Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Debaran Jantung


__ADS_3

Lembah kutukan...


Jung Mo Gui yang mengetahui komandan Kal Gui gagal dalam misinya hanya menghela nafas.ia tak menyangka bahwa semua kultivator daratan timur memiliki kesiapan matang menyambut pasukanya.


Dalam diamnya,, Jung Mo Gui memikirkan berbagai hal dan kemungkinan yang harus dirinya putuskan untuk menghentikan utusan dari ras kaisar yang menurut titah sang kaisar iblis, utusan itu adalah ancaman bagi masa depan ras nya.


"Aku telah meremehkan daratan timur! dan juga,, ternyata pedang Naga perak ada di tangan kultivator daratan timur? aku harus lebih berhati hati mulai sekarang!! "gumamnya.


" Baiklah!! lebih baik aku menunggu pemuda itu datang berkunjung ke daratan tengah ini,,, setidaknya, apa yang dia cari berada di lembah Naga iblis!! "lanjutnya, kemudian Jendral Jung Mo Gui mendekat ke salah satu komandan nya.


" Meski mereka yang menjaga segel adalah Sekutu,,, tapi kita tidak terikat hubungan apapun dgn mereka, selain kepentingan masing masing!! bawa pasukan dan buat daratan tengah ini bergejolak, agar pemuda itu kesulitan ketika tiba di daratan ini!!buat semua kekuatan mengarahkan pandangan mereka pada pemuda dari daratan timur itu dan menyalahkanya"Jung Mo Gui memberikan titahnya.


" Baik Jendral!!! "jawab komandan Peng Gui. seorang komandan pasukan iblis yang berada di ranah kaisar tahap menengah tingkat 7.


" Pergilah!! "


*


*


Daratan Timur,Dua pekan seusai pertempuran.....


Seorang gadis dengan visual hampir di katakan sempurna dengan kecantikan yang luar biasa,duduk menghadap arah barat merasakan hangat temaram sore hari dari pinggir danau taman yang ada di sekte Naga Perak.



Nuwa,dia yang telah mengakhiri kultivasi dan kini berada di ranah Langit tahap menengah.sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang yang sebelumnya tak dapat ber kultivasi.


"Nuwa'er?? apa kau masih ingin berlama lama di taman ini?? " Yan Guo, yang meski merasa sangat senang melihat putrinya dapat ber kultivasi,namun sebagai seorang ayah dirinya dapat merasakan hal yang masih mengganjal pada putrinya.


Dalam beberapa kesempatan, dirinya harus mendapati Putrinya yang melamun dan hal itu membuatnya sedikit resah, seperti saat ini.


Nuwa yang melihat kedatangan Ayahnya, segera beranjak dan mengambil sikap.


"Tidak, Nuwa'er sudah cukup lama di tempat ini,,, dan ayah?! Nuwa'er ingin pergi ke desa penempa sekarang!? " sahut Nuwa sekaligus meminta izin pada Yan Guo.


Namun seseorang tiba tiba muncul menghampiri ayah dan putrinya tersebut.


"Mulai hari ini,, desa penempa tertutup untuk umum, Nona?!! "

__ADS_1


Deggg.....


Jantung Nuwa seketika berdebar kencang, mendengar suara dari seseorang yang selama ini menjadi penyebab dirinya sering melamun.


Di hadapan pemuda itu, bahkan wanita pemilik kecantikan luar bisa seperti dirinya,,, seakan tak berarti di mata pemuda yang baru saja bersuara tadi dan yang ada, Nuwa merasa seperti kebanyakan wanita yang biasa di temui di manapun, setidaknya,, itu yang ada di pikiran Nuwa meskipun salah.


Karena sebenarnya, pemuda itu pun memiliki ketertarikan emosi yang sama seperti dirinya selama ini.


Perlahan,Nuwa memaksakan wajahnya menoleh ke pemuda tersebut, namun seberapapun di paksakan,bahkan matanya selalu menolak menatap pemuda itu.


Di sisi lain, Yan Guo merasa senang sekaligus kesal jika harus bertemu dgn pemuda yang tak lain adalah Wu Jian.seorang pemuda yang tak memiliki tatakrama.


Namun Yan Guo selalu heran karena Wu Jian menunjukkan sikap tak sopan nya hanya pada dirinya saja, sedangkan pemuda itu tak melakukanya pada siapapun.


"Haizzzz..... kau selalu datang se enaknya se akan ini bukan sekte Naga perak,,ck ?! " hardik Yan Guo.


Wu Jian tak lekas menimpali,ia justru mendekat pada Nuwa dan berdiri tepat di hadapan wajah cantik yang langsung memerah karena malu.


"Hei,, pemuda sialan?! apa yang mau kau lakukan pada putriku?? " teriak Yan Guo.


"Ck.... " Wu Jian berdecit kesal pada Yan Guo, lalu mengadu pada Nuwa.


"Haizzz.... Nuwa'er,tolong racuni pemuda sialan itu untuk ayah!!! "seru Yan Guo lalu memilih pergi.


Swooossssss........


Yan Guo melesat setelah berpesan pada putrinya,yang tujuanya tak lain agar keduanya bisa berbincang.


Setelah Yan Guo tidak terlihat, Wu Jian kembali menatap wajah Cantik Nuwa dan berucap...


" Apa kau merasa tak nyaman setiap kali aku datang menemuimu dan ayahmu?? "tanya Wu Jian.


" mm.... "Nuwa bergeleng..


" Apa kau tau alasanku datang kesini menemuimu?? "


"m... " Nuwa kembali menggelengkan kepala dengan wajah menunduk.


"Karena akupun mulai tak nyaman berada di tempat jauh jika aku sendiri tak bisa memastikan dirimu selalu dalam keadaan baik baik saja! " Wu Jian menjawab pertanyaanya sendiri.

__ADS_1


Deggg......


Nuwa di buat tertegun oleh ucapan Wu Jian,, perlahan gadis cantik itu mengangkat wajah ayu nya kemudian tatapan mata coklatnya mengunci wajah tampan nan tegas yang berada tepat sejengkal jari dari hidung mungilnya.


"m... " Wu Jian mengangguk


"Aku sangat menghormati ayah mu,, tapi penghormatan itu tak lebih besar dari aku yang menghormatimu sebagai seorang wanita! "


"Aku lelaki beristri,yang setidaknya aku akan berbuat selayaknya sebagai seorang suami..! "


"Aku tak ingin menjadikanmu sebagai perayaan sesaat bagiku! karna sosokmu sudah selayaknya berdiri sejajar bersama Bing RouYu! "


"Aku hanya bisa mengatakan,,Jika aku memang lelaki yang layak untuk kamu tunggu? maka aku akan menciptakan saat saat itu! namun jika kau lelah dgn itu?? maka cukuplah dgn bertambah kuat dan jangan hiraukan emosimu untukku!! "


Nuwa sedari tadi berjibaku menahan kecamuk hatinya, namun seberapapun kuatnya ia, wanita itu tak dapat menyembunyikan emosi yg tergambar dari nanar matanya, meski berusaha menyembunyikan dari Wu Jian.


Melihat Nuwa,,,lalu Dengan lembut Wu Jian meraih kedua tangan Nuwa dan menariknya kedalam dekapan hangat pelukannya.


Nuwa yang masih tanpa kata,hanya melingkarkan kedua tangan lalu merengkuh tubuh pemuda yang memang sangat dirinya harapkan dengan tulus, meski kedua matanya kini mulai berair.


Wu Jian kembali berkata dgn lembut di telinga Nuwa....


"Setelah ini aku pamit!! bertambahlah kuat,sementara aku pergi untuk menyelesaikan urusanku di daratan tengah!! " ucapnya, yang dgn perlahan Wu Jian menyudahi pelukanya lalu tiba tiba...


Cup......


Dengan lembut Wu Jian akhirnya mengecup kening Nuwa,sembari merapikan daun rambut dan membuat gadis itu menggigit bibir tipisnya,salah tingkah menahan malu.


"Apa kamu tak ingin mengatakan apapun sebelum aku pergi?? " ujar Wu Jian yg sedari awal belum mendengar suara Nuwa.


Nuwa memberanikan diri berucap...


"Berhati hatilah,,,,,,, Ge,,,, ge!! "ucap Nuwa terbata, yang hal itu membuat Wu Jian tersenyum lalu kembali menarik tubuh Nuwa kedalam pelukanya.


" Emm....Gege akan berhati hati"tukas Wu Jian.


Keduanya cukup lama menikmati pelukan,sebelum akhirnya Nuwa mengantar Wu Jian yang hendak pergi dan Wu Jian memberi pesan pada Nuwa agar tak lagi datang ke desa penempa dgn alasan,karena dirinya telah memagari seluruh wilayah desa itu dgn formasi agar penduduk di sana bisa berkultivasi seperti Nuwa,,,namun tanpa Wu Jian dan Nuwa sadari,, Yan Guo mengawasi kebersamaan mereka sedari awal dgn wajah merah padam karena kesal.


"Haizzzz......Awas saja jika pemuda sialan itu berani menyakiti putriku!!!" Yan Guo hanya bisa mengumpat namun tak bisa mencegah karena melihat putrinya yang sangat bahagia bersama Wu Jian.

__ADS_1


__________________________


__ADS_2