Sahabatku Adalah Teman Hidupku

Sahabatku Adalah Teman Hidupku
41


__ADS_3

Sedangkan di suatu tempat yang lain Rizan, ayah Alin dan Ray sedang berbicara dengan seseorang yang tak lain adalah Rahsya.


"Rahsya, apa kabar keluarga kamu di jerman?" tanya Rizan sambil menepuk badan Rahsya pelan


"Baik om" jawab Rahsya sambil tersenyum tipis kepada Rizan


"Om kira tadi kamu siapa eh ternyata Rahsya, karna wajah kamu itu banyak sekali berubah" kata Rizan sambil duduk di kursi cafe


"Wajah Rahsya kayak apa om?" tanya Rahsya


"Kamu makin ganteng dan ada manis nya" jawab Rizan dan mereka berdua pun tertawa bersama


"Mau makan siang bareng di rumah om yuk" kata Rizan dan Rahsya pun hanya mengangguk anggukan kepala nya


"Kalau begitu ayo kita ke rumah om" ajak Rizan sambil menggadeng tangan Rahsya


"Iya om" balas Rahsya sambil tersenyum tipis


Setelah sampai di rumah mereka berdua pun langsung masuk ke dalam rumah dan melihat Aleeza yang sedang naik tangga.


"Mah" panggil Rizan dan Aleeza pun langsung mendekati Rizan


"Ada apa yah?" tanya Aleeza


"Masih ingat tidak ini siapa?" tanya Rizan balik dan Aleeza pun mulai mengingat ingat

__ADS_1


"Rahsya" tebak Aleeza karena tidak ada lagi yang bisa dia temukan


"Benar" kata Rizan dan Aleeza pun langsung kaget


"Ya ampun ternyata kamu Rahsya maaf tante lupa" kata Aleeza sambil mempersilahkan Rizan dan Rahsya duduk


"Alin" panggil Aleeza dengan keras sampai kedua laki laki itu tutup telinga


"Iya, mah ada apa? Kenapa teriak teriak?" tanya Alin sambil turun dari tangga


"Lihat ada teman mu datang" jawab Aleeza dan Alin pun jadi bingung sendiri karena kedua teman nya baru saja pergi ke singapore dan Myanmar


Walaupun bingung dia pun tetap jalan menuju ruang tamu, dan saat tiba dia langsung diam mencari di mana teman nya yang padahal ada di depannya.


"Dimana? tidak ada kok" gumam Alin dan Ayah pun hanya bisa tepuk jidat melihat putri nya itu


"Ini ..." gumam Alin sambil memperhatikan wajah Rahsya dan yang di perhatikan tenang


"Oh siapa itu, eeee... siapa ya....,oh Rahsya" kata Alin dan dia pun langsung duduk di sebelah ayah nya


"Rahsya kamu kapan datang ke indonesia?" tanya Alin sambil melihat ke arah Rahsya


"Kemarin" jawab Rahsya dan Alin pun hanya mengangguk anggukan kepala nya tanda mengerti


Tapi Rahsya di buat salah fokus dengan wajah Alin yang imut seperti anak kecil dan dia pun tak sengaja memencet pipi Alin yang agak cubby, Alin yang di pencet pipi nya pun tertawa.

__ADS_1


Rahsya pun jadi malu sendiri.


"Tidak apa apa" kata Rizan sambil tersenyum melihat Rahsya


"Rahsya menginap di sini" kata Rizan dan Rahsya pun hanya mengangguk saja karena hotel nya kebanyakan penuh


Siang pun tiba, Alin, Rahsya,Rizan, Aleeza dan nenek Azizah pun makan siang bersama dengan Lalapan buatan Alin dan Aleeza.


Sedangkan di satu sisi yang lain Ray dan Kemal sedang makan siang bersama juga dengan makanan instan yang mereka beli saat di perjalanan tadi karena mereka bosan dengan makanan hotel walaupun itu milik Ray dan Alin.


"Mal besok besok sebelum pergi kita bawa kulkas aja" kata Ray


"Setuju" kata Kemal sambil mengacungkan jempol nya


Kembali ke rumah


"Lin besok mau ikut jalan jalan pagi atau tidak?" tanya Rahsya


"Ikut" jawab Alin sambil terus memainkannya handphone nya begitu pula dengan Rahsya mereka berdua main hp di taman belakang rumah


Keesokan paginya Alin jalan jalan bersama Rahsya mereka berdua jalan jalan sampah ke taman yang lumayan jauh dari rumah.


"Rahsya, balik yuk" ajak Alin karna dia tidak pernah pergi dari rumah jauh jauh tanpa kakak nya karna demi keamanan nya walaupun ada Rahsya tapi dia masih menggunakan kursi roda


"Iya" jawab Rahsya dan mereka berdua pun balik ke rumah walaupun agak takut karena jalan yang sepi

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2