Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
61


__ADS_3

1 bulan kemudian


Kini Alin sedang menjelaskan strategi yang akan di gunakan saat penyerangan markas kakak Lily yang bernama Thoni Luis dan Thoni Luis juga seorang mafia tapi mafia yang tidak terkenal.


"Kelompok Michael bersembunyi terlebih dahulu jika kelompok Rahsya kesulitan langsung di bantu, kelompok Rahsya di pecah menjadi beberapa orang dan menyerang mengelilingi markas, kelompok Kemal separuh menyusup di kediaman Luis untuk menangkap Thoni dan separuh nya lagi berjaga separuh nya lagi, kelompok ku akan meneror Santono dan Santini yang sedang berlibur di Belanda" jelas Alin kepada seluruh pasukan


"Tapi kita serang di hari nya sama, dan aku akan pergi ke belanda nanti malam" kata Alin


"Berarti seperti rencana kemarin, kita pura pura menyerah dan tidak menyerang balik mereka yang menyerang markas kita?" kata Kemal yang memang tidak biasa


"Iya" jawab Alin


"Lin, Ray siapa yang jaga?" tanya Michael karna Ray masih dalam keadaan koma jadi tidak mungkin bisa membela diri saat terjadi sesuatu


"Kak Ray di jaga oleh anggota mafia ku" jawab Alin dan membuat mereka menaikkan satu alis nya


"Kamu mafia? Sejak kapan?" tanya Kemal dan di angguki oleh Rahsya dan Michael


"Sejak membangun Two of brother company atau T.O.F company" jawab Alin dan itu membuat mereka semakin bingung

__ADS_1


"Huft... kalian lupa siapa kakek ku?" tanya Alin dengan wajah datar nya


"Hahaha aku lupa jika kakek nya punya organisasi mafia" kata Kemal sambil tertawa kecil


"Oh ya, tapi bagaimana kakek mu bisa meninggal?" tanya Michael


"Kakek ku sedang sakit keras hanya saja di tetap bermain dengan ku dan kak Ray sampai kejadian itu" jawab Alin yang nada sedih


"Maaf" kata Michael


"Tidak apa apa" jawab Alin


Pagi pun tiba Alin pun bersiap siap untuk pergi ke belanda dan sebelum itu Alin seperti biasa pamit kepada Ray.


Setelah itu Alin dan kelompok nya pun langsung pergi berangkat ke belanda memakai beberapa jet pribadi milik Alin dan Ray.


Setelah sampai di Belanda Alin dan kelompok nya pun langsung pergi ke hotel milik Alin dan Ray yang ada di Belanda agar hemat.


Malam pun tiba Alin pun menelpon Michael, Rahsya dan Kemal untuk melakukan aksi nya begitu pula dengan Alin dan kelompok nya yang mulai meneror Santono dan Santini.

__ADS_1


Di sisi lain, kelompok Kemal sudah menyusup ke dalam kediaman Luis dan tidak ada yang menyadari nya lalu mereka memberikan Thoni obat bius karna kala itu di sedang tidur dan terbangun saat di bius.


Setelah itu mereka langsung membawa ke markas Farenka, Farenka adalah mafia yang di dirikan oleh Kemal dan Rahsya, dan Farenka sendiri singkatan dari: Rahsya Kashafa, Michael Lorenzo, dan Kemal Khalid.


Di sisi lain nya lagi, Rahsya dan Kelompok nya sedang menghancurkan markas mafia Thoni karna anggota nya semuanya pergi berpesta karna mengira Farenka sudah menyerah dan markas memang benar benar sepi kala ini tapi Michael dan Kelompok nya tetap bersembunyi jika kelompok Rahsya ketahuan.


"Tetap bersembunyi jangan keluar" bisik Michael pada kelompok nya


"Menyingkir aku ingin menghancurkan markas mereka" kata Rahsya memerintah kelompok nya dan Rahsya langsung membawa bulldozer nya masuk ke pagar markas lalu mulai merobohkan bangunan markas tersebut


Setelah selesai menghancurkan markas tersebut kelompok Rahsya dan Michael langsung pergi dari lokasi tersebut tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.


Tapi mereka meninggal kan batu raksasa di atas reruntuhan karna memang di atas markas tersebut ada tebing dengan batu raksasa.


Setelah sampai di markas Farenka Michael langsung menelfon Alin dan menjelaskan apa yang baru saja di lakukan oleh Rahsya dan Kemal.


"Apa markas nya benar kau hancurkan" kata Alin dengan nada bicara yang sangat senang


"Jika tidak percaya kau bisa melihat nya saat pulang" kata Michael

__ADS_1


Bersambung


Maaf sedikit 🙏🙏🙏


__ADS_2