Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
48


__ADS_3

"Maksudnya seperti apa?" tanya Rahsya


"Mama sama papa itu kalau lagi berdua saja pasti bucin nya keluar" jawab Ray dan di angguki oleh Alin


"Besok, kamu ikut tidak Lin?" tanya Kemal, karena biasanya Alin tidak pernah ikut keacara seperti itu


"Ikut" jawab Alin


"Sekali kali ikut ceonya Two of brother" kata Ray


"Kapan mama nya di ganti?" tanya Rahsya


"Sebelum kak Ray koma" jawab Alin


Setelah selesai makan malam mereka semua pun balik ke kamar masing masing karna jam sudah menunjukkan pukul 23. 30 pm.


Keesokan harinya mereka semua sudah siap dengan setelan jas kecuali Alin yang pusing akan memakai apa, Aleeza, nenek Azizah dan Rizan sudah berangkat duluan menuju Mansion keluarga Lorenzo.


"Kak, aku pakai apa?" tanya Alin sambil terus menatap semua baju nya yang berada di walk in closet


"Ya pakai baju lah" jawab Ray


"Maksudnya itu pakai baju yang seperti apa?" tanya Alin sambil menatap Ray dengan malas


"Pakai yang ini saja" jawab Ray sambil menyodorkan baju gamis dan jilbab yang menutupi dada


Setelah itu Alin pun memakai gamisnya dan jilbab nya, lalu dia tidak lupa memakai kaos kaki nya.


"Gimana kak?" tanya Alin sambil memperbaiki bajunya kepada Ray

__ADS_1


"Bagus" jawab Ray, lalu mereka semua pun masuk ke dalam mobil


Setelah beberapa lama kemudian mereka semua pun sampai di Mansion keluarga Lorenzo dan di sana sudah ada Michael yang menunggu di gerbang.


"Kak Loren" panggil Alin sambil melambai kan tangan nya kepada Michael


"Yuk kita masuk" kata Michael sambil melihat ke arah Ray, Rahsya dan Kemal, lalu mereka semua pun masuk ke dalam Mansion


Mereka kini telah berada di dalam Mansion di sana sudah ada kakek Dion dan nenek Dira (nenek Lorenzo).


"Alin kapan kamu sampai?" tanya nenek Dira yang sedang berbicara dengan nenek Azizah


"Baru saja nek" jawab Alin sambil tersenyum tipis kepada nenek Dira


"Udah lama kita tidak bertemu jadi jangan terlalu kaku" kata nenek Dira dan Alin pun mengangguk


Setelah beberapa lama berbincang bincang dengan nenek Dira Alin pun menghampiri Ray dan di sana ada perempuan berbaju ketat yang sedang di marahi oleh Kemal.


"Kak Ray" kata Alin sambil menggandeng tangan kakak nya, perempuan yang sedang di marah oleh Kemal pun menatap Alin dengan tatapan merendahkan


"Hey! Dia perempuan miskin bisa menyetuh Ray mengapa aku di larang" kata perempuan itu yang ternyata dari keluarga Luis namanya Lily


"Siapa yang kamu katakan miskin, hm?" tanya Rahsya yang sudah berubah menjadi dingin berbanding terbalik 380 derajat dengan Rahsya yang biasa Alin temui


Melihat tatapan mata Rahsya, Kemal dan Ray, Lily menjadi takut.


"Kak Ray, jangan seperti itu" kata Alin dan Ray pun membelai rambut Alin lalu membawa Alin ketempat keluarga Lorenzo dan Two of brother


"Kak Ray jangan marah marah" kata Alin

__ADS_1


"Memang kalau kakak di kata kan seperti itu kamu tidak marah" kata Ray, mendengar kata kata Ray Alin pun cengengesan


"Marah lah" kata Alin dan Ray pun mencubit pipinya karna gemas dengan adik nya ini


Setelah acara selesai mereka semua pun pulang, tapi saat akan pulang Lily menghalangi Alin.


"Heh, kamu jangan coba sekali kali dekatin Ray karna Ray itu punyaku" kata Lily sambil menarik tangan Alin dengan kasar


"Kak Ray itu bukan punya kamu" balas Alin dengan tatapan kesal


"Aku itu pacar nya jadi kamu jangan pernah dekat dekat sama Ray pagi" kata Lily dengan sombong


"Pacar? Jangan kan pacar kak Ray aja tidak pernah dekat dengan perempuan" ucap Alin


"Aku itu pacar nya Ray kamu jangan cari alasan deh buat dekat dengan dia" kata Lily, tapi tiba tiba Lily sengaja menjatuhkan diri nya sendiri dan menampar dirinya


Tak lama kemudian Ray, Rahsya, Kemal dan Michael pun datang dan Lily pun pura pura menangis.


"Tolong aku di tampar dan di dorong sama dia" kata Lily sambil pura pura menangis dan berjalan menuju Ray


"Kamu tidak bisa berpura pura dengan kami, kami sudah biasa menghadapi orang seperti mu" kata Rahsya dan Lily pun langsung diam, sedang kan Alin tetap tenang


"Tapi dia sudah menampar ku" lanjut Lily sambil pura pura menangis


"Alin tidak pernah menampar atau melukai orang yang tidak mencari masalah dengan nya" ucap Ray dan Lily pun terdiam


"Kalau kamu berani berani mengganggu Alin lagi, kamu harus berhadapan dengan kami" ucap Michelle dengan tegas


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2