Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Akhir 1


__ADS_3

Ribuan mulut bungkam.diam tanpa kata,sebagian dari mereka larut dalam takjub dan kekaguman dan sebagian lainnya menunduk menyesalkan.


Wu Jian berdiri gagah mendapatkan rasa hormat, sedangkan Luo Shen mendapat pengakuan dan kelayakan nya sebagai seorang petarung meski harus menemui ajalnya.


Zi Ra Shen merekatkan kepalan tangan menatap seorang pemuda yang telah mengalahkan jendral terkuatnya dalam pertarungan hidup mati.namun tak tersemat dendam dari sorot mata tajam nya.


"Anak muda. aku mengakaui kemenangan mu! " ujar Zi Ra Shen bersuara.


Wu Jian lantas menengok ke asal suara. " Dan Aku memaklumi kekalahan jendral mu, Zi Ra Shen! " timpalnya sarkas.


Swoooosssss.......


Ribuan pasukan melesat menghampiri Wu Jian dalam barisan rapih,lalu berlutut satu kaki dengan wajah menunduk memberi penghormatan pada Sang patriak muda.


"Salam hormat pada pemimpin muda! " mereka adalah pasukan yang di bentuk oleh Wu Jian sendiri, yang berasal dari kalangan manusia biasa desa penempa.


Pasukan itu seakan menegaskan identitas dari seorang Wu Jian dan keberadaan pasukan dari desa penempa itu hanya di ketahui oleh beberapa orang saja.


"Bangunlah kalian! aku tak pernah meminta kalian berlaku seperti saat ini!"


"Jangan meracuni ku dengan sikap hormat seperti yang kalian lakukan! tetua Ran? berdirilah! " serunya, yang seakan ucapanya menjadi sebuah titah bagi Tetua Ran dan lainnya.


"Terimakasih pemimpin! " jawab tetua Ran tegas, lalu kembali berdiri dalam barisan.


Swooooossssss......


Tak lagi sungkan,12 murid utama, ratusan tetua dan ribuan murid sekte banteng api membentuk barisan yang sama dan memilih berdiri sejajar dengan pasukan yang di pimpin oleh tetua Ran.


"Murid menyapa Patriak Muda Sekte Banteng Api, Qian Shan! " teriak semua anggota sekte Banteng Api,menciptakan gemuruh di udara wilayah barat daratan tengah.


Qian Du Shen, Dai Bo Shen, Biksu Tao, Ma Lun dan 7 pemuda dari benua biru Yan Guo,Ryu Ma, Ryu Shen dan ratusan tokoh daratan tengah juga puluhan tuan kota tak hentinya di buat takjub dengan jiwa kepemimpinan seorang Wu Jian.


"Haizzzz.... ada apa dengan kalian?? apa kalian tidak bisa melakukannya saat berada di sekte? " keluh Wu Jian merasa tidak enak,karena mereka menyebut dirinya dgn nama Qian Shan. apalagi saat ia menarik sudut mata melirik ke arah Calon Mertuanya yang kini menekuk wajahnya.


"Cih,,, dasar penipu,Kemarin Wu Jian. Sekarang jadi Qian Shan?! " cibir Yan Guo dengan nada ketus.karena sebenarnya, ia pun sudah tau tentang identitas Qian Shan dari O Ra, sewaktu berkunjung ke sekte naga perak di daratan timur.


' pencapaian mu membuatku sangat terkejut, Bocah' lanjutnya membatin.yang pada akhirnya, ia pun tak dapat menyangkal bahwa calon menantunya memang seorang pemuda yang sangat luar biasa.


"Zi Ra Shen? " seru Wu Jian


Semua orang lantas menjatuhkan pandangan mereka pada si pemilik nama yang di sebutkan oleh Wu Jian.


"Qian Du Shen? " kini Wu Jian menyerukan nama kaisar dari rasnya.


"Aku Wu Jian putra Wu Feng, pelindung Benua Biru menyatakan bahwa misi ku usai,tugas ku untuk membuka segel kutukan di alam menengah ini telah tuntas! "


"KEBANGKITAN RAS KAISAR ..! "

__ADS_1


"aku sudah membuka jalan untuk itu,selanjutnya aku kembalikan masa depan ras kaisar pada kalian sendiri! "


"Dan kau Zi Ra Shen? kecuali jika memang kau masih ingin membuat perhitungan dengan semua kultivator di daratan tengah dan timur, maka aku takan memandang siapa pun! "kecam Wu Jian memasang wajah serius pada Zi Ra Shen.


" Anak muda?! apa kau merasa tak terlalu sombong? apa aku akan gentar dengan ancaman mu itu? " Boleh saja Wu Jian mampu mengalahkan jendral Luo Shen. tapi dirinya?? Zi Ra Shen adalah seorang kaisar dari rasnya. tentu ia tak ingin kehilangan muka.


"Sombong? " Ucap Wu Jian mengulang perkataan Zi Ra Shen, lalu dengan santainya,ia meledakkan kekuatan sejati yang selama ini ia sembunyikan.


"Aura Dewa......!!! "


BAM....


Energi ke emasan meledak ledak,tubuh Wu Jian memancarkan cahaya ke emasan membuat Zi Ra Shen dan semua orang bergetar, dengan hanya merasakan auranya saja.


"Katakan Zi Ra Shen?!! apa keputusanmu! " serunya dengan suara pelan namun menekan.


BRUGGHHHH......


Seluruh pasukan dan semua tokoh kuat tiba tiba hilang keseimbangan dan ke ahlian terbang mereka, usai Wu Jian meledakkan Aura Dewa yang selama ini di sembunyikan nya.mereka semua di paksa mendarat ke tanah tanpa kecuali, beruntung Wu Jian masih menahan mereka dengan kekuatan energi sehingga tidak ada yang terluka.


Aura Dewa itu berasal dari inti energi tunas buah abadi yang bersemayam jauh di dalam jiwa Wu Jian dan kali ini, ia gunakan untuk menekan seorang Zi Ra Shen.


"Aku Zi Ra Shen, menarik diri dari alam menengah dan membatalkan pertarungan hidup mati" sembari berlutut dengan satu tangan menyentuh tanah, Zi Ra Shen memutuskan untuk menyudahi peperangan.


"Bagaimana dengan mu Qian Du Shen?" kini giliran Qian Du Shen yang mendapat pertanyaan yang sama.


Bruggghhh......


"Kami mengikuti titah yang mulia kaisar Qian Shen! " ucap mereka lantang dengan suara serentak.


Akhirnya,,,bagi seorang Qian Du Shen.hari inilah yang mereka tunggu tunggu, dimana ia pada akhirnya memang harus memberi penghormatan tertinggi pada seorang Wu Jian seperti yang pernah ia katakan pada semua pasukannya.


Wu Jian adalah pewaris darah Qian Shen, yaitu kaisar tertinggi dari ras mereka di generasi kedua.maka pantas lah bagi Qian Du Shen,saat seorang Wu Jian menunjukkan aura dewa nya,artinya Wu Jian telah di pilih untuk memimpin ras kaisar.


"Zi Ra Shen? aku ingin memberimu pilihan! berada di bawah kepemimpinan ku dan mari kita bangkitkan kembali kejayaan ras kaisar! atau kau tetap memilih jalan mu sendiri? " Wu Jian menawarkan pilihan pada Zi Ra Shen.


"Sebelum menjawab, aku ingin bertanya?! jika sedari awal kau memang mampu, kenapa anda harus bersusah payah melakoni pertarungan selama ini? " Zi Ra Shen meluapkan kekesalannya,karena jika Wu Jian memiliki kekuatan dewa, bukankah sedari awal ia akan dengan mudah menumpas semua pasukannya.


"Ya,baiklah! aku akan menjawab semuanya untukmu! "ujar Wu Jian, lalu menembakkan energi sebesar biji kacang hijau pada kening Zi Ra Shen.


" Itu adalah jawaban atas pertanyaan mu, Zi Ra Shen! "seru Wu Jian tegas.


Zi Ra Shen menyerap informasi yang menjadi jawaban atas semua pertanyaan nya, bahkan lebih dari itu.Wu Jian sengaja menambahkan informasi lainnya pada Zi Ra Shen.


" Bagaimana? "


"Aku Zi Ra Shen,mengambil sumpah! selamanya akan berada di bawah pimpinan tertinggi ras kaisar, Wu Jian! "

__ADS_1


DUAAAAAAAARRRRRRRR.......


Suara guntur menggelegar, seakan merestui sumpah dari seorang Zi Ra Shen.namun, tidak nampak keraguan dari wajah Zi Ra Shen, ia pun menoleh ke arah Qian Du Shen. keduanya beradu tatap lalu sama sama mengangguk.


Artinya, kini kedua pihak yang berselisih selama bermilenium waktu telah memilih untuk menyudahi di bawah kepemimpinan seorang Wu Jian.


Wu Jian mengulas Senyum, matanya lalu mengarah ke beberapa orang."Kenapa aku seperti orang lain di mata kalian? saudara Ye, saudara Fang, saudara Ghong, saudara Luan,saudara Zhou. aku adalah junior Jian, saudara kalian! " sapanya pada lima pemuda dari benua biru yang paling berjasa dalam petualangan hidupnya.


Ke limanya merasa terharu mendapat kehormatan tertinggi dengan hanya menyebutkan nama mereka yang terucap dari seorang pemimpin tertinggi ras kaisar, pemimpin tertinggi kalangan manusia biasa, patriak sekte Banteng api, pelindunga muda benua biru.


Seruan Wu Jian sudah cukup membuat tubuh mereka bergetar dan merasa sangat bangga, terlebih juniornya tak melupakan mereka.kelimanya hendak berlutut, namun....


"Jika senior melakukannya! maka aku akan memutus persaudaraan kita! " ancam Wu Jian, mencegah kelimanya agar tidak berlutut di hadapannya.


Swoooossssss........


Wu Jian memilih segera menghampiri dan menyapanya seperti saat pertama kali ia berkenalan dengan Ye Han dan Lainnya. tak lupa, ia menyapa Zhang Xuan dan Lan Yi, serta memberi hormat pada Biksu Tao.


Namun saat matanya bersitatap dengan Ma Lun,. "Kau__? " tunjuk Wu Jian pada Ma Lun.


"Ya aku! kenapa? apa kau tak mengenaliku, heuh? " ucap Ma Lun.


"Ck,,, kau burung pipit, kemana paruh dan sayap bebek mu itu? " sindir Wu Jian sambil sedikit melihat lihat ke arah mulut dan punggung Ma Lun.


"Dasar pemuda sialan!! kau memang tak pernah berubah! selalu membuatku sial...! " sentaknya dengan marah, Ma Lun tak bisa menahan emosinya lagi, gegas ia mengayunkan tinjunya ke arah perut Wu Jian dan....


BAAAAMMMMMM........


Ma Lun berhasil menghantam Wu Jian dan membuatnya terpental jauh. namun Ma Lun, harus menerima tatapan membunuh dari ribuan pasang mata karena telah lancang menyerang seorang Wu Jian.


Swoooosssss......


Ma Lun, siluman elang dari hutan iblis benua biru, memang memiliki urusannya sendiri dengan Wu Jian.ia segera melesat dan kini berdiri di udara. "Aku tidak ada urusan dengan kelian semua! tapi pemuda sialan itu berhutang pertarungan padaku mohon jangan ikut campur! " Ma Lun segera menyampaikan penjelasan, kemudian melesat mengejar Wu Jian.


Sejatinya, ia tau takan bisa menang melawan Wu Jian. namun ia selalu tertantang setiap kali mengingat pemuda yang membuatnya marah tersbut.


Biksu Tao hanya bisa menggelengkan kepala, sedangkan yang lain merasa penasaran dengan identitas Ma Lun.


"Aku akan membunuh pemuda sialaaannnn!! " teriak Ma Lun, yang ternyata mendapat dukungan dari Yan Guo.


"Hajar dia, buat dia babak belur!! " seru Yan Guo dengan semangat, membuat semua orang heran dengan sikap dari calon mertua Wu Jian itu.


"Ck... kalian tak perlu memandangku seperti itu!! memangnya kenapa kalau aku mendukung orang yang menjadi lawan pemuda sialan itu, heuh! " Yan Guo membela diri dari tatapan semua orang yang masih keheranan.


"Yu'er? apa kau mengenal orang itu? " tanya Yan Guo pada Bing RouYu melalui pesan jiwa.


"m... namanya Ma Lun, dia ras binatang iblis dari hutan iblis benua biru.dia adalah sahabat Jian Gege, namun keduanya memiliki cara yang aneh untuk menunjukkan ke akraban mereka, salah satunya dengan saling memberikan tantangan untuk bertarung! " ujar Bing RouYu menjelaskan.

__ADS_1


"Begitu? hehehee,,,,, aku akan selalu mendukung mu Ma Lun! hajar pemuda sialan itu sampai mimisan!!!" Yan Guo bersemangat, ia memberikan dukungannya pada Ma Lun seperti merasa telah menemukan Sekutu untuk melawan calon menantunya.


________________


__ADS_2