
Salanjutnya,tak ada yang bisa di gambarkan selain kehancuran.
Wu Jian, He Shang, 12 Banteng dan lainya telah mengambil keputusan.bertarung sampai akhir adalah jalan terbaik dan tak lagi memperdulikan apapun.
Baik pihak Wu Jian, Zi Ra Shen, Qian Du Shen Zhang Luo Shen Dai Bo Shen, He Shang dan ribuan lainnya mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Terlebih Wu Jian.ia tak lagi berhadapan dengan Zhang Luo Shen, namun dengan beringas ia meladeni perlawanan lima jendaral berkekuatan setara dgn Luo Shen yang ikut serta bersama kemunculan Zi Ra Shen.
Dalam pertarungannya, bahkan tubuh Sang patriak muda sesekali memancarkan cahaya yang tidak ia sadari dan itu akibat reaksi dari tunas buah abadi yang ada padanya serta bentuk respon akibat puluhan serangan energi berkekuatan di ranah lanjutan yang menghantam dirinya.
Tidak ada yang sia sia, tunas abadi menyerap dengan rakus setiap kekuatan yang mengantam tubuh inangnya untuk di fermentasikan menjadi kekuatan lainya yang kemudian akan di salurkan pada Wu Jian sendiri.
BOOOMM....
Wu Jian menghentak dada salah satu jendral dan meledakkan tubuhnya seketika.
"ini__? " dengan wajah terkejut, Wu Jian melesat mudur dengan keheranan, ia membolak balikkan telapak tangannya sendiri tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.
"Kenapa tinju naga kaisar iblis jadi sekuat ini? " bisiknya pelan,namun lawan mendapatkan kesempatan nya. segera mereka menyerang di saat Wu Jian lengah.
Wooossss....
Wu Jian reflek sedikit menggeser paksa tubuhnya untuk menghindari tebasan pedang lawan yang menebas tiba tiba.
"Sial,, kau masih saja beruntung! " dengus sang lawan kesal karena tak berhasil dengan usahanya.
Kala giliran Wu Jian hendak melancarkan serangan balasan.serangan berikutnya datang dari arah belakang,tak ayal sang patriak menarik diri nya berjongkok, lalu memutar kaki kuda kudanya untuk menyerimpung tubuh lawan.
BUAK...
__ADS_1
Berhasil dengan gerakan kuda kuda memutar,tangannya sigap mencekal salah satu kaki dari jendral ras kaisar, gegas tak menunggu. Wu Jian menarik Lengan sembari mengumpulkan energi yang terpusat pada tinjunya.
Sang pelindung benua biru mengencangkan cekalan dan menarik paksa kaki sangat jendral yang masih dalam cengkraman tangannya dan...
BAAAAMMM.....
Sebuah hantaman, meremukkan paha sang jendral... "aarggghhh" pekik sang jendral dengan suara jeritan cukup keras.
Belum tuntas,sebuah tendangan mengarah cepat dan harus Wu Jian Terima pada punggungnya,hingga ia terhuyung di sertai kejaran dua jendral lain yang mencoba terus mendesak dengan berbagai teknik serangan.
BAMM.. BAMM...
Tubuh Wu Jian kembali harus terpental lebih jauh.namun ia terhempas tepat di titik samping sang jendral yang sudah kehilangan kaki akibat tinju sebelum nya. tak ayal, patriak banteng api mencabut pedang dengan sangat cepat,menghunuskannya pada jendral yang masih mengerang kesakitan.
"Sheeeeennn!!! " teriak dua jendral memberi peringatan pada teman jendralnya yang dalam keadaan bahaya.
Sayanganya.... "Slaaaasssshhh" kedua jendral itu tak sempat mencegah, sementara Wu Jian berhasil memenggal kepala sang jendral dengan mudmuda,alu kembali bangkit menerjang dua jendral lainya.
Pertukaran permainan pedang di sertai ledakan aura energi penakanan terjadi tiada henti dengan tensi yang sangat dahsyat.bahkan pasukan lain memilih segera menyisih minggir dari jalur pertarungan sengit antara Wu Jian dan tiga jendral ras kaisar yang tersisa.
Pemuda yang bertelanjang dada itu harus berkali kali menerima serangan, namun dari semua serangan yang tubuhnya Terima,tidak ada satupun yang meninggalkan luka.
"Bagaimana pemuda sialan sepertinya bisa sekuat ini?? " gumam salah satu jendral mengayunkan pedangnya.
Swoooossss.....
Tebasan nya kembali harus membuatnya kecewa tanpa hasil,dan sama sekali tak dapat menyentuh,namun sebaliknya. ia harus rela menerima tendangan keras dari Wu Jian.
BAM....
__ADS_1
Jelas tubuhnya terpelanting beberapa meter.Wu Jian hendak mengejar namun dua lainya segera mencegat gerakan guru dari 12 Banteng itu dengan melancarkan serangan lainya.
BOMM.. BOOMMM..
Dua serangan menggebuk dada dan punggung Wu Jian bersamaan dengan,bukannya merasa kesakitan? sang patriak muda justru menarik sudut bibir dan menyeringai.
"Hah,,,, lagi! ayo lagi! kenapa pukulan kalian seperti semut? atau jangan jangan, kalian memang dari ras kaisar semut?? Cwuihh.... " cibir Wu Jian,bahkan ia meludah dengan paksa.
Tiga jendral di buat sangat geram oleh cibiran Wu Jian, ketiganya melesat dengan amarah berkecamuk menerjang Wu Jian.
Bagian kepala, bagian perut dan bagian kaki, ketiga jendral menyerang tiga titik berbeda sekaligus untuk melumpuhkan seorang Wu Jian.pemuda itu kerap mengangkat kaki,berkelit dari salah satu jendral yang menyerang pada titik itu.
Pun dengan dua bagian titik serangan lainya, Wu Jian seperti belut dan benar benar lincah bergerak kian kemari sembari melayangkan serangan balasan untuk menjawab setiap tekanan dan desakan pertukaran meski sedikit kesulitan karena ketiga jendral saling bekerjasama meredam setiap serangan serangan mematikannya.
"Mati kau keparattt!!!! " Bola energi berkekuatan merusak yang luar biasa kuat di arahkan lurus dan
DUUUAAAAARRRR......
Satu serangan telak, berkekuatan puncak akhirnya berhasil bersarang dan menghantam tubuh Wu Jian mengirimnya jauh dengan luka bakar yang cukup parah.
"Bwuaahh... " Wu Jian memuntahkan darah akibat desakan energi luar biasa yang menekannya hingga mampu memaksanya memuntahkan darah dan mengakibatkan luka bakar parah.
Kulit punggungnya mengelupas,hingga daging bahkan tulang punggung nya dapat terlihat dengan jelas.Wu Jian menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya perlahan.ia masih dengan tatapan bengis tak berkedip dengan pedang tertenteng di tangan serta cakram es yang berputar mengelilingi tubuhnya.
"Jangan berhenti! jangan menunda serangan kalian, majulah keparatt!!! " Tantang Wu Jian dengan suara lantang.
Ia tau, tak butuh waktu lama bagi tubuhnya meregenerasi dan mengembalikan kondisinya seperti semula.
"Dengan senang hati,,,! " Timpal ketiga jendral menjawab tantangan Wu Jian.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Dai Bo Shen hanya menggelengkan kepalanya, "Ternyata Kau sudah sangat kuat, bocah! sepertinya,aku akan kesulitan bertukar dengan mu! " gumamnya pelan.seraya melanjutkan pertarungannya sendiri,dengan menumpas lawan lawanya.
__________