Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
45


__ADS_3

"Kasian kak Loren" kata Alin dan Ray pun membelai rambut adik kesayangan nya itu, lalu Alin pun bersandar di bahu kakak nya


"Kenapa kamu manggil Michael dengan sebuah Loren?" tanya Ray karna dia tidak pernah mendengar Alin memanggil Michael dengan sebuah Loren


"Aku males panggil dia kak Michael, karna aku lebih suka manggil kak Loren" jawab Alin sambil memeluk tangan kakak nya


"Tapi panggil Loren kedengaran seperti nama perempuan" kata Rahsya yang sedari tadi hanya menyimak saja


"Tapi kak Loren tidak keberatan kok" kata Alin dan Michael pun hanya mengangguk anggukan kepala nya


"Michael, besok olahraga bareng Kemal sama Rahsya kamu ikut tidak?" tanya Ray sambil membelai rambut adik nya


"Ikut" jawab Michael


"Kak, sembunyi ini pakai" kata Alin sambil memakai kan kakak nya kaca mata dan itu membuat Ray terlihat berbeda lalu dia juga memakai kan kakak nya masker dan mengubah suara


"Ada apa?" tanya Ray yang sedikit bingung


"Ada Rani kakak mau seperti tahun lalu" jawab Alin lalu Ray pun mengerti, tahun lalu Rani memakai riasan wajah yang tebal saat melihatnya ada Ray dan saat dia menghampirinya Ray dia mencoba mengajak Ray untuk berkencan dengan nya


Karna Michael tau Rani seperti apa jadi dia bisa berakting sedikit.


"Rahsya jangan panggil aku Ray panggil aku Roy" kata Ray dan Rahsya pun mengangguk mengerti


"Alin" panggil Rani dan Alin pun menoleh setelah itu Rani pun mendekat


"Mana kak Ray?" tanya Rani sambil melihat sekeliling dan Ray pun hanya menunjukkan wajah datar nya saja


"Tidak ikut, kata nya banyak dokumen yang harus dia cari" jawab Alin berbohong karna dia tau kakak nya tidak suka jika bertemu Rani

__ADS_1


"Itu siapa?" tanya Rani saat melihat Ray yang sibuk melihat handphone nya


"Ini pacar aku" jawab Alin sambil tersenyum tipis ke arah Rani dan Ray yang mendengar jawaban Alin pun tersenyum karna Alin bukan lah tipe orang yang bisa mengatakan hal seperti itu jika tidak benar


"Oh gitu" kata Rani


"Kalau begitu aku mau pergi dulu mama sudah menunggu di mobil" kata Rani sambil tersenyum


"Bye" ucap Rani


"Bye" balas Alin


"Syukur lah dia sudah pergi" ucap Ray sambil giliran bersandar di bahu adik nya dan Alin membiarkan nya


"Kak Ray, kenapa kak Ray menyamar?" tanya Rahsya yang penasaran karna dia tidak tau apa pun


"Karna dia akan mengajak kak Ray pun berkencan dengannya tapi kak Ray tidak suka" jawab Alin mengganti kan kakak nya


"Ya iyalah, apa yang buat kita tidak menjadi teman lagi?" tanya Alin karna dia tak mengerti topik pembicaraan Rahsya


"Karna aku tidak lumpuh lagi" jawab Rahsya dengan wajah yang sedih tapi coba dia tutupi agar tidak ada yang mengetahui nya


"Justru aku sebagai kamu tidak lumpuh lagi" kata Alin dan mendengar kata kata Alin Rahsya pun tersenyum bahagia


"Kak Loren, kenapa kakak diam saja?" tanya Alin yang sedari tadi melihat Michael hanya mendengar kan percakapan mereka


"Kak tadi malam habis lembur" jawab Michael sambil menggosok gosok mata nya lalu dia pun kembali menyerupai kopi nya


"Bukannya perusahaan itu punya kakak?" tanya Alin

__ADS_1


"Iya sih tapi kalau di tumpuk terus kapan selesai nya" jawab Michael mengingatkan pekerjaan nya tadi malam yang amat banyak


"Kak Kemal sudah bangun" ucap Alin ketika melihat Kemal sudah bangun dari tidur nya


"Eeh, aku ketinggalan apa ya?" tanya Kemal yang baru bangun tidur dengan wajah yang masih mengantuk


"Tidak ada kak" jawab Alin sambil tersenyum tipis ke arah Kemal dan Kemal pun langsung izin ke toilet untuk mencuci muka


Setelah mencuci muka Kemal melihatnya ada Rani yang akan masuk ke dalam cafe dan dia pun langsung lari, lalu memberi tahu Ray.


"Lin" panggil Rani


"Eeh, balik lagi" gumam Alin sambil menengoknya ke arah Rani berdiri


"Ini" kata Rani sambil menunggu surat undangan pernikahan


"Kamu mau nikah?" tanya Alin sambil melirik Rani yang sepertinya nya sangat bersemangat untuk memberikan undangan itu kepada Alin


"Hah, jadi dia" ucap Alin saat melihat siapa nama calon suami sahabat nya tersebut


"Kenapa?" tanya Rani saat melihat wajah Alin yang sedikit kesal


"Kenapa kamu menikah dengan anak nakal ini?" tanya Alin sambil memasang wajah datar sama seperti Ray jika di luar rumah , sangat berbeda jika di dalam rumah


"Hehehe tapi menurut ku dia unik" jawab Rani sambil nyengir kepada Alin yang memasang wajah datar


"Kalau Kevin berani selingkuh, beri tahu aku biar aku berurusan dengan dia" ucap Alin dan Rani pun mengangguk


Kevin adrianus adalah keponakan Aleeza juga sepupu Alin, dia suka mengganggu Alin saat masih kecil dan karena itu juga Alin sering mencubit nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2