
"Salam Tetua Le? " Yang Quan Ma Lei dan Lang Du,menyapa tetua Le Shan yang merupakan tetua gedung isolasi atau di peruntukkan sebagai ruang tahanan dan hukuman bagi siapapun yang membuat pelanggaran.
Tetua Le Shan menyambut ketiganya,sebelum Yang Quan menyampaikan kepentinganya.. "Kedatangan kami tak lain ingin menemui tetua Za Dur dan Dou Han,tetua?! "
Tetua Le Shan sedikit terkejut, dengan maksud ketiganya,terlihat ada kesungkanan dari raut wajah tetua itu, namun tentu ia tak bisa menolak ketiga Banteng,, "mari aku antar kalian menemui mereka!! " ajak Tetua Le.
Setibanya mereka di ruang tahanan,Yang Quan meminta tetua Le meninggalkanya dan membiarkan selanjutnya menjadi urusan mereka.
Yang Quan Ma Lei dan Langsung Du mendekat pada tetua Za Dur dan Dou Han yang masih dalam kondisi baik baik saja. keduanya menatap tenang pada tiga pemuda yang menghampiri mereka lalu bangkit berdiri.
"Aku Yang Quan, murid utama sekte Banteng api. ada hal yang ingin aku tanyakan pada kalian berdua? " ujar Yang Quan yang langsung ke inti urusannya.
"Aku Za Dur dan ini saudaraku Dou Han, apa yang ingin anak muda ini tanyakan pada kami!?! " timpal Za Dur.
"Apa kalian tau ttg keluarga Liang Yan? " Tanya Yang Quan,membuat tubuh Za Dur dan Dou Han mematung karena terkejut.
"Apa hubungan Patriak Liang dan Jendral Liang Zhao?? " lanjut Yang Quan.
Za Dur dan Dou Han saling tatap,,, "Anak muda? apakah kau ingin menyampaikan bahwa keluarga Liang lah yang bertanggung jawab atas kehancuran sekte kelelawar?? "
"Kau tidak menjawab pertanyaan ku, Za Dur?!! " Yang Quan memotong ucapan Za Dur.
"Kalian hanya perlu mengatakan kaitan Liang Yan dgn Jendral Zhao dan tujuan kenapa mereka meminta putra mahkota untuk menjalankan misi itu?? "seru Yang Quan.
" Putra mahkota??? "
"m... benar! putra mahkota Ban Xiao adalah pemuda yang menangkap kalian! " Yang Quan menegaskan.
Za Dur dan Dou Han sedikit menundukkan kepala. keduanya nampak berfikir sebelum akhirnya menjelaskan pada Yang Quan Ma Lei dan Lang Du.
"Jika benar ini berkaitan dgn keluarga Liang, artinya tak lain karena dahulu patriak Liang menolak untuk membentuk kekuatan,guna menjadi persiapan bagi Liang Zhao mengkudeta Kekaisaran! " ucapnya dengan suara pelan.
__ADS_1
Sampai di situ, Yang Quan akhirnya mengerti semuanya termasuk ia berfikir bahwa beberapa tetua dari sekte Banteng api nya pun ikut terlibat.
'Saudara? apa tidak sekalian saja kita bersihkan tikus tikus di sekte Banteng Api ini?? " Bisik Ma Lei melalui pesan jiwa pada Yang Quan.
'Tentu. tapi kita harus meminta persetujuan dari guru dan saudara yang lain! ' seru Yang Quan.
"Kalian sudah memberikan informasi yang sangat penting untuk kami bertiga,aku hargai itu!!! " tutur Yang Quan pada Za Dur dan Dou Han,yng selanjutnya, mereka keluar dari gedung tahanan.
****
Pagi hari di Kota Ba Lie
"Hoaamm....??"
Nampak wajah pemuda tampan dgn wajah kucel,khas bangun tidur membuang sisa kantuknya sembari meregangkan tubuhnya yang sedikit kaku.
Wu Jian..yang saat ini menikmati waktu bertualangnya singgah di sebuah kota yang bernama Ba Lie, sebuah kota yang berada di wilayah ujung barat daratan tengah Kekaisaran Ban.
Dengan mata yang belum sepenuhnya membuka, patriak muda sekte Banteng Api itu bangkit dari ranjang kemudian pergi membersihkan diri.
Selesai dgn rutinitas pertamanya, Wu Jian keluar kamar penginapan.ia menuju rumah makan yang ada di lantai bawah penginapan tersebut lalu memesan satu teko kecil teh hangat.
"Sreeepppp...... aaahhh!!! teh hangat di pagi hari memang luar biasa!! " puji Wu Jian menikmati waktu paginya.
Ia yang dalam penyamaran menggunakan topeng 1000 wajah,juga menekan aura basis kultivasinya hingga ke ranah raja tahap awal merasa nyaman. patriak muda itu bisa leluasa pergi kemanapun untuk mencari apa yang menjadi tujuan nya....
"Ras Kaisar....?! " tiba tiba Wu Jian berbisik saat seorang pria tua berpakaian lusuh datang memasuki rumah makan penginapan itu.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, ternyata Wu Jian merasakan aura dari sosok yang selama ini di carinya berada tak jauh darinya.entah perkiraanya benar atau salah, yang jelas dari auranya Wu Jian mengira bahwa orang itu adalah Kang Zi Shen, pimpinan penjaga segel kutukan.
Wu Jian lantas terus memperhatikan Pria tua yang baru saja memasuki kedai tersbut yang terlihat memesan sesuatu pada seorang pelayan, kemudian mengambil meja tak jauh dari tempatnya duduk.
__ADS_1
Pria tua berpakaian lusuh itu, sempat beberapa kali melirik ke arah Wu Jian, sebelum ia kembali bersikap biasa sembari menunggu pesananya datang.
Tak lama, dua orang lain datang bergabung satu meja dgn pria tua itu tanpa kata.seperti mereka sengaja berbincang melalui pesan jiwa.
"Siapa dua orang lainya itu? " pikir Wu Jian membatin.ia tak tak merasakan aura ras Kaisar dari keduanya, sedangkan jika di perhatikan,ketiganya nampak sangat waspada, entah karena apa mereka bersikap seperti itu.
"Siapapun mereka, aku takan membiarkan mereka lolos kali ini,,,? " gumamnya, kemudian dgn sengaja Wu Jian membiarkan auranya merembes agar bisa di rasakan oleh ketiga pria tua yang kini menatap tajam dirinya.
Swooosssss........
Dan benar saja,Pria tua dgn identitas Jung Shen itu melesat memberikan serangan yang masih dapat di tepis oleh Wu Jian.Jung Shen memberikan serangan energi di tahap Kaisar puncak, yang akhirnya meledakkan seluruh gedung penginapan dan menewaskan semua orang yang berada di dalamnya termasuk pemilik dan para pelayannya.
Wu Jian berdiri di udara setelah mampu menahan serangan Jung Shen.sementara Jung Shen sendiri menatapnya dgn bengis dari tengah reruntuhan bangunan bersama dua orang lainya.
Keributan di pagi hari yang melibatkan empat orang di tahap Kaisar puncak itu,menggemparkan warga sekitarnya dan mereka memilih menjauhi pertikaian.
"Aku merasakan aura musuh ku pada dirimu anak muda?! katakan! siapa kau sebenarnya! " tanya Jung Shen.
"Kau masih bertanya untuk sebuah jawaban yang sudah kau sebutkan tadi! patutnya aku yang bertanya.apa kau Kang Zi Shen?? " timpal Wu Jian.
"Kau bertanya seperti seseorang yang sedang mencari keberadaanya?! artinya benar, kau adalah seorang musuh! " Jung Shen pun tak lagi menahan, pun dengan dua lainya yang bernama We dan Sho.
ketiganya melesat ke udara melancarkan serangan pada Wu Jian.namun tak lama usai bertukar beberapa jurus, ketiganya harus melompat mundur membuat jarak, saat mengetahui lawan mereka mampu mementahkan serangan mereka.
'pemuda ini sangat kuat' bisik Jung Shen membatin dan ia mulai bersikap hati hati tanpa mengendurkan kewaspadaanya.
"kenapa kalian berhenti?? aahh... baiklah, jika seperti itu biarkan yang muda ini memulai"
Zheppp.......
Setelah berkata,Wu Jian menghilang dari tempatnya berdiri.namun bagi Jung Shen dan dua lainnya yng berada di tahap Kaisar puncak.mereka tak terlalu hawatir, karena mereka dapat dgn mudah membaca arah serangan yng akan di lancarkan Wu Jian melalui persepsi jiwa.
__ADS_1
___________
Maaf baru mulai update, di karenakan othor lagi nyiapin acara untuk nikahan adik yg bakal di gelar hari minggu besok. 🙏🙏🙏