Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
58


__ADS_3

Keesokan paginya Alin dan Aleeza sudah jalan jalan pagi pagi sekali, bahkan tidak ada yang tau jika mereka keluar kecuali para penjaga.


Tapi bukan nya olahraga pagi mereka berdua malah pergi makan bubur ayam, bubur kacang ijo, dan masih kuning.


"Lin, mama papa mau balik ke jerman bersama nenek" kata Aleeza


"Berapa lama?" tanya Alin sambil menyantap bubur ayam


"Mungkin sebulan" jawab Aleeza


"Ma, aku mau nikah" kata Alin


"Boleh tidak?" tanya Alin


"Boleh, tapi calonnya suruh kakak mu aja yang introgasi" jawab Aleeza


"Sudah seperti maling saja" kata Alin.


"Kamu seperti tidak tau kakak mu saja" kata Aleeza dan Alin pun tertawa kecil


"Ma, kak Ray gimana?" tanya Alin


"Maksudnya?" tanya Aleeza


"Kalau aku menikah yang menemani kakak siapa?" tanya Alin dengan wajah sedih karna dia juga kepikiran dengan kakak nya


"Nanti dia juga nikah" jawab Aleeza dan Alin pun memasang wajah cemberut


"Kamu kenapa?" tanya Aleeza


"Kak Ray harus aku yang pilihin" jawab Alin


"Kenapa?" tanya Aleeza


"Aku tidak mau ma kalau perempuan yang menikah dengan kak Ray itu perempuan tidak baik" jawab Alin


"Oke, kita lihat kondisi nanti" kata Aleeza


"Ma kita pulang yuk, perasaan ku tidak enak" kata Alin


"Sama mama juga" kata Aleeza lalu mereka berdua pun pulang ke rumah dan di sana Ray, Rizan, Rahsya, Michael, dan Kemal mencari mereka

__ADS_1


"Ya ampun mudahan mereka baik baik saja" kata Rizan


"Ada apa ini?" tanya Aleeza dan di sebelah nya ada Alin


"Kalian kenapa saja?" tanya Rizan


"Jalan jalan" jawab Aleeza


"Astaga, kenapa tidak bilang? kami semua mengira kalian berdua hilang" kata Rizan


"Terus nenek kemana?" tanya Alin


"Nenek mu pergi jalan jalan sama nenek Dira" jawab Rizan


Setelah itu mereka semua pun bersiap siap untuk pergi ke pantai namun mereka sudah memberi tahu nenek Azizah.


"Aku mau bawa pistol, entah mengapa perasaan ku tidak enak" batin Alin lalu memasukkan pistol kesayangan nya ke dalam kantung nya


Setelah semua selesai bersiap siap untuk pergi ke Panta mereka pun naik mobil mereka berada di dalam mobil yang sama.


"Kak Ray" panggil Alin


"Kenapa aku merasa akan jauh dengan kakak" jawab Alin


"Tidak, kakak akan selalu bersama mu sampai kapan pun" kata Ray sambil menciumi rambut Alin


"Ray, aku juga merasa begitu" kata Michael dan di balas anggukan dari Kemal dan Rahsya


"Tidak aku pasti akan selalu bersama kalian" kata Ray tapi kini perasaan nya juga merasa tidak enak


"Aku harus waspada, takut ada musuh yang mau menyakiti kak Ray" kata Alin yang tangannya tetap berada di dalam kantung celana yang berisi pistol


Sesampainya di pantai mereka semua pun langsung duduk di pohon kelapa yang di sana sudah ada tikar.


Saat mereka semua menikmati pemandangan tiba tiba.


Dor Dor Dor


Tiga tembakan mengenai Ray karna melindungi Alin melihat itu Alin pun teriak histeris.


"Kak Ray" teriak Alin dan Ray pun langsung pingsan karna peluru nya tepat mengenai jantung

__ADS_1


Tiba tiba ada 10 orang bersenjata mendekat dan Alin yang sudah marah melihat kakak kesayangan nya itu di sakiti langsung menembak mereka satu persatu.


"Alin" teriak Michael


"Jangan Lin ini bahaya, kamu berlindung sama yang lain" teriak Michael


"Tidak mereka sudah menyakiti kak Ray, aku harus membunuh dia" kata Alin dengan dingin dan itu sontak membuat Kemal, Rahsya dan Michael kaget karna ini tidak seperti Alin


Tapi mereka tidak tau, Alin paling tidak suka jika ada orang yang berani menyakiti kesayangan nya jika itu terjadi dia tidak segan segan untuk menyiksa dan membunuh orang tersebut namun sifat ini tidak pernah di ketahui oleh siapa pun bahkan Ray.


Michael tau apa yang sedang terjadi langsung mengambil posisi untuk menjaga Alin bila ada serangan yang akan mengenai nya begitu pula dengan Kemal dan Rahsya.


Dengan berutal Alin menembak mereka satu persatu dan satu persatu mereka semua pun langsung mati tapi itu tak cukup untuk Alin setelah itu dia langsung memotong motong tubuh orang orang itu tanpa merasa kasihan.


Ketiga orang menyaksikan itu pun tidak percaya apa yang baru saja yang di lihat nya, karna ini pertama kali nya Alin seperti ini.


"Sudah Lin, ayo kita susul mama sama papa ke rumah sakit" kata Rahsya sambil memegang bahu Alin dan Alin pun menurut


Setelah sampai di rumah sakit mereka langsung pergi ke depan suatu ruang dan di sana sudah ada Rizan dan Aleeza.


"Kak Ray dimana?" tanya Alin dengan wajah dingin, Rizan dan Aleeza yang melihat itu menjadi bingung sekaligus takut karna baju Alin di penuhi darah


"Masih di operasi untuk mengangkat peluru dari jantung nya" jawab Rizan


Setelah mendengar jawaban dari papa nya Alin langsung duduk di kursi sebelah mama nya


"Alin kenapa?" tanya Rizan kepada Michael, Kemal dan Rahsya


"Dia habis membunuh semua orang yang tadi membawa senjata lalu memutilasi nya" jawab Michael dan jawaban itu membuat Rizan kaget pasal nya Alin takut darah kecuali darah nya sendiri dan dia orang nya tidak tegaan


"Kamu tidak bercanda kan Mic?" tanya Rizan dengan wajah tidak percaya


"Kalau papa tidak percaya bisa tanya dengan mereka berdua" jawab Michael dan di balas anggukan dari mereka berdua


Tak lama kemudian dokter pun keluar dari kamar operasi dengan wajah serius dan Alin pun langsung bertanya.


"Dokter, bagaimana keadaan kakak saya?" tanya Alin dengan wajah sedikit khawatir namun sebenarnya sangat khawatir


**Bersambung...


Maaf jarang up 🙏🙏🙏 karna aku lagi sibuk**...

__ADS_1


__ADS_2