Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
De Sa Han Tetangga


__ADS_3

Kota Shu Nang...


Malam hari, Wu Jian menginjakkan kakinya di depan sebuah penginapan dan memilih beristirahat di sana dgn memesan kamar VIP.


Di dalam kamar, Wu Jian menyempatkan diri memeriksa hasil jarahanya dari markas ras iblis dgn persepsinya.


"Ternyata mereka sangat kaya dan banyak hal lainya yang bisa di bilang sangat berharga bila aku jual di pelelangan, hehhehe!! " ucapnya merasa senang karena mendapatkan banyak harta karun.


Namun di saat dirinya bersiap untuk memejamkan mata......


"Ah... yah,, ouchh... iya sayang!! "


"owh.. terus,jangan berhenti sayang!!iya benar seperti itu,, aaahhh!!! "


"Lagihh.. ahh... tekan lebih dalam.. owh"


Wu Jian langsung kembali mengambil sikap duduk di atas ranjangnya, mendengar teriakan de-sahan dan e-rangan suara perempuan, yang sepertinya tengah di hantam habis habisan oleh 'Tongkat Raja'.


"Haizzzz..... berisik sekali?? tubuh sedang lelah, harus menemukan tetangga hal seperti ini!! " keluh Wu Jian.


Ia lalu bersusah payah meredam emosinya,dari mulai menutup telinga dgn bantal,meringkuk di bawah selimut dan hal lain yang bisa ia lakukan.


Namun Suara pertempuran yang berada di kamar sebelahnya justru semakin menjadi, hingga....


"Sialaaaaaaaaannnnnnn!!!!! "


BOOOOOOMMMMMMMMMMM.....


Wu Jian yang tak bisa lagi menahan emosinya, menghancurkan kamar yang berisi dua orang beda kelamin yang tengah bersenang senang dan melempar jauh keduanya bersama puing kamar yang mereka sewa.


Dan tentu saja, hal itu membuat sebagian bangunan penginapan hancur. beruntung dua orang tadi tidak tewas, mereka hanya mendapatkan luka ringan dan rasa malu, menjadi tontonan Warga.


Sedangkan Wu Jian tak perduli dan kembali berbaring di ranjang kamarnya yang kini tak beratap.


"Mengganggu saja,,, Ck!! " ujar Wu Jian lalu tertidur.


Di lain sisi, sang pemilik penginapan hanya bisa menahan tangis melihat kondis penginapan nya yang sebagian kini hancur akibat ulah dari salah satu pelangganya,namun diapun tak bisa berbuat apapun pada si perusak, yaitu Wu Jian.


Dia dan semua pengawalnya tidak berani menyinggung pemuda yang mereka tau bahwa Wu Jian adalah pemuda yang sangat kuat.


_______________


Pagi hari,,,,


Wu Jian yang merasa cukup dengan istirahat menemui sang pemilik penginapan.


"Selamat pagi senior? " sapa Wu Jian dgn sopan.

__ADS_1


Pemilik penginapan hanya mengangguk ragu menjawab sapaan Wu Jian.namun pemuda itu memahami sikap yang di tunjukan oleh pemilik penginapan.


"Terimalah ini, sebagai kompensasi karena aku telah menghancurkan sebagian penginapan senior! " ucap Wu Jian sambil mengeluarkan ratusan koin emas, membuat mata pemilik penginapan terbelalak.


"Tuan muda, ini terlalu banyak!! " ucapnya. namun Wu Jian tersenyum "Jika ada lebih,hitung ketika aku menginap lagi di tempat anda!! " seru Wu Jian.


"Terimakasih tuan muda! aku akan mengingatnya,! "


"Ya sudah! aku anggap semua beres, dan sekarang aku pamit senior! " tutur Wu Jian.


"Murid menyapa guru!!! "


Belum sempat Wu Jian menggeser kakinya, Wang Xuan dan 11shabatnya menghentikan Wu Jian.


"Haizzz... ternyata kalian? baru saja aku berniat mengunjungi kediaman mu Wang Xuan. ternyata kau ada disini!? " sangat kebetulan Wu Jian bertemu dgn para calon muridnya.


Dan sekali lagi, Wu Jian membuat mulut semua orang yang berada di penginapan itu menganga.


Apa lagi alasannya jika bukan karena Tuan Muda dari keluarga Wang yang memanggilnya 'Guru'.yang padahal, jika di lihat dari usia, bahkan Wu Jian lebih muda dari Wang Xuan.


Menghiraukan semua tatapan mata yang mengarah padanya, Wu Jian lalu mengajak ke 12calon muridnya meninggalkan penginapan.


Sembari berjalan kaki dgn santai, Wu Jian berbincang dengan semua calon muridnya.


"Bagaimana Wang? apa kau sudah mendapatkan tempat yang cocok untuk membangun sebuah sekte?? "


"Kalau seperti itu, aku ingin melihat tempat itu! antarkan aku ke sana sekarang! "seru Wu Jian


"baik guru! "ujar Wang Xuan.


Namun sesaat sebelum mereka hendak melesat terbang...


Swoooosss... swooossss... swoooosss


5 orang sepuh menghentikan Wu Jian dan lainya.


" kakekBiu, paman Zi, paman Mo, paman Jun dan Bibi Zixi! "Wang Xuan langsung menjurah hormat pada kelimanya, yang ternyata adalah bagian dari keluarga bangsawan Wang.


" m.... "kakek Biu atau Wang Biu, merupakan kepala keluarga dari Keluarga Wang. ia hanya mengangguk menjawab Wang Xuan.namun tatapannya kemudian di arahkan pada sosok Wu Jian.


" Anak muda? jika orang tua ini tak salah mengira,, apakah anak muda yang bernama Qian Shan?? "ujarnya, menanyakan identitas Wu Jian.


Wu Jian dgn sopan menangkuokan tangan lalu menjawab.. " Senior tidak salah! benar,,, junior yang bernama Qian Shan! "ucapnya.


Kini, mata Wang Biu menyapu ke arah Wang Xuan dan 11sahabatnya...


" Xuan'er,,, menjauhlah!! "serunya.

__ADS_1


Wang Xuan yang tak mengerti maksud dari ucapan kakeknya, hanya bisa menuruti bersama semua sahabatnya.


Setelah Wang Xuan sedikit menjauh...


Prookkk. prookkk.. prokkk...


Wang Biu bertepuk tangan beberapa kali dan...


Swoooosssssss....


15 orang bertopeng langsung menyerang Wu Jian menggunakan berbagai senjata dengan sangat cepat,hanya saja.....


BAAAAMMMMMMMM.........


Sebelum ke 15orang itu menyentuh pakaian Wu Jian, mereka semua terpental dan terhempas ke berbagai arah.


Wu Jian meledakkan aura Kaisar nya hanya sepersekian detik saja, namun kondisi dari semua penyerang nya terluka cukup parah, mereka semua memuntahkan banyak darah.


"Junior takan menanyakan maksud dari yang senior tunjukan ini! beruntung, mereka tak menunjukkan aura membunuh! jika tidak? sangat dengan senang hati junior mengantar mereka ke tanah kuning, bersama senior sekalian!! "


Deggg......


Wang Biu tertegun oleh ucapan Wu Jian yang sama sekali tak memandang dirinya sebagai seorang kepala keluarga Wang. namun dirinya segera membenahi sikap.


"Junior? apa kau sama sekali tak memandang ku sebagai keluarga Wang? "Wang Biu, kembali mencoba sedikit mengintimidasi Wu Jian dgn nama besar keluarganya.


" Ck.... Aku tak memandang siapapun!! dan pula,apa yang bisa kau tawarkan untuk mendapatkan perhatian ku?? "timpal Wu Jian yg sekali lagi menampar wajah Wang Biu.


" Senior?? jika kau menentang ku hanya karena Wang Xuan berniat menjadi Muridku? anda tak perlu mengujiku seperti tadi!! karna yang kau lakukan itu, sama saja meminta ku untuk memusnahkan keluarga Wang!! " Wu Jian memberi peringatan pada Wang Biu, sembari memberikan aura penekanan serta memperlihatkan basis ranah nya.


Gleggggg.......


Wang Biu dan empat tokoh dari keluarga Wang Lainya akhirnya hanya bisa menelan ludah, saat merasakan aura dari ranah Kaisar tahap puncak.


"Maafkan kelancangan kami junior?! sungguh! kami tidak dapat melihat ketinggian langit dan malah membusungkan dada menyingung Junior! sekali lagi,,, aku Wang Biu, mewakili keluarga Wang Mohon maaf!! " meski tak nampak raut ketakutan, namun Wang Biu meminta maaf dgn tulus pada Wu Jian,yang membuat pemuda itu akhirnya kembali tersenyum.


"Sudahlah!! Senior tak perlu sungkan!! selanjutnya, keluarga Wang hanya perlu mendukung Wang Xuan Untuk bertambah kuat! " tutur Wu Jian,tak terlalu menggap.


Melihat Wu Jian yang tak menghitung perlakuan nya, Wang Biu merasa bersukur dan memilih mendukung Wang Xuan bertambah kuat di bawah bimbingan Wu Jian.


"Xuan'er,, mulai saat ini, kakek dan semua anggota keluarga Wang akan sepenuhnya mendukung mu untuk memulai pembangunan Sekte Banteng Api!! " alasan yang memaksa dirinya ingin menguji Wu Jian adalah tak lain, karena Wang Xuan yang bersikeras ingin membangun sebuah sekte, yang lucunya sekte trsbut adalah syarat bagi dirinya untuk menjadi seorang murid.


Wang Biu yang merasa hal itu adalah tak masuk akal, akhirnya menguji kelayakan Wu Jian sebagai seorang guru dan sepadan dgn syarat yang di ajukan pada Wang Xuan. dan kini setelah dgn sangat jelas bahwa Wu Jian sangatlah layak, Wang Biu tak sungkan memberikan dukunganya.


Tak hanya Wang Xuan,namun 11calon murid lainyapun akhirnya bisa tersenyum mendengar kepala keluarga Wang mendukung rencana Wang Xuan. sedangkan Wu Jian menatap langit dan berfikir bahwa dirinya memang harus memulai merancang rencana baru agar tak lagi seceroboh sebelum sebelumnya.


______________________________

__ADS_1


__ADS_2