Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Lamaran dan Pertarungan


__ADS_3

' sosok guru membuat semua fokus mengarah pada nya,ia begitu kuat bahkan menghadapi lima jendral sekaligus' Bisik Yang Quan membatin.


Keganasan guru sekaligus patriak muda itu,memang mampu memberikan semangat pada moral seluruh murid dan tetua Sekte Banteng api yang ikut terlibat dalam pertempuran.


Kematian?? mereka menganggap hal itu adalah pasti dan mereka lebih menganggap pertarungannya sebagai tantangan tersendiri.akan malu jika seorang anggota dari sekte Banteng api yang memiliki guru sekuat Wu Jian tertekan dengan sebuah pertarungan.


Seperti saat ini,bahkan Ban Xiao lupa pada jati diri nya yang seorang putra mahkota.sang pangeran Kekaisaran Ban itu benar benar menjadi seseorang yang haus akan pertarungan.


Bersama Hua Xia dan lainya,Ban Xiao yang memimpin kelompok murid elit sekte Banteng Api itu sangat trengginas,perpaduan serangan jarak dekat dan jarak jauh dari pasukan pemanah yang di ketuai Hua Xia, se akan tak tersentuh dan sangat mematikan.


Swosss.....


Ban Xiao menggeser tubuhnya nyerong kiri,menyilahkan sebilah pedang menebas udara kosong tepat melewati wajahnya.


"Selamat tinggal! " sembari sedikit memainkan pedangnya sebelum menebas tengkuk lawan.


Slaaasssshhhh.....


Berhasil melumpuhkan lawan,Ban Xiao tak lantas puas.sang putra mahkota melesat ke sisi lain membantu serangan yang tengah di lancarkan oleh sahabat sahabatnya.


"Pangeran, kau menghalangi bidikanku?! " teriak Hua Xia mengingatkan,bidikan anak panahnya terhalang oleh Ban Xiao yang baru saja bergabung.


Sang pangeran terkesiap dgn teriakan sang dewi panah itu,ia bergerak untuk menyisih dengan mata menatap kagum pada si pemilik suara yang tampak cantik mengenakan atribut lengkap.


Tak sengaja pula, Hua Xia sempat menangkap pandangan mata yang memiliki kesan berbeda dari tatapan Ban Xiao padanya yang tengah membidik lawannya.


"Ada apa dengan tatapan mu itu pangeran? " tegur Hua Xia seusai berhasil melesatkan anak panah tepat mengenai jantung sang lawan.


Ban Xiao sedikit tergagap,"ah,, tidak.tak ada Hua Xia! " elak nya, menjawab.


"Ck,,, jika pangeran menyukai ku? katakan sekarang! karena kita belum tentu selamat dari pertempuran ini! " desak Hua Xia,menuntut penjelasan dari tatapan Ban Xiao sebelumnya karena selain ia yang seorang petarung, Hua Xia juga tetaplah seorang gadis yang berhak atas takdirnya sendiri.


Swoooosssss......

__ADS_1


Ban Xiao tiba tiba melesat, mendekat pada Hua Xia.. "Apa benar aku boleh mengatakannya sekarang? " ucapnya mengejutkan Gadis yang langsung memaku diri itu.


"A__? "ucapan Hua Xia menggantung dengan mulut terbuka.ia di buat mematung oleh Ban Xiao yang ternyata menerima tantangannya.


"Hua Xia, Aku memang menyukai mu! jika kita bisa keluar hidup hidup dari pertempuran ini,aku akan melamar mu untuk menjadi istri ku! " Gegas Ban Xiao mengulurkan kedua tangan dan menangkup wajah Hua Xia lalu..


"Cup.... " Ban Xiao menyerang kening Hua Xia dengan Bibirnya menggunakan teknik kecepatan super sonic yang tak dapat di hindari oleh gadis cantik itu.


Swoooosssss


Yah,,, itulah kelakuan murid dari seorang Wu Jian.menyatakan perasaan seenak jidat, melamar wanitanya di sembarang tempat tanpa perduli apa.


Lebih sengkle nya lagi,Ban Xiao melesat pergi begitu saja setelah menyatakan perasaan dan niatnya yang ingin melamar,juga sempat mengecup kening Hua Xia tanpa menunggu tanggapan apapun dari wanitanya.


Kebahagiaan memang menghujam hati seorang Hua Xia saat ini,seakan melumpuhkan indera geraknya. air mata Hua Xia meluruh tanpa di suruh.


"Kau pemuda sialan pertama yang membuat tubuhku lumpuh seperti ini,Xiao Gege.kau harus bertanggung jawab karena telah menebas dinding hatiku dengan ucapanmu tadi! " gumam Hua Xia dengan bibir bergetar.ia pun segera mentas dari mangu nya, lalu menyapu pandangannya mencari Pemuda yang telah menebas hatinya.


"Hai Pangeran lancang? apa kau ingin lari setelah apa yang kau lakukan padaku? " sembari melepaskan anak panah ke arah musuh, Hua Xia yang kini berada tak jauh dari Ban Xiao memberi tatapan mengancam pada sang pangeran.


Tang... tang... Sslaaasssshhh....


Ban Xiao bertukar pedang beberapa saat dan menebas kemudian.


"Cih,,, tak bisakah aku menyelesaikan urusanku?! kalian bisa menunggu setelah aku berbicara pada calon ratuku! "


Swooosss....


Ban Xiao berkelit dari berbagai serangan tanpa perduli pada Hua Xia yang wajahnya bersemu merah muda karena di hajar habis habisan oleh serangan rayuannya.


"Jangan mempersulit pria ku, keparat!! " tiba tiba sikap Hua Xia menjadi sangat marah, saat Ban Xiao nampak kesulitan meladeni serangan yang datang dari beberapa pasukan ras kaisar.


Cleppp.. cleppp.. cleppp..

__ADS_1


Tiga anak panah melesat, tiga ras kaisar tumbang.Hua Xia mengamuk melihat Ban Xiao yang mendapat tekanan dari lawan lawanya.


"Mau mati, mati saja kalian! tak perlu menyusahkan Xiao Gege!! " lagi, Hua Xia bergerak kian kemari, kali ini menggunakan anak panah yang terbentuk dari energi sekitar.


BOMM... BOOM..


Ban Xiao merasa sangat terbantu,yang akhirnya ia bisa keluar dari tekanan dan krisis pertarungan.sejurus kemudian, sang pangeran tak kalah beringas. sebagai pria dari wanita yang baru saja ia lamar, tentu ia ingin mengambil perannya sebagai calon suami yang layak bagi seorang gadis seperti Hua Xia.


Ban Xiao menggila, tidak ada yang lolos dari setiap ayunan pedangngnya, seakan dirinya adalah pedang itu sendiri.ia menerjang, sementara Hua Xia menyibak pasukan lawan dengan lesatan anak panah yang gadis cantik itu lepaskan tiada henti.


Kelamaan, pasangan baru itu menjadi pusat perhatian bagi murid elit lainya yang akhirnya kembali merangsek bersama Xiao dan Xia memborbardir pasukan lawan.


Kebringasan mereka tak lepas dari tatapan 12 Banteng yang memuji kegigihan semua juniornya.Wang Xuan, Xi Nan, O Ra, Yang Quan yang paling dekat dari posisi kelompok murid elit Banteng Api tersebut, tak henti di buat takjub.


"Saudara Wang, aku tak melihat sesosok pangeran dari Ban Xiao? " ujar O Ra.


"M... kau benar saudara O.kini Ban Xiao terlihat seperti petarung sejati" sahut Wang Xuan.


"Pertarungan belum berakhir,mereka semua akan puas dengan pertempuran ini! "sergah Xi Nan.


" Ya kau benar saudara Nan! mari kita kawal kelompok murid elit sekte kita dan buat mereka selalu haus akan pertarungan! "timpal Yang Quan.


" Kalau begitu,sebaiknya habiskan hidangan yang menjadi bagian kita,setelah itu kita kawal mereka semua!! "


"m... "O Ra mengangguk,lalu mulai mempersiapkan serangannya.


"Amukan Sang Banteng....!!! "


BOOOOM....


"Tandukan Banteng Api..... " Yang Quan tak mau kalah, di susul dengan lainya yang ikut melancarkan kekuatan energi penghancur yang berkekuatan sama.


SWOOOOOOOSSSSSSS....

__ADS_1


BLAAAAAAAMMMMMMMMM


___________


__ADS_2