
'Saudara Huang? jika saja kita memilih sebuah kursi, tentu kita takan menemukan keadaan seperti saat ini, dimana kita di tempatkan pada titik pertarungan hidup mati! menyenangkan bukan?? " ucap Ban Xiao pada Huang melalui pesan jiwa.
' Kau benar saudara Xiao! aku lebih memilih mati di ujung pedang dari pada di ujung pena , hahahahaaaa' timpal Huang sembari berkelit dari semua senjata yang di arahkan ke tubuhnya.
Slaasshhh... slaaasssshhh.....
Dua lawan kembali ambruk oleh sayatan pedang Huang,sementara senyum Ban Xiao tampak menghias di sepanjang pertarungan.
Sang Putra Mahkota Kekaisaran Ban itu benar benar menganggap pertarungan sebagai kesenangan. bahkan beberapa kali, ia membiarkan lawannya menebaskan senjata pada tubuhnya, beruntung.... semua senjata yang di gunakan oleh lawannya adalah senjata biasa, yang tentu saja tak dapat menggores sekedar atribut dari sekte Banteng Api yang memang terbuat dari bahan khusus itu.
Tak kalah dengan Ban Xiao, Huang dan Bo Ye. Li Chun dgn tombaknya,terlihat trengginas membantai lawan lawanya, bahkan gempuran dari dua tetua sekte kelelawar belum mampu membuatnya tertekan.
" Tombak kaisar,,, amarah sang Banteng...!!!!!! "
Li Chun memutar tombak secepat putaran angin sebelum akhirnya di hentakkkan ke tanah dan....
BOOOOMMMMM...........
Hentakkan dan benturan tombak dari teknik amarah sang Banteng menciptakan gelombang energi yang sangat kuat, mendorong tubuh dua tetua dan puluhan lawan lainya terlempar ke berbagai arah.
"Matiii.......!!!!! " teriak Li Chun, yang segera menyerap energi lalu dgn cepat membentuknya menjadi tombak energi..
SWOOOOSSSS.........
Li Chun melemparkan tombak tombak energi ke arah lawan yang tengah bersusah payah berdiri menahan sakit dari terjangan gelombang energi sebelumnya.
CLEPPP... CLEPPP.. CLLEEPPPP....
Tubuh dua tetua sekte kelelawar tertembus tombak energi, yang membuat keduanya tewas seketika.pun dengan lawan lainya yang bernasib sama.
"Cih,,, Tetua lemah!!! " umpat Li Chun, kemudian beralih ke musuh lainya.
Di sisi lain,Za Dur yang kembali dalam kondisinya, langsung membantu Dou Han menggempur Bo Ye.
BAM.....
Tubuh Bo Ye terhempas menabrak dinding gua, setelah mendapat tendang keras dari tetua Dou Han.Za Dur tak menyiakan kesempatan, ia memberi serangan cepat pada Bo Ye.
TANG.....
"Apaaaa???? "
__ADS_1
"Sialan!!! kenapa pedangku tak dapat menggores bajunya??? "
Za Dur tersentak, saat tebasan pedangnya tak mampu melukai tubuh Bo Ye, begitupun dgn Dou Han yang sama terkejutnya.
Sementara Bo Ye hanya tersenyum tak menganggap keduanya... "Kalian berdua tak perlu terkejut seperti itu!!! inilah kami! murid dari Sekte Banteng api,, hehehe...!!! "
" Mari kita lanjutkan yg seharusnya memang di selesaikan!! "
Swoooss......
Bo Ye menghunuskan pedang menerjang Dou Han dan Za Dur,mendesak keduanya dalam tekanan serangan teknik jurusnya.
"Formasi sayap kelelawarr....!!! " Za Dur mengunakan ke ahlian formasi untuk menahan serangan penghancur dari pedang Bo Ye.Pun dengan Dou Han segera melakukan hal yang sama.
Hanya saja,, Teknik pedang dari seorang murid sekte Banteng Api,bukanlah sebuah teknik biasa. melainkan teknik gabungan antara Teknik pedang Biru, teknik pedang Ghuan, teknik pedang kitab kaisar dan teknik pedang kitab naga perak.
Terlebih,gabungan teknik pedang itu di olah oleh murid elit, yang tentu saja akan berdampak cukup dahsyat.
BOOOMMMMMM.......
Serangan energi dari teknik pedang Bo Ye,dgn mudah menghancurkan formasi pertahanan keduanya.
Baik Dou Han dan Za Dur. keduanya harus kembali terlempar dgn luka yang sangat parah, terlebih serangan pedang energi Bo Ye berhasil menembus tubuh keduanya.
"Uhukkk... uhukkkk..!! "
Keduanya terbatuk darah, sementara tubuh mereka lunglai tak berdaya, akibat serangan energi pedang yang tak dapat di tahan oleh formasi pertahanan mereka.
Perlahan namun pasti, Bo Ye menghampiri keduanya...
"Aku hanya akan bertanya satu kali! dimana patriak kalian??" ujarnya,sementara Ban Xiao, Huang dan Li Chun nampak mendekat dan bergabung dgn Bo Ye, se usai menyelesaikan pertarungan mereka.
Ke empat murid elit sekte Banteng itu menatap tenang Dou Han dan Za Dur,tanpa ada nafsu membunuh. membuat kedua tetua sekte kelelawar di depannya sedikit tenang dan memilih memberi tau keberadaan patriak mereka.
"Patriak Liang, tengah berkunjung ke kuil 7langit! beliau sudah 10 hari berada di sana bersama tetua lainya! "
"Hanya kamilah yang di berikan tanggung jawab untuk mengurusi semua tugas sekte! " ujar Za Dur menyampaikan tanpa di tutupi.
Ban Xiao dan lainya yang melihat tak ada kebohongan di raut Dou Han dan Za Dur tampak berfikir tentang apa yang akan mereka lakukan pada kedua tetua sekte kelelawar itu..
"Saudara Huang? sebaiknya kau kuras semua harta sekte ini!! sementara dua tetua ini kita bawa saja sebagai sandera, bagaimana??? " ucap Li Chun, kemudian di setujui oleh lainya.
__ADS_1
"Tapi sebaiknya saudara Bo tanyakan pada tetua ini!! barangkali, mereka memilih untuk mati??! " seru Huang yang tentu saja ucapannya langsung di sambar oleh Dou Han dan Za Dur.
"Kami masih ingin hidup tuan muda!! mohon ampuni kami!!! " ucap dua tetua itu memelas.
"Cih.... lihatlah itu saudara Huang!! lagi pula, siapa juga yang ingin mati?? tapi.... bukankah kalau di biarkan hidup hanya akan merepotkan saja?! " pikir Bo Ye, sembari mengusap usap dagunya yang tak berjenggot.
Sontak, mendengar perkataan Bo Ye,, membuat Dou Han dan Za Dur mengambil sikap berlutut dan kembali memohon pengampunan dari empat murid elit sekte Banteng Api tersebut.
"Sialan!!! aku hanya bercanda, jangan memeluk kaki ku!! juga, setidaknya jangan terlalu merendahkan diri kalian seperti itu meski kalian sudah menyerah!! " seru Bo Ye, membentak dua sanderanya.
"Berdirilah!! ikutlah dgn kami sebelum kami menghancurkan markas kalian ini,!! " ujar Ban Xiao, dgn raut wajah serius. Tak lama setelah Huang kembali dari gudang harta sekte, Ban Xiao dan Bo Ye meraih baju Dou Han dan Za Dur kemudian membawa keduanya melesat keluar dari gua.
"Saudari Hua Xia, Saudari Lei Xin dan saudari Zee Eun?! sekarang giliran kalian untuk memusnahkan markas sekte kelelawar itu!! " seru Ban Xiao yang langsung di angguki oleh ketiga pemanah handal tersebut.
"Panah Langit,,, amarah sang Naga....!! "
Ketiganya mengeluarkan teknik yang sama, dgn kekuatan setara yang mengandung daya penghancur sangat dahsyat.
Anak panah dari kekuatan energi pemgahancur di tarik dari busurnya, Hua Xia, Lei Xin dan Zee Eun membidik tepat di mulut gua yang merupakan markas dari sekte kelelawar.
"Lepaskaaaaannnn!!!!!! " seru Hua Xia.
Chuwwwwwwwww.............
Tiga anak panah dari tiga arah mata angin berbeda melesat pada target yang sama.
Dou Han dan Za Dur, tak bisa membayangkan jika anak panah itu di arahkan pada tubuh seseorang termasuk dirinya.
Ekpresi wajah keduanya bahkan sangat jelek, dgn berkali kali keduanya menelan ludah kasar.
"Mengerikan!! " bisik Za Dur menatap lesatan anak panah berwarna merah menyala dan....
DEEEEMMMMMMMM...............
Tiga anak panah menerobos masuk ke dalam gua dan menabrak apapun di dalamnya.benturanya menciptakan guncangan hebat dengan suara letupan menggema memekakan telinga. puncak gunung seperti terangkat lalu di jatuhkan sebelum akhirnya menciptakan kepulan asap debu yang membumbung tinggi mengarah langit.
"Selesai..... kita pergi dari sini sekarang!! " ajak Ban Xiao pada lainya dgn membawa serta Dou Han dan Za Dur sebagai tawanan.
Mereka memilih langsung kembali ke sekte Banteng api, mengingat patriak Sekte kelelawar yang saat ini ternyata tengah berada di kuil 7langit.
Tak Berselang lama, seorang pemuda tampan dgn wajah tegas muncul dan berdiri di udara, menatap kondisi markas sekte kelelawar yang kini sudah ambruk tertutup oleh bongkahan batu gunung.
__ADS_1
"Kekuatan kalian dan aura jiwa kalian semakin meningkat!! cukup baguss!!! hehehee....! "Bisik pemuda tampan tersebut sebelum akhirnya kembali melesat meninggalkan tempat itu.
________________________