Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Ngeyel


__ADS_3

Tak menemukan batang hidung Calon menantunya, Yan Guo menyapu semua kondisi wilayah pertempuran dengan pandangannya.wajah patriak sekte Naga Perak itu masam, bagaimana tidak? ia melihat begitu banyak korban berjatuhan dari warga biasa yang tak bersalah.


"Kalian? kenapa kalian melibatkan nyawa warga yang tak bersalah? " ujar Yan Guan marah.


"Dan kalian berdua? kenapa kalian tak menyelesaikan urusan ras kaisar di alam kalian sendiri? ini adalah alam menengah,tempat bagi para kultivator yang kebanyakan dari mereka tak mengetahui eksistensi kalian?" kini Yan Guo berkata pada Zi Ra Shen dan Qian Du Shen.


Keduanya diam tak menjawab ucapan Yan Guo, karena bagaimanapun.Yan Guo merupakan keturunan langsung dari sosok yang selalu berhak mendapat rasa hormat dari ras kaisar dan itu adalah kebenaran yang selama ini ia sembunyikan.


"Selama ini, aku sengaja berpura pura karena tak ingin ikut campur! dan kau Qian Du Shen. kau adalah penyebab dari semua ini, karena kau yang mengutus calon menantu sialan itu hingga menyebabkan ke hancuran ini! "


"Aku Yan Guo. keturunan dari Zhu Xian Di Shen, meminta kalian semua untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kalian perbuat di daratan tengah ini..!! " Tegasnya dengan suara lantang. bahkan Wu Jian yang kini berbaur dengan murid Sekte Banteng Api di buat sungkan menampakkan batang hidungnya pada seorang Yan Guo.


"Cih,,, ternyata identitas pak tua ini tidak sesederhana yang terlihat selama ini! " bisik Wu Jian.Ia telah melihat jati diri dari seorang Yan Guo dan berhasil membuat nya segan.


Tak ada satupun dari mereka yang bergeser saat Yan Guo berbicara lantang.bahkan Seorang Biksu Tao, sang penguasa hutan iblis di benua biru pun nampak terdiam.


Yan Guo masih menekuk wajah menunggu sanggahan atau tanggapan dari siapa pun atas ucapannya dengan mengarahkan tatapanya pada mereka semua, hingga Zhang Luo Shen. jendral yang tersisa dari ras kaisar pihak Zi Ra Shen mendekati Yan Guan.


"Jendral Zhang Luo Shen telah bertemu senior! " sapanya menangkupkan tinjunya.


Yan Guo mengangkat alis lalu mengukur ranah dari Zhang Luo Shen kemudian menimpali. "Apa ada yang ingin kau sampaikan jendral? "


"Benar senior! aku hanya ingin menyampaikan,bahwa kami akan bertanggung jawab atas apa yang kami perbuat.itu bentuk penghormatan kami pada anda yang seorang keturunan langsung dari Zhu Xian Di Shen" ujarnya mulai menyampaikan.


"Yang Mulia Zi Ra Shen berada di bawah sumpah pertarungan hidup mati dengan Qian Du Shen, maka hal itu tak bisa di batalkan! "


"Sejujurnya aku pun ingin melakukan pertarungan hidup mati dengan seseorang, senior! " pungkasnya.


Yan Guo tak lekas menanggapi,karena bagaimanapun, mereka semua adalah para petarung sejati yang tak akan lari dari sebuah pertarungan,apalagi jika sudah memutuskan untuk melakukan pertarungan hidup mati.


Yan Guo telah mendapatkan rasa hormatnya dari jendral Zhang Luo Shen, maka tak ada alasan bagi sesama petarung sepertinya menolak.


"Zi Ra Shen, Qian Du Shen? apa benar yang Luo Shen katakan tadi? "


"m... Luo Shen mengatakan kebenaran! " Qian Du Shen menjawab.

__ADS_1


Yan Guo kembali menatap sang jendral, "Lalu, siapa yang ingin kamu tantang untuk pertarungan itu? "


"DIA..! " ucap jendral Luo Shen dengan nada tekanan,menunjuk seorang pemuda yang bertelanjang dada di antara pasukan sekte Banteng Api.


Yan Guo mengikuti arah telunjuk jendral Luo Shen dan mendadak tersentak saat melihat seorang pemuda yang meski telah mengubah wajahnya menggunakan topeng seribu wajah, namun Yan Guo dapat dengan jelas mengenali sosok itu dari aura nya.


"DASAR PEMUDA SIALAN" Gumam Yan Guo geram.


Merasa dirinya tak lagi bisa bersembunyi, Wu Jian terbang pelan dengan wajah menunduk sedikit merasa bersalah sembari melepaskan topengnya.


"JANGAN BERPURA-PURA NAIF!! PEMUDA SEPERTI MU TAK AKAN bisa MENIPUKU DENGAN WAJAH MENYEDIHKAN SEPERTI ITU! " bentak Yan Guo lagi.


"Cih,,, bisakah kau berbicara selayaknya bertemu menantu? " dengus Wu Jian tanpa berani menatap langsung pada Yan Guo.


"Hah.... menantu? hanya menantu sialan sepertimu yang meminta putriku untuk memecat ku sebagai ayahnya! " sergah Yan Guo, membuat mulut Wu Jian menganga tak percaya.


"Apa?? kenapa dengan mulutmu itu? "


"E.. tidak.. tidak... tidak ada,aku hanya berpikir,kenapa aku punya mertua Baper an sepertimu?! " cletuk Wu Jian.


Wu Jian tak menganggap setiap ucapan Yan Guo serius, karena ia tau bagaimana sifat dari calon mertuanya. patriak Banteng api melirik jendral Luo Shen.


"Padahal, tanpa tantangan pun,namamu sudah aku daftarkan pada kematian,jendral kaisar semut! "


"Dan kau pak tua?! aku akan memaksamu berkata iya untuk pernikahanku dengan Nuwa! karena jika tidak. aku akan terus memperlakukanya seperti caramu menyayangi Nuwa,bedanya,,,aku bisa membuatkan cucu untuk mu, itu saja! apa kau mengerti?? "


Swooooossssss.......


Wu Jian melesat,ia langsung menyerang Luo Shen dan memberikan tekanan.


"Kau tidak tau siapa aku sebenarnya, Luo Shen? "


BAMMMM....


Wu Jian menghentak dada Luo Shen dengan sangat keras menghempaskan tubuhnya beberapa meter, kemudian kembali bangkit dan memberi serangan balasan.

__ADS_1


"Apa itu penting, pemuda sialan?? "


Slaaasshhhh.....


Luo Shen menjawab Ucapan Wu Jian dengan sebuah tebasan, namun sayang itu tak cukup untuk melukai seorang Wu Jian.


Keduanya bertukar sengit,di saksikan ribuan pasukan dari berbagai pihak.dari mereka semua yang menyaksikan dan merasakan ketegangan.


Ada dua wanita yang belum menampakkan diri di hadapan semua orang dan tak henti tersenyum melihat kelincahan Wu Jian.


BOM.. BOM.


Wu Jian dan Luo Shen sama sama terpental seusai beradu serangan energi, keduanya memainkan pedang bersiap melakukan serangan lanjutan.


"Lemah? " cibir Luo Shen


"Lemah? dasar tidak berkaca. apa kau sudah mampu meski sekedar menggores kulit ku ini,, Heuh? " sergah Wu Jian. membungkam Luo Shen.


"Hajar dia guru! buat dia pincang! "


"Benar guru! jendral itu tak layak di biarkan hidup! "


"Guru... guru.. guru.. guru...!! " seluruh pasukan dari sekte Banteng api memberikan dukungan pada Wu Jian,suara mereka bergemuruh hingga membuat bulu kuduk berdiri.


Tak Mau kalah, pihak ras kaisar ikut berteriak.. "jendral,,, jendral... jendral".


Mendengar hal itu, Wu Jian melesat. ia menarik diri sejenak menatap murid muridnya.


" Heheheeee... aku tau kalian juga ingin bertarung bukan?? kalau iya, rubahlah peperangan menjadi pertarungan hidup mati, tantang mereka dan bunuh mereka satu persatu!! "ucapnya menyerukan pada semua muridnya.


" Provokator! " sergah Yan Guo yang mendengar ucapan Wu Jian.


"Apa kau pak tua sialan?lebih baik kau diam saja di sana dan nikmati apa yang kau lihat ! biarkan yang di sini menjadi urusan anak muda! " timpal Wu Jian tak mau kalah.


"Haaizzzz....kenapa bocah ini tidak ada sopan sopan nya" desah Yan Guo sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


____________________


__ADS_2