
"Tidak ada" jawab Alin sambil melanjutkan makan malam nya dan mulai memainkan handphone nya sambil makan
Setelah itu Alin terus memainkan handphone nya sampai pagi di sofa, Ray dan Kemal yang melihat nya pun hanya bisa melihat karna wajar saja dia bosan karena tidak memiliki teman yang bisa di ajak ngobrol.
Walaupun ada mereka tapi mereka berdua adalah laki laki jadi wajar saja kalau dia lebih memilih untuk memainkan handphone nya.
Setelah itu Ray dan Kemal pun duduk di sofa yang ada di sebelah Alin, mereka mengobrol seperti biasa yang mereka lakukan.
"Menurut mu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Kemal dan Ray pun mulai berfikir tentang rencana yang akan mereka buat
"Kita buat Haritsah menyerah untuk mendapatkan Alin kembali" jawab Ray dan Alin yang mendengar nama Haritsah langsung pergi ke dalam kamar
Alin yang langsung masuk ke dalam kamar di lihat oleh Ray dan Kemal mereka berdua pun langsung melanjutkan obrolan mereka.
Di satusisi yang lain Haritsah terus mencari di mana mereka bertiga bersembunyi dia sangat bingung harus mencari di mana.
Tapi karena tidak menemukan keberadaan mereka dia pun pergi ikut acara pemakaman paman nya.
Dia Melisa tantenya menangis tapi dia tidak peduli karna dia sudah tau apa yang penyebab paman nya meninggal.
Sedangkan di penjara bawah tanah kakek tirinya mulai beradaptasi dan dia sangat menyukai tempat ini.
Di sana dia memiliki banyak teman dan fasilitas yang di beri kan juga sangat lah bagus layak nya hotel bintang lima.
Satu minggu kemudian
"Hore kita pulang" kata Alin sambil lompat lompat dan Ray mau pun Kemal hanya bisa menggeleng kan kepala nya
"Yuk masuk" kata Ray dan Alin pun masuk ke dalam mobil dan mereka bertiga pun langsung menuju jalan pulang, sedang kan Haritsah sudah menunggu di dalam rumah
"Aku akan membunuh nya hari ini" kata Haritsah sambil memegang pistol di tangan nya dia sudah lama menunggu di sana
__ADS_1
Sedang kan Alin pun mendapat kan firasat yang buruk dan dia pun mulai cemas.
"Kak kita lewat jalur belakang rumah aja" kata Alin dan Kemal pun mengangguk Ray hanya bisa diam mendengar kata kata adiknya
"Kenapa?" tanya Ray melihat adiknya yang mulai gelisah dan berkeringat dingin
"Kak jangan lewat jalur depan" jawab Alin dan Ray pun langsung mengelus kepala Alin yang duduk di sebelah nya
"Iya" kata Ray
Setelah sampai di rumah mereka masuk lewat pintu halaman belakang yang tersembunyi tapi Alin tetap saja gelisah.
"Aku ini kenapa?" tanya Alin pada diri nya sendiri dan duduk di sofa dia pun mulai menenangkan diri nya
Tak lama setelah itu bel pun berbunyi dan langsung saja Ray membuka kan pintu gerbang tapi tak di sangka Ray langsung di tembak oleh Haritsah.
Alin yang melihatnya pun langsung jalan mendekat ke arah kakaknya dan di susul oleh Kemal.
"Panggil polisi" teriak Kemal dan salah satu penjaga pun langsung menelfon polisi, dan yang lainnya mengepung Haritsah
"Kak Kemal, kak Ray kita bawa ke rumah sakit?" tanya Alin sambil membelai rambut kakak nya yang sedang tak sadar kan diri
"Iya" jawab Kemal dan dia pun melihat Alin yang seperti nya sangat sedih karena tidak bisa menjadi tameng untuk kakak nya
"Lin kamu tidak salah" kata Kemal yang melihat Alin tetap menangis tanpa mengeluarkan suara nya
Kini mereka sudah berjalan menuju ke rumah sakit dan setelah masuk ke rumah sakit mereka pun lalu mendaftar sesuai aturan yang berlaku.
Setelah beberapa saat Ray pun menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang menancap di perut nya.
Setelah selesai Ray pun di taruh di ruang VIV yang ada di rumah sakit, kebetulan sedang banyak yang kosong.
__ADS_1
"Kak Kemal, kak Ray kapan bangun?" tanya Alin yang masih tetap berada di sebelah kakaknya sambil membelai rambut kakak nya
"Berdoa biar Ray bangun nya cepat" jawab Kemal sambil melihat ke arah Ray yang sedang berbaring di atas tempat tidur rumah sakit
Setelah beberapa hari berlalu Ray tetap tidak bangun bangun, karna dia di tembok di bagian tubuh yang bisa membuat nya meninggal.
"Kak Ray cepat bangun aku pingin jalan jalan sama kakak" kata Alin sambil terus menangis walaupun sudah mencoba untuk tegar tapi tetap tidak bisa
"Ray bangun dong biar kita bisa begadang lagi" kata Kemal dan Alin pun langsung melihat nya
"Ooh jadi kakak berdua sering begadang ya" kata Alin dan Kemal pun refleks menutup mulut nya menggunakan tangan
"Tidak kok, cuma sekali" kata Kemal bohong, karna takut di omeli oleh Alin bagaimana pun begadang itu tidak baik
"Kak Kemal gimana dengan Haritsah?" tanya Alin pada Kemal karna dia ingin sekali Haritsah di hukum berat
"Dia lagi di cari oleh polisi" jawab Kemal sambil terus menatap Ray dengan sedih karena tidak bisa menyelamatkan teman nya
"Mudah mudahan dia cepat tertangkap" kata Alin sambil terus membelai rambut kakak nya yang tengah berbaring tidak sadar kan diri
"Aamiin" balas Kemal
Di satu sisi yang lain Haritsah terus berlari karena dia di kejar oleh polisi dan akhirnya bisa di tangkap.
Tapi karena dia mencoba mengancam polisi menggunakan pistol jadi dia terpaksa di lumpuh kan.
Dan dia pun di lari kan ke rumah sakit tapi saat dia suruh sampai di rumah sakit, dia sudah mati jadi dia tidak jadi di penjara.
Kematian Haritsah pun sampai di telinga Alin yang saat itu sedang berkeliling di rumah sakit, mendengar itu dia pun menjadi lega.
"Kak Kemal, Haritsah sudah meninggal" kata Alin yang saat itu baru kembali ke dalam kamar VIV
__ADS_1
"Bagus lah toh dia juga yang dulu menembak mu sampe koma beberapa bulan" kata Kemal dengan wajah yang senang
Bersambung