
Tubuh Walikota Ba Xian beserta 5 tokoh lainya mematung.mereka merasa benar benar dalam masalah dan tak dapat menolak kematian.
' Matilah aku!!' Ba Xian merutuki diri karena telah salah menyinggung orang.apa lagi ia melihat Wu Jian nampak menyerap energi sekitar dalam jumlah luar biasa besar dan mengkonsentrasikan nya pada kedua tinju, lalu memadatkannya sebagai energi berkekuatan sangat sangat besar.
' cih,,, ternyata usia ku sampai di sini saja! ' Meski di ambang serangan, heran nya Ba Xian tak ingin berbuat apapun. ia justru lebih tertarik mengumpati diri sendiri lalu memejamkan mata dgn tenang sebelum akhirnya Wu Jian benar benar melancarkan serangan nya....
"Tinju Api dan Es Naga kaisar,,,!!!! " Wu Jian melesat dengan mengerahkan kekuatan energi yang sudah di konsentrasi untuk jurus tinju nya.
Walikota Bai Xian dan ke enam tokoh besar lainya hanya bisa memejamkan mata mereka pasrah melihat serangan yang sungguh dahyat mengira ke arahnya, namun........
"Tidaaakkkk......?? "
BOOOOOM....
Ba Xian, mendengar suara ledakan merasakan tanah sedikit bergoncang merasakan aura serangan yang merusak,hanya saja itu tidak mengarah padanya. 'apa aku sudah mati? ' pikir Ba Xian membatin, pun dgn 5tokoh lainya.
'ah,, biarlah! jika mati memang seperti ini, aku tak keberatan! ' bisiknya, yang kali ini Ba Xian bersuara meski sangat pelan,dgn mata yang masih terpejam mengira bahwa dirinya telah mati oleh serangan patriak sekte banteng api.
Sementara Wu Jian menggelengkan kepala mendengar gumaman Walikota Ba Lie itu,yang mengira bahwa ia telah mati karena tinju api dan es nya.
"Aiszzz..... bukalah mata kalian!! karena kalian telah sampai di neraka!!! " seru Wu Jian dgn Suara berat di buat buat.
"Apaaaa???? " ke enamnya segera membuka mata terbelalak, menyangka bahwa mereka benar benar berada di neraka, seusai mendengar suara yang di buat buat oleh Wu Jian.
"Cih,,,,, apa iya,kalian bisa bersikap seperti itu di neraka?? " cibir Wu Jian melihat ekspresi jelek dari enam tokoh Kota Ba Lie.
Ke enam tokoh itu saling tatap keheranan mendapati diri mereka yang masih hidup.dalam pikiran mereka, jika mereka masih hidup lantas siapa yang menjadi target dari serangan Wu Jian tadi.
"Jung Shen! aku memilih untuk membunuh Jung Shen, jika itu memang menjawab rasa penasaran kalian! " kata Wu Jian menyampaikan.
"Aku tidak pernah ingin mengenal dan berteman dgn orang yang mudah berkhianat seperti Jung Shen! " lanjutnya.mengingat watak Jung Shen yang tanpa ragu membunuh kedua teman untuk di tukar dgn nyawa nya sendiri.
"Tapi,,, jika kalian memang sangat ingin mati? aku tidak keberatan membantu kalian?! " cletuk Wu Jian, yang tentu saja membuat Ba Xian yang masih membungkam mulut kembali harus merasakan kengerian.bagaimana ia dapat melawan seorang di tingkat lanjutan seperti pemuda di hadapannya itu, sementara mereka hanya berada di ranah kaisar awal,itu sama saja dengan bunuh diri pikirnya.
__ADS_1
"Sudahlah! aku hanya bergurau dgn ucapanku tadi!! lalu,,Siapa nama anda Senior??? " tanya Wu Jian.
Yang padahal, Ba Xian benar benar mengumpati Wu Jian dalam hati, yang se enaknya berkata bahwa ia sedang bergurau, tanpa berfikir kalau ucapanya sudah membuat mereka jantungan.
"e.. aku?.. namaku Ba Xian,patriak Muda Qian! "jawabnya dgn terbata di susul dgn tokoh lainya.
"Aku Da Ming, tuan muda"
"aku Chu tuan muda"
"aku Kwok, tuan muda"
"aku Tang tuan muda"
"Dan namaku adalah Lo Long tuan muda! " ke enamnya mengenalkan diri meski masih dengan kegentaran.
" Baiklah senior Ba Xian, seperti yang kau tau dari ku sebelumnya! namaku Qian Shan, patriak sekte Banteng Api dari kota Shu Nang.aku secara pribadi meminta maaf atas semua kerusakan yang terjadi dan aku ingin menawarkan kompensasi sebagai ganti rugi! "tutur Wu Jian kembali menawarkan ganti rugi sebagai bentuk pertanggung jawabannya.
Kali ini, sang Walikota tak menolak! ia dengan tenang menerima tawaran itu dan menerima sebuah cincin ruang dari Wu Jian.
" Baik Patriak muda! aku akan pastikan menyampaikan nya pada mereka semua! " ujar Ba Xian.
"m... dan satu hal lagi jika tidak keberatan!? apa senior tau lokasi lembah jiwa ? "
Degg......
*
*
Di suatu tempat, beberapa saat setelah kematian Jung Shen......
"Izin menyampaikan patriak! giok jiwa tetua We dan Tetua Sho telah hancur! "
__ADS_1
"Apaaaa??? "
"Apa kau serius??? "
"Benar patriak, lihatlah!! ini adalah giok jiwa dari keduanya! " sambil menyodorkan dua plakat gior yang sudah hancur pada sang patriak.
"Apa kau tau lokasi terakhir dari keberadaan keduanya?? "
"ee... lokasi terakhir dari keduanya adalah di kota Ba Lie.menurut catatan laporan kegiatan tetua, keduanya keluar karena hendak melakukan pertemuan dengan seseorang yang bernama Jung Shen?! " ujarnya
"Tetua Lang, tetua Kung dan tetua Pyu, bawa serta beberapa murid elit dan selidiki kematian tetua We dan tetua Shu!! tangkap siapapun yang bertanggung jawab atas kematian keduanya dan jika tuan kota terlibat? hancurkan kota Ba Lie! laksanakan sekarang juga!! " seru sang patriak.
"Baik patriak!!! " ucap ketiga tegua dgn tegas yang langsung bergegas keluar.
"Keparat mana yang berani menyinggung sekte Darah?? " dengus sang patriak yang bernama Zong Yuo,pemimpin aliran hitam di wilayah pinggir paling barat daratan tengah yang berjarak beberapa kota dari Ba Lie.
Patriak Zong Yuo sendiri adalah sosok kuat yang berada di ranah kaisar tahap puncak tingkat 8,setara dgn patriak Liang yang dalam teknik terlarang nya.
Ia merupakan sosok patriak yang sangat kejam dan di kenal tak punya hati nurani.ia akan memusnahkan pihak manapun semau nya tanpa harus mencari alasan apapun.
"Tetua Nyo?? apa kau tau siapa sosok yang bernama Jung Shen yang di temui oleh tetua We dan Sho itu?? " tanya patriak Yuo
"Entahlah patriak, karena tetua We dan Tetua Sho tidak menautkan informasi tentang Jung Shen! " jawabnya.
"Dasar ceroboh!!! " dengus sang patriak,menganggap kedua tetua yang tewas ceroboh.
Karena sekte darah bisa di bilang sangat ketat dalam hal aturan dan ke disiplinan meskipun sekte tersbut merupakan sekte aliran hitam.namun karena hal itu juga,sekte mereka tetap terjaga dan berkembang pesat sampai saat ini.
"Baiklah tetua Nyo, kau bisa kembali sekarang!! "
"m.... saya pergi sekrang!! " timpal tetua Nyo.
"Aku merasa seperti ada yang tidak beres di kota itu, Sebaiknya aku menyusul mereka ke kota Ba Lie! " ucap Yuo pelan.
__ADS_1
"Kalian!! mari ikut aku ke kota Ba Lie!! " ajak Patriak Zhong Yuo pada beberapa tetua yang berada di ruangan itu. selanjutnya, mereka pergi menyusul tiga tetua sebelumnya ke kota Ba Lie.