Rahsya" jawab nya sambil menundukkan kepala nya


Karena selama ini tidak ada orang yang ingin berteman dengan nya karna dia tidak bisa jalan.


"Kita main bareng yuk" kata Alin dan Rahsya pun hanya mengangguk anggukan kepala nya saja, lalu Alin pun mendorong kursi roda nya


"Kak Ray aku punya teman" ucap Alin sambil melambai kan tangan nya kepada Ray dan Ray hanya tersenyum

__ADS_1


"Rahsya besok acara ulang tahunku dan kakak ku kamu datang ya" kata Alin sambil menyodorkan undangan ulang tahun


"Terima kasih" ucap Rahsya dan Alin pun mengangguk


Setelah beberapa tahun kemudian Alin pindah ke indonesia jadi dia harus berpisah dengan Rahsya.


Selesai


"Kak" kata Alin sambil menempel pada lengan kakak nya


"Iya, ada apa?" tanya Ray sambil tersenyum melihat adiknya yang manja


"Besok aku ikut jalan jalan ya" jawab Alin dan Ray pun langsung tersenyum lalu mengangguk


"Kem besok Alin ikut jalan jalan" kata Ray


Keesokan hari, di pagi hari mereka bertiga sudah bersiap siap untuk jalan jalan pagi ke taman.


"Kak itu mama" kata Alin sambil melihat Aleeza sedang membeli nasi kuning di dekat taman dan Ray pun langsung menarik tangan Kemal beserta Alin ke belakang tembok gapura


"Kenapa kak?" tanya Alin melihat tangan nya di pegang Ray dengan erat


"Ya sembunyi lah" jawab Ray sambil mengintip sedikit dikit begitu pula dengan Kemal


"Oh" kata Alin

__ADS_1


Setelah membeli nasi kuning Aleeza pun langsung pulang ke rumah karena tidak melihat mereka bertiga sama sekali.


"Kita balik aja, biar lebih aman" kata Ray, Alin dan Kemal pun setuju


Mereka bertiga pun tidak jadi jalan jalan ke taman karna melihat Aleeza.


Setelah sampai di rumah sakit mereka langsung pergi ke dalam kamar VIV mereka tapi tak lama setelah mereka masuk Aleeza pun menelfon mereka.


"Halo mah apa kabar" sapa Ray


"Kalian bertiga sudah sarapan?" tanya Aleeza


"Udah ma, dari tadi" jawab Ray bohong


"Oh, kalau begitu jaga kesehatan kalian ya" kata Aleeza


"Iya" kata mereka bertiga dan telfon pun di matikan oleh Aleeza


Setelah selesai menelfon mereka bertiga pun langsung lega, tidak tau kenapa kalau di telfon oleh Aleeza mereka menjadi panik.


"Lin, besok udah boleh pulang kan?" tanya Ray sambil tidur di pangkuan Alin


"Iya kak" jawab Alin sambil terus membelai rambut kakak nya yang sedang tidur di pangkuan nya


"Kalian berdua udah seperti pasutri" kata Kemal sambil duduk di sofa seberang

__ADS_1


"Yang penting aku tidak dosa" ucap Ray dan Alin pun hanya bisa tertawa kecil mendengar pembicaraan mereka berdua


Bersambung


__ADS_2