
Setelah selesai sarapan Kemal, Ray pun langsung pergi ke ruang depan dan menemui Alin ,setelah itu baru mereka bertiga pergi ke perusahaan.
Di mobil
"Kak Ray" panggil Alin
"Ya kamu kenapa kok lemes lemes begitu?" tanya Ray yang memakai Alin dengan wajah yang lemas seperti sedang memiliki sesuatu yang berat
"Aku kan punya teman, nah terus mereka bilang kalau nikah mau nya sama orang luar negeri dan mau tinggal di sana" jawab Alin
"Terus masalah nya apa?" tanya Ray yang masih tidak mengerti
"Jadi aku nanti tidak ada teman lagi" jawab Alin yang lemas sampai jatuh dari kursi dan langkah membuat Ray dan Kemal heran
"Kan ada kakak sama Kemal yang jadi teman kamu" kata Ray
"Tapi kak Ray sama kak Kemal kan cowok aku kan mau nya sama yang cewek" jawab Alin sambil kembali duduk dengan tegak
"Jodoh udah ada yang atur jadi belum tentu teman mu menikah dengan orang luar negeri" ucap Kemal dan Ray secara bersamaan dan membuat Alin memanyunkan bibir nya
"Kok bisa kompak gitu sih" kata Alin
"Ya, bisa lah kita kan satu sekolah, satu tempat kerja dan sahabat selamanya" ucap Ray sambil fokus menyetir
"Kak Kemal" panggil Alin
"Iya ada apa nona" jawab Kemal yang langsung membuat Alin sedikit kesal
"Jangan panggil nona atau tidak akan aku bikin ketawa sampai pingsan" ancam Alin dengan tangan yang di silang di dada nya
"Iya non.. eh Alin" kata Kemal
__ADS_1
"Begitu donk" ucap Alin dan Ray pun hanya bisa geleng geleng kepala melihat adik nya itu
"Kamu mau tidak pergi ke jalan jalan ke taman bersama dengan kak Ray?" tanya Alin dan Ray yang mendengar pun menjadi senang
"Mau" jawab Kemal dan Ray pun menjadi sangat sangat senang
Setelah sampai di perusahaan mereka bertiga pun turun dari mobil dan masuk ke dalam, saat mereka bertiga masuk ke dalam perusahaan semua karyawan dan karyawati di sana langsung memberi hormat.
Setelah itu mereka bertiga langsung mau kedalam ruangan mereka.
Di ruangan Alin dan Ray
"Kak Ray nanti pergi ke taman nya jam berapa?" tanya Alin pada Ray yang sedang sibuk dengan urusan nya sendiri
"Sore" jawab Ray
"Lin" panggil Ray dia ingin sekali bertanya kepada Alin
"Kamu mau tidak sama Kemal?" tanya Ray dan Alin tidak memahami apa yang di tanyakan oleh kakak nya
"Maksudnya kayak gimana?" tanya Alin yang belum paham
"Maksudnya, kamu mau tidak menikah dengan Kemal?" tanya Ray biar Alin mengerti dengan apa yang di maksud
"Emang nya kenapa?" Alin bertanya balik kepada Ray
"Kamu suka sama Kemal atau tidak?" tanya Ray
"Tidak, aku hanya menganggap nya sebagai kakak ke dua" jawab Alin dengan jujur agar tidak terjadi masalah yang lebih besar
"Oooh kakak kira kamu suka sama dia" ucap Ray sambil menggaruk kepala nya sambil tertawa kecil
__ADS_1
"Kamu masih suka mantan mu ya?" tanya Ray sambil tersenyum tipis ke arah Alin yang sedang fokus dengan laptop nya
"Iiih apaan sih aku sudah tidak ada rasa sama dia" jawab Alin berbohong yang sebenarnya dia masih mencintai Haritsah
"Kamu bohong ya" kata Ray yang langsung membuat Alin kaget, Alin tidak pandai dalam berbohong jadi jika dia berbohong Ray pasti akan langsung tau jika dia sedang berbohong
Alin pun menundukkan kepala nya karna takut kakak nya akan marah "Kakak tidak marah Lin jangan menundukkan begitu, Haritsah itu hanya di suruh oleh kakek tirinya kita dia mau karena dia di ancam oleh kakek" ucap Ray dan Alin pun langsung bertanya
"Dia di ancam dengan apa?" tanya Alin
"Keluarga nya akan di bunuh jadi dia tidak ada pilihan lain dia juga sebenarnya tidak ingin melukai mu" jawab Ray langsung berdiri dan membelai rambut Alin
"Kak, apa kakak bisa mengeluarkan Haritsah?" tanya Alin
"Kakak tidak pernah memenjarakan dia" jawab Ray yang langsung membuat Alin bingung
"Terus...?" tanya Alin
"Dia hanya kakak suruh berpura pura saja" jawab Ray sambil tertawa melihat ekspresi wajah adik nya yang hidung nya kembang kempis
"Kenapa dia harus pura pura?" tanya Alin
"Kakak cuma mau liat apa yang kamu lakukan saat melihat dia di penjara tapi ternyata kamu cuma memasang muka sok tegar" jawab Ray dengan muka mengejek
"Iiih apaan sih kak ,kalau aku minta kakak bebasin Haritsah nanti takutnya kakak marah" kata Alin dengan pipi yang di kembung kan
"Tidak mungkin lah kakak marah sama kamu" gumam Ray sambil memasang wajah malas
Setelah selesai mengerjakan semua nya mereka berdua pun pergi ke luar ruangan karena merasa bosan di dalam ruangan setiap saat.
Bersambung
__ADS_1