Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Salah Paham


__ADS_3

Pada akhirnya, Wu Jian memutuskan kembali bertualang, seusai menyerahkan tanggung jawab sekte pada Tetua Hen Zo sebagai pengganti nya, dengan di dampingi Biksu Kwe, Biksu Tiau dan Ren Xue sang Dewi racun.ia tak mengatakan tujuan dari petualanganya dan hanya menyampaikan bahwa ia bisa saja berada di berbagai tempat, sesuai ke inginan hati.


12murid utama sang patriak juga telah memulai misinya.mereka menyebar ke berbagai kota di seluruh wilayah daratan tengah Kekaisaran Ban.dengan O Ra dan Kwang Shul yang bertugas memasang pintu portal di alam dimensi iblis dan Desa penempa di daratan timur.


Pun dgn sebagian murid pelataran dalam dan murid elit sekte Banteng Api. merekapun kini menyebar untuk melakukan misi misi yang menarik minat mereka dgn di selingi misi rahasia, yaitu misi yang di beri nama misi pemenggalan,yang menargetkan semua kekuatan yg terlibat dalam aliansi bentukan kuil 7langit.


Sebagai sekte yang kini mulai di kenal karena kwalitas muridnya, Sekte Banteng Api sudah sangat siap dgn dunia luar dan bersiap mengibarkan bendera kebesaran sekte.


*


*


Daratan Timur,hutan terlarang wilayah kota Chan.....


O Ra,terlempar keluar dari pusaran portal dimensi di sebuah daerah bekas sekte kalajengking yang telah hancur.sebuah sekte aliran hitam yang dulu di bumi hanguskan oleh Wu Jian.


"Kenapa aku merasakan jejak aura guru Qian? " pikir O Ra, sambil memutar wajah menyapu wilayah sekitar dgn persepsinya.


"Benar, ini adalah jejak aura guru Qian! mungkinkah guru pernah ke wilayah ini?? "ucap O Ra memastikan, sembari memulai beranjak pergi dari bekas reruntuhan bangunan sekte.


O Ra tidak mengambil jalur udara,ia sengaja melesat melewati jalur darat dan sesekali ke puncak pohon untuk memastikan lokasi dirinya berada dan melihat seberapa jauh kota terdekat.


"Aku harus menemukan pemukiman warga terlebih dahulu dan menanyakan lokasi Desa Penempa? "


Swooossss......


O Ra mempercepat langkahnya guna segera menemukan pemukiman warga. Hingga menghabiskan beberapa batang dupa kemudian, ia pun berhasil menemukan sebuah kota.


"Kota Lembah Daun Perak?! " O Ra membaca tulisan pada papan yang tertera jelas di gerbang masuk sebuah kota yang berhasil dia singgahi.Kota Lembah Daun Perak sendiri termasuk ke dalam wilayah perlindungan dari sekte Jia, yang di pimpin oleh Patriak Jia Ma,yang merupakan mitra dari Wu Jian.


O Ra di sambut oleh penjaga gerbang kota setelah membayar beberapa keping perak sebagai biaya pajak masuk ke kota tersebut.


Dengan mengenakan seragam sekte Banteng Api, O Ra tentu saja menarik beberapa mata karena mereka belum pernah melihat seragam sekte seperti yang di kenakan O Ra saat ini.


Bahkan di antara mereka,mengira bahwa O Ra adalah murid dari sekte aliran hitam.


O Ra yang meski mengetahui dirinya telah menarik perhatian beberapa orang tetap dgn sikap tenang, ketika dirinya memasuki sebuah kedai makan.


"Selamat siang tuan muda?! apa tuan muda hendak memesan sesuatu?? "tanya pelayan yang menghampiri O Ra di mejanya.

__ADS_1


" Selamat siang! tolong siapkan menu makan dgn lauk ayam lengkap, serta satu teko teh hangat! "


"Baik tuan muda! silahkan di tunggu!! " ujar sang pelayan.kemudian berbalik untuk menyiapkan pesanan.


O Ra sendiri memuaskan matanya memandang ke berbagai sudut kota Lembah Daun Perak yang menurutnya sangat nyaman. hingga tatapanya mengunci ke sosok wanita yang berada jauh di sebrang pelataran kota di temani se ekor harimau berukuran besar berwarna putih.


"Cantik....! " gumam O Ra tanpa sadar dan matanya tak bisa ber alih dari sosok tersebut yang tak lain adalah Jia Ying, putri dari patriak Jia Ma. penguasa kota Lembah Daun Perak.


"Hai pemuda asing? aku memperhatikanmu seperti nya tengah menatap Nona Jia Ying?? katakan!! apa yang kau rencanakan?? " tiga pemuda memgahmpiri O Ra dgn maksud yang tak di mengerti oleh murid Wu Jian itu.


O Ra lalu melirik pada tiga pemuda yang mengurnya.. "maaf! aku tidak mengerti dgn maksud kalian?! " ujar O Ra, dgn nada sopan.


Namun,ketiga pemuda itu tak lantas menyudahi tuduhan tidak jelasnya.


"Cih,,, berlagak bodoh, sudah jelas kau menatap lekat Nona Ying dgn mata mesum, masih saja beralasan!! "


"Cukup!!! tolong pergilah! apapun maksud kalian aku tak perduli,aku kemari hanya ingin mengisi perutku! " Seru O Ra dengan suara sedikit meninggi.


Hanya saja, tiga pemuda itu tetap pada sikapnya,,, lebih dari itu, mereka merasa tak puas dan berani membuat masalah.


"Dasar keparat!!! kau masih tidak mau mengaku?? "


Salah satu dari mereka menyerang O Ra, dengan nafsu membunuh. O Ra yang dgn sangat jelas melihat gerakan tinju dari pemuda itupun hanya berkelit.


Namun ketika berhasil menghindar, dua pemuda lainya berlaku sama,yang membuat O Ra tak lagi punya pilihan selain memberikan pelajaran pada tiga pemuda sombong itu.


BAM.. BAM... BAM.....


Tinju O Ra telak mengenai ketiganya dan melemparkan tubuh mereka jauh keluar kedai makan.


BRUAKKK.......


Tiga tubuh terjungkal dan berguling di tanah, mulut mereka menjerit kesakitan dgn tangan menekan perut.


"Selalu saja ada hal seperti ini? padahal guru berpesan agar aku tak membuat masalah! tapi tetap saja, justru si pembuat masalah yang datang padaku.. Aizzz...!! "keluh O Ra sedikit menyesal. karena telah melanggar amanat dari Wu Jian.


Tak ingin masalah berlarut, O Ra dgn jantan menghampiri ketiga pemuda yang di hajarnya.


" Saudara, apapun masalahmu?! tolong lupakan! karna aku tidak datang sebagai musuh! "ucap O Ra. ketiga pemuda yang masih berusaha menahan rasa sakit akibat pukulan dari O Ra pun akhirnya mengangkat tangan.

__ADS_1


Di sisi lain, Jia Ying yang baru menyadari adanya keributan,langsung mencari mendekat untuk memastikan.


Dan alangkah terkejutnya, ternyata tiga pemuda yang di hajar O Ra ternyata murid dari sekte Jia.


"Rung, Sing, Fu? kalian tidak apa apa?? " Jia Ying melesat dan memeriksa ke adaan ketiga juniornya. sementara Harimau putih yang menemani Jia Ying langsung meraung dengan posisi siap menerkam O Ra.


"Kami tidak apa apa Nona! kami hanya masih merasa sangat sesak,, uhuk.. uhuk.. uhuk..! " jawab Rung terbatuk batuk.


Jia Ying memalingkan wajah,menatap penuh benci pada O Ra yang masih berdiri tenang memastikan keadaan Rung, Sing dan Fu.


"Nona! semua tidak seperti yang Anda lihat! mohon jangan salah paham!! aku bisa menjelaskan!! "Ujar O Ra yang tak ingin Jia Ying salah sangka.


Jia Ying berdiri dgn perlahan dan melangkah mendekat pada O Ra bersama Bai kecil.


" Apa kau pikir aku buta? lihat yang kau lakukan pada junior ku?! apa yang mau kau jelaskan, sialan! "


Swoooosssss.......


Jia Ying mencabut pedangnya seraya menyerang O Ra dengan sengit.O Ra sendiri tidak membalas, ia hanya berkelit dari setiap ayunan pedang Jia Ying yang menebas ke tubuhnya dan menghindari dari terkaman Harimau putih si Bai Kecil.


"Nona?! mohon jangan memaksaku seperti ke tiga junior anda sebelumnya!" seru O Ra memberikan peringatan pada Jia Ying,sayangnya,,,, Jia Ying yang sudah termakan emosi sama sekali tak menggubris ucapan O Ra hingga akhirnya.


BAMMM.........


O Ra,dengan terpaksa meledakkan aura penekanan di ranah raja tahap puncak,dan tidak ingin menekan dgn ranah sejatinya.membuat Jia Ying dan Bai kecil terhempas akibat dorongan energi yang di ledakkan O Ra.


"Sekali lagi! jangan memaksaku, Nona! "


"Bwuahh... ! " Jia Ying memuntahkan darah dan terluka dalam. pun dengan Bai Kecil yang meskipun mampu berdiri, namun tubuhnya terlihat bergetar.


"Aauuummmm.....! " Bai kecil meraung kecil menatap tajam O Ra.


"Diamlah!! aku tak ingin melukai siapapun!! " seru O Ra, kemudian mendekat dan memberikan sebuah pil pada Jia Ying.


"Telanlah pil ini,agar luka dalam mu tidak parah!! " bujuk O Ra.


Jia Ying tak menolak, namun ia tak mengalihkan tatapanya pada O Ra, bahkan saat ia menelan pil pemberian dari O Ra.


O Ra yang masih mendapat tatapan benci dari Jia Ying pun akhirnya kembali berkata..."Jika Nona ingin menuntut penjelasan?! aku tunggu di kedai makan itu! yang memang tujuanku hanya hendak memuaskan lidah saja!! " ucap O Ra. menunjuk ke arah kedai makan dan beranjak sesudah berucap pada Jia Ying.

__ADS_1


____________________


__ADS_2