Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Empat Banteng Terjebak


__ADS_3

"Sungguh sangat sangat kebetulan! "Ucap Ban Xiao pelan,pada semua saudaranya.


Di saat ia dan lainya baru saja menyelesaikan makanannya,meski persepsinya merasakan pergerakan namun Ban Xiao sengaja membiarkan sekelompok murid sekte kelelawar merah yg mengetahui keberadaan mereka datang dgn maksud menyergap dan menangkap mereka yg mengira bahwa kelompoknya adalah orang lemah.


Mereka berjumlah 10 orang dgn ujung senjata pedang saat ini di arahkan pada Ban Xiao dan lainya dengan sikap mengancam..


"Sepertinya kami ketinggalan pesta?? hahahahaa.... tapi tak apa! setidaknya masih ada tiga gadis cantik yang tersisa untuk menemani kami nanti malam! " ujarnya dengan pandangan penuh nasfu menatap Hua Xia, Lei Xin dan Zee Eun.


Sayangnya,, Hua Xia langsung merasa jijik mendapat tatapan mesum dari murid sekte kelelawar, hingga ia beranjak berdiri dgn perlahan lalu menatapnya bengis...


"Siapapun kamu?! aku tidak bisa memberikan apapun yang kau pikirkan, selain kematian! "


Ucap Hua Xia seraya mengeluarkan busur dari cincin ruang serta menyerap energi kemudian memadatkanya hingga membentuk dua anak panah,lalu dgn sangat cepat di arahkan tepat pada kedua mata dari murid sekte kelelawar tersebut, dan...


Swooosssss.......


CLEPPP... CLEPPPPPP.......


"Aaaarrggggghhhhhhhh..... "


Dua anak panah melesat,tepat menembus kedua matanya yang seketika membuat lelaki mesum itu tersungkur dgn teriakan kesakitan yang luar biasa.


Ban Xiao, Huang, Li Chun dan Bo Ye. ke empatnya bergerak dgn sangat cepat untuk melumpuhkan 9 orang lainya se usai Hua Xia memanah kedua mata lawannya.mereka merobohkan musuh hanya dalam sekali serang.


BAM..


Ke 9 murid sekte itu di buat tewas dalam sekejap.karena bagi Ban Xiao, Huang, Li Chun dan Bo Ye, mereka tentu dgn sangat mudah melumpuhkan lawanya yang hanya berada di ranah langit.


"Selesai,,,!! waktunya beraksi..!!! "Ujar Bo Ye,ke empatnya melucuti pakaian murid sekte kelelawar yang sudah menjadi mayat dan mengenakannya sebagai penyempurna penyamaran mereka.


Tak lupa, mereka memasang lemcana sekte agar tak mendapat kecurigaan. selesai dgn semua persiapan, Hua Xia, Lei Xin dan Zee Eun melesat pergi lebih dulu ke tiga arah berbeda.


Sementara Ban Xiao, Li Chun, Huang dan Bo Ye, memilih berjalan kaki saat matahari mulai bergeser ke upuk barat.


________________


Gerbang sekte kelelawar, 2kilometer diluar markas Gua kelelawar.....


"Dari mana saja kalian??? apakah kalian habis bersenang senang?! " tegur murid penjaga gerbang sekte tanpa curiga pada Ban Xiao dan lainnya.


Huang dengan ringan lalu menjawab.. "ah,, kau seperti tidak mengerti bagaimana kami saja, saudara?? tentu saja kami bersenang senang,, hahaahaha, ,,,di lain waktu, aku akan mengajakmu! bagaimana?? "


"Cih,,,, kau selalu saja berkata seperti itu,sudahlah,,, sebaiknya kalian masuk untuk memberikan laporan sekang!!! " seru sang murid penjaga, tanpa melidik dan memastikan.


"Baiklah !! kalau begitu aku melapor dulu!! " timpal Huang, kemudian meneruskan memasuki gerbang, berjalan menuju pintu utama markas sekte kelelawar yang masih berjarak 2km.


Di sepanjang jalan, ke empatnya berjalan santai, namun dgn persepsi jiwa yang menyebar luas memeriksa ke adaan wilayah sekte.

__ADS_1


Hingga mereka tiba di pintu gerbang utama,, "Tunjukkan lencana kalian!! " seru sang penjaga gerbang.


Ban Xiao tak menolak. mereka mengeluarkan lencana dan menunjukan pada sang penjaga yg mereka ambil dari mayat murid sebelum nya.


Sang Penjaga menerima lencana identitas murid dgn cahaya obor yang berada di tangannya, tanpa melihat wajah dari Ban Xiao, Huang, Li Chun dan Bo Ye.


"Biarkan mereka masuk!!! " teriak sang penjaga meminta rekanya untuk membuka Gerbang.


"Masuklah!! Tetua Za Dur sudah menunggu laporan kalian!!! " seru Sang penjaga.


"m...." Huang hanya mengangguk dgn memasang wajah serius.


'saudara? apa ini tidak terlalu mudah? ' bisik Bo Ye pada lainya melalui pesan jiwa.


'Aku juga berfikir demikian! namun anggap saja mereka ceroboh!!'timpal Huang.


Ban Xiao sendiri sebenarnya memiliki pikiran yang sama, namun ia ingin tetap fokus pada rencana. hingga saat mereka memasuki pelataran besar sekte yang ada di ruangan gua.....


"Tutup semua pintu keluar!!!! " Seruan keras terdengar memberi perintah agar menutup semua pintu jalur utama dan jalan keluar lainya.


"Sialan!!!Kita masuk jebakan!!! " ucap Huang geram.pandanganya lantas menyapu ke berbagai sisi gua,yang kini semua pintu dan jalan keluar sudah tertutup rapat.


"Kita adalah murid sekte Banteng Api?! kita di latih dan di ajari menghadapi ke adaan apapun bahkan ke adaan hidup mati! " Ujar Ban Xiao membakar semangat untuk menghilangkan ke panikan.


"Hah.... kau benar saudara!! hanya pertarungan hidup mati yang layak di tawarkan pada kita sebagai murid dari sekte Banteng Api!! " Tukas Li Chun dgn suara lantang.sebelum seseorang muncul dari ketinggian gua dan turun perlahan di hadapan Ban Xiao dan ketiganya.


"Kwalitas murid dari sekte Banteng ternyata memang sesuai rumornya! "


"Kalian telah membunuh 25 murid sekte kelelawar sejak berada di kota Cheng Kuang,meski tak sepadan? setidaknya, empatnya sedikit dapat mengurangi kerugian! " ujar Za Dur, mengingatkan perbuatan Ban Xia dan lainya.


Li Chun menyeringai, ia maju dua langkah bergeser dari titik tempat berdirinya semula.. "Untuk menawar empat nyawa banteng?! bahkan empat ratus nyawa murid sekte kelelawar,tidaklah layak!! "


"Jika kau tak percaya,, kau boleh membuktikan itu!!! " tantang Li Chun.


Wajah Za Dur langsung menggelap,selain ia tidak melihat wajah empat pemuda itu merasa terancam, ia justru yang merasa di tantang. sungguh ke adaan di mana tamu berlaku seperti tuan rumah.


"Pemuda sombongggg!!!!! " ucap Za Dur dgn suara menekan.


"Bunuh mereka!!!! " seru Za Dur.memberikan perintah.


Swoooossssss.............


Ratusan Orang muncul dari lubang lubang yang berada di hampir semua bagian dinding gua, mereka langsung melesat dan menyerang Ban Xiao, Huang, Li Chun dan Bo Ye.


" Hehehee,,,, Jika kalian tak dapat memuaskan ku dgn pertarungan?? jangan harap, bisa meminang kematian untuk sang Banteng... Hahahah?!! "


BAMMMMMM........

__ADS_1


Huang,meledakkan aura penekannya di ranah raja tahap menengah tingkat 4,pun dengan lainya.


Ledakan aura ke empatnya berhasil menghempaskan puluhan tubuh lawan yang mendekat dgn serangan mereka.


"Sekaraaanggg!!! " seru Ban Xiao pada tiga saudaranya agar mulai bertindak, seraya mencabut pedang dari cincin ruang lalu melesat ke semua tubuh lawan yang terlempar dgn kecepatan tinggi.


SRRTTTT.... SLASSHHH.. CRASHHH..


Brugghhh.. brugg.. brughhjj....


Hanya dalam satu tarikan nafas, empat murid Banteng Api,menghilangkan puluhan nyawa lawan lawanya.


Za Dur yang menyaksikan bagaiman murid muridnya tumbang dgn begitu mudah,tak lagi menahan, terlebih... kini semua tetua sekte kelelawar sudah berada di tempat yang sama.


"Ku bunuh kalian, sialaaannnnn!!!! "


Swooooossssss......


Za Dur dgn kecepatan yang sama menyerang Bo Ye yang berada di jarak paling dekat. pemuda itu dgn persepsinya mampu membaca arah serangan dari Za Dur.


Ting... trang.. trang....


Bo Ye dgn mudah menangkis serangan pedang Za Dur, tanpa tekanan. ia yang mendapat pelatihan langsung dari 12 Banteng, tentu saja sudah terbiasa dgn ke adaan apapun.


Swooooossss.....


Tebasan Za Dur mengenai udara kosong.namun tanpa ia sadari, Bo Ye dengan singkat menyerap energi sekitar lalu memusatkannya pada kepalan tangan dan...


BAMMM........


Bo Ye memberikan tinju naga kaisarnya tepat mengenai perut Za Dur,mengirim tubuhnya menjauh beberapa meter menghantam dinding gua dgn sangat keras.


Bo Ye yg melihat celah, mengejar tubuh Za Dur, sembari mengayunkan pedangnya hendak menebas leher Za Dur, namun....


BOMMM......


Tebasan pedangnya di tahan oleh seorang tetua lainya yang tiba tiba muncul entah dari mana.Bo Ye yang melihat kedatangan musuh kuat lainya,melompat mundur,sedikit menjauh untuk memberi jarak.


Bo Ye mengambil sikap dan menatap intens musuh kuat yang baru saja menggagalkan serangnya.


Namanya Dou Han, ia adalah salah satu tetua yang berada di ranah raja tahap menengah tingkat 8,hanya berbeda 4 tingkat di ranah yg sama dgn Bo Ye.


Setelah berhasil menggagalkan serangan Bo Ye, Dou Han berdiri perlahan dan menyambut tatapan Bo Ye.


"Aku yang akan bertarung dengan mu bocah!!!! " bisik Dou Han.


Sementara Bo Ye menarik sudut bibirnya... "Semoga kau tak mengecewakan ku, pak tua?! " Ujar Bo Ye,yang lalu mengencangkan cengkraman pada pedangnya....

__ADS_1


Swoooooossssssssss.............


___________________


__ADS_2