Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Menjelang end


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu usai urung membumi hanguskan Kuil 7langit,sekte Banteng Api benar benar di puncak kejayaannya. Terbukti dari banyaknya kunjungan Tuan tuan kota dari berbagai wilayah di daratan tengah menawarkan diri agar sekte Banteng api membuka cabang di kota kota yang mereka pimpin.


Banyak sekte, klan dan keluarga bangsawan yang kini memilih bernaung di bawah nama besar sekte Banteng Api.


Nama besar Sekte yang di pimpin oleh seorang Patriak muda itu, bahkan menarik minat dari daratan lain yang mendengar selentingan tentang betapa hebatnya seorang Wu Jian.


Tak hanya sekte.Namun Kekaisaran Ban yang di pimpin oleh Kaisar Ban Qishao pun ikut merasakan dampak luar biasa.terlebih sang putra mahkota Ban Xiao adalah pemimpin dari murid elit sekte.Kaisar Ban Qisaho selalu di buat sibuk dengan penerimaan kunjungan tamu dari berbagai wilayah yang memiliki tujuan yang sama, yaitu agar dapat lebih dekat dengan Sekte Banteng Api.


Dan yang paling diuntungkan dari segi finansial adalah 25keluarga bangsawan, karena mereka adalah pemilik modal dari sekte Banteng api.


Wu Jian tidak keberatan dengan hal itu. karena bagaimanapun,Sang legenda menganggap bahwa hal itu sebagai bentuk simbiosis mutualisme.karena memang sedari awal.sekte itu di bangun karena ke isengannya untuk menguji 12 murid utamanya saja.penamaan sekte Banteng api pun terinspirasi dari Niu kecil,seekor anakan Banteng favoritnya. namun siapa sangka, sekte yang di bangun berdasarkan pengujian nyatanya bisa berkembang dan memiliki nama besar seperti saat ini.


***


Sore hari yang hangat,saat cahaya mentari mulai menguning.12 murid utama berdiri sejajar dengan gagah mengenakan seragam yang selaras berwarna Putih dengan corak emas serta berbagai aksesoris melekat lainnya yang membuat mereka terlihat lebih tampan dan tegas.Mereka mendampingi Wu Jian di atas podium yang ada di pelataran luar sekte Banteng Api.


Sementara ribuan murid sekte berjejer, berbaris dengan sangat rapih menghadap podium,menantikan Sambutan pidato dari Patriak muda mereka.tak ketinggalan, 200 tetua turut hadir dalam moment itu dan berada di barisan paling depan.

__ADS_1


Di sisi kanan podium menjadi tempat bagi tamu dari berbagai wilayah dengan identitas tak sederhana,sementara di sisi kiri di peruntukkan bagi kerabat dari Wu Jian sendiri, yaitu Istri,7 saudara dari benua biru, 25 kepala keluarga bangsawan, juga nampak terlihat di sana, Yan Guo, Chen Qin, Patriak Sekte Jia dan lainnya.


Wu Jian sendiri menatap tegas menyapu pandangan nya pada seluruh murid sekte yang memasang wajah kagum terhadap sosoknya.


"Aku Wu Jian menyapa kalian semua?! "ucap Sang Patriak membuka suara.


Segera seluruh murid menghentak dada mereka menggunakan tangan kanan sebagai bentuk sikap hormat.


BRUGGG


Sejenak Wu Jian kembali bungkam,ia benar benar merasakan atmosfir luar biasa dari suasana saat ini lalu memejamkan mata untuk sesaat.


"Fyuuuhhh....! " Ia membuka mata dan membuang nafas pelan.


"Pertama.Nama ku bukanlah Qian Shan, meskipun aku memang memakai nama itu. Harus kalian ingat! Namaku adalah Wu Jian, Putra dari Wu Feng dan A Yin!"


"Sebelum hari ini,aku datang sendirian sengaja membawa misi, yaitu berkenaan dengan Ras Kaisar.tapi siapa sangka? sekarang aku memiliki begitu banyak saudara, yaitu kalian! "

__ADS_1


"Dengar baik baik! Tidak ada pahlawan yang memenangkan pertempuran sendirian!? Contoh,seperti sekte ini! Banteng Api memang memiliki nama besar,namun kehormatan atas namanya,ada pada kalian semua!"


"Buat diri kalian selalu layak! dan tidak berkutat hanya pada kekuatan semata!karena masih ada banyak hal yang bisa di jadikan faktor atas kelayakan kalian sebagai murid sekte Banteng api."


"Apa kalian semua mengerti?? "


"KAMI MENGERTI PATRIAK!!! " sahut semua murid.


"Dan satu hal terakhir sebelum aku menyudahi penyampaianku ini,kalian juga harus ing____at! " tiba tiba suara Wu Jian memelan,lalu ia menggantung ucapanya,seraya menoleh ke salah satu arah mengunci tatapannya di sana.


Jantung Wu Jian tiba tiba berdegup kencang entah karena sebab apa,tangannya mengepal kencang merasakan gejolak emosi yang mulai berkecamuk.


"Kalian?! " gumamnya.


_________________


ADA PEMUDA DARI BENUA SELATAN DATANG BERKUNJUNG MEMBAWA CERITA DALAM NOVEL KARYA RECEHNYA, JUDULNYA "BAI XIAN" SILAHKAN BERKUNJUNG SAUDARA!?😁😁😁🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2