Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Hua Xia


__ADS_3

Dari puncak menara sekte Banteng Api, Wu Jian berdiri gagah penuh karisma, menatap pelataran yg kini kosong tanpa terdengar teriakan dan yel yel yang membakar semangat, setelah waktu 15 hari pelatihan telah usai.


Ya, target waktu yang di tentukan telah habis dgn pencapaian sempurna.Wu Jian berhasil meningkatkan kekuatan semua murid dan tetua sektenya.


Dengan metode pelatihan rahasia, yang hanya dia sendiri yg tau,Wu Jian mampu melakukanya dalam waktu singkat.


"Sekali lagi, ini semua berkat andil dari Guru! Terimakasih Guru! " bisik Wu Jian sebelum meninggalkan tempatnya.


_____________


"Salam patriak?! "


"Salam patriak Guru?! "


Berbagai sapaan mengiring langkah Wu Jian memasuki gedung misi.ia dgn ramah menyambut sapaan murid murid sekte dan para tetua yang bertugas di sana!


Tatapanya mengunci pada salah satu murid cantik yang tengah melihat papan misi,lalu dgn seringai nya, Wu Jian perlahan mendekat.


"Ehemmm....!! " Wu Jian bersuara mencoba menarik perhatian murid cantik tersebut, dan berhasil.


"eh.. salam patriak!! " Sapa murid cantik yang kini berada dekat dgnnya yang tak lain adalah Ling Yin.cucu dari Ling Quan, keluarga bangsawan nomor satu di daratan tengah.


"ya,,, kau tak perlu sungkan murid Yin! " seru Wu Jian berpura pura bersikap seperti layaknya seorang patriak.


"Aku memperhatikanmu dari sana! seprti sedang memilih sebuah misi? "


"Benar patriak! murid memang berniat untuk mengambil sebuah misi yang cocok dgn ke ahlian Murid! " jawab Ling Yin.


Lalu dgn lancangnya, Wu Jian menatap Ling Yin dari ujung kaki sampai kepala, hingga membuat muridnya merasa risih dgn apa yang di lakukan oleh patriaknya.


"e... maaf patriak, apa yang sedang anda lakukan?! " Ling Yin sedikit menggeser tubuhnya memberi jarak.


"Belum,,, belum ada yang aku lakukan! tapi aku sedang memikirkanya! " cletuk Wu Jian,yg tentu saja ucapanya membuat Ling Yin sedikit salah paham.


"Haizzz.... kau tenang saja!! aku sedang memikirkan misi yang paling cocok untukmu, Murid Yin?! "ujar Wu Jian,yang sontak membuat sikap Ling Yin berubah senang.


"Benarkah?? "


"kira kira misi apa yang paling cocok untuk murid Yin ini patriak?? "tanya Ling Yin antusias. ia mengira bahwa arahan dari seorang Wu Jian tentu akan sangat membantunya, namun sayang dia sama sekali belum mengenal patriaknya...


Wu Jian pun berkata dgn enteng"ee..... sepertinya misi yang paling cocok untukmu adalah menjadi istri murid Wang Xuan!! "


"Apaaaa??? "Ling Yin tersentak, hal yang sama sekali tak terlintas di pikiranya justru dgn entengnya di utarakan Patriak Mudanya.

__ADS_1


"Kau tak perlu se terkejut itu!! aku sangat paham kau tentu saja sangat bahagia bukan??? "ujar Wu Jian. Yang memang tak peka, bahkan ketika saat ini wajah Ling Yin benar benar sudah menggelap karna geram.


" Patriak?? murid kira itu bukanlah sebuah misi" Ling Yin menyanggah.


"Haizzz.... kau ini tidak paham ternyata! tentu saja menjadi seorang istri adalah sebuah misi. bahkan itu adalah misi se umur hidup! kau tau? bisa melakukan petualangan dan segala hal bersama, itu adalah sesuatu yang menyenangkan? "


"Murid menolak?!!! " Ling Yin langsung menolak dgn tegas.


"Kenapa?? " tanya Wu Jian.


"Karna itu bukan urusan patriak!! "timpal Ling Yin.


"Ck.... murid sekte sekarang,bisa se enaknya menolak usulan patriaknya?! padahal itu adalah hal yang baik! "dengus Wu Jian.


" Baik buat patriak dan Wang Xuan, tapi belum tentu buat murid! "Ling Yin kembali protes, terlebih saat ini ia mulai geram dgn patriak mudanya.


"Baiklah,, baiklah!! tapi aku mau tanya? apa kau mengenal Wang Xuan?? "ucap Wu Jian


"Tidak!! murid tidak mengenalnya secara langsung patriak! "


"Pantas saja, kau belum mengenalnya?? Ya sudah! sebaiknya kau mengambil misi ke kota Yayao,menemui patriak sekte Naga emas, itu adalah misi yang paling cocok untukmu! " Wu Jian menyudahi urusan pribadi dgn menunjuk ke arah papan misi, mengusulkan Ling Yin untuk pergi ke kota Yayao. setelah itu, Wu Jian pun pergi dgn sikap biasa.


"Apakah Patriak muda, memang seperti itu?? Ck,,, ada ada saja!! " Ling Yin pun mengambil plakat misi dan membawanya ke ruang lain.


Sementara Wu Jian yang keluar dari gedung misi, ia lalu berjalan jalan di taman dan mengur salah satu murid.


"Salam patriak?! Usia murid 27tahun patriak!! " jawab sang murid.


"Ck,,, kenapa aku merasa lebih tua dari mu??? " keluh Wu Jian.


"Izin bertanya patriak? memangnya berapa usia patriak sendiri?? "


"Kau tiga tahun mendahului kelahiranku, Mo! " cletuk Wu Jian.sementara Murid Mo membuka lebar mulutnya tak percaya.


"Cih,,, tutup mulutmu itu! " seru Wu Jian.


Hari itu, Wu Jian memuaskan diri berkeliling dan bertemu sapa dengan sebagian murid muridnya.iya merasa puas setelah berinteraksi dgn siapapun yang bisa dia ajak bicara.karna tidak setiap saat dirinya bisa melakukanya.


Berinteraksi adalah salah satu cara untuk mendengar dan mencari informasi sekecil apapun menurut Wu Jian.


______________


Di Suatu kedai wilayah luar Sekte Banteng Api kota Za Luan......

__ADS_1


Hua Xia,murid wanita akademi beladiri pelataran elit sekte Banteng api dengan ke ahlian memanah yg tengah izin pulang untuk menjenguk orang tuanya yng sakit,sedang menikmati hidangan makanan di kedai makan tersebut.



Ia tak mengenakan atribut sekte atas permintaan tetuanya,karena kepulanganya bukan atas kepentingan sekte Banteng Api.


Dengan tenang,Hua Xia menikmati tiap suapan makanannya,sebelum lima pria dari organisasi bayangan memasuki Kedai tersbut dan salah satu dari mereka langsung mendekat karena tertarik dgn paras cantik nya.


"Cantik, apakah ini takdir?? aku yang terbiasa sendiri, merasa butuh teman setelah melihatmu? " ucap pria bernama Du Wen mencoba menggoda Hua Xia.


"Pergilah! jika ingin menarik perhatian, setidaknya tunggu aku hingga selesai makan!! " timpal Hua Xia.


"Hohohooo..... mantapppp, ternyata kau adalah wanita bertaring!? " ujar Du Wen.


Mendengar itu, Hua Xia menghentikan kegiatan makannya, lalu memcingkan tatapanya pada Du Wen.


"Aku sudah berbicara sopan! kau tak perlu memuji siapapun di sini!! dan pula, tadi kau bilang terbiasa sendiri? lantas mereka siapa?? " seru Hua Xia sambil menunjuk empat teman Du Wen yang berada di meja sisi lain dgn dagunya.


Du Wen menengok kebelakang tempat teman"nya mengikuti arahan Hua Xia.


"Oohhh..... tentu saja mereka teman temanku,aku membutuhkanmu untuk hal lainya saja nona?? "tutur Du Wen.


Hua Xia tersenyum masam,ia mengerti maksud mesum dari Du Wen.


" Aku sarankan!!! sebaiknya kau lakukan sendiri, dari pada kau merepotkan orang lain! "seru Hua Xia.


Mendengar seruan Hua Xia, Wajah Du Wen menggelap! ia tidak Terima Hua Xia menghinanya sebagai seorang lelaki normal yang bisa saja menaklukan wanita manapun.sedangkan Hua Xia menyuruhnya melampiaskan hasrat dengan dirinya sendiri dan menolaknya.


" Wanita keparattttt!!!! " Du Wen yang sudah gelap mata, langsung memcabut pednagnya.


BUAKKK......


Tak mau kalah langkah. Hua Xia mengahntam perut Du Wen dengan sikutnya,kemudian memutar badan sebelum selanjutnya, kepalan tangan Hua Xia yang di aliri energi padat menghantam dada Du Wen.


BAM.........


Du Wen terpental hingga menabrak beberpa meja dan menghancurkanya.


"Bunuh wanita keparat itu?!!! " Seru Du Wen memerintahkan empat sahabatnya untuk memberi pelajaran pada Hua Xia.


"Majulah!!! terlebih sekarang aku tau kalian dari organisasi bayangan!!! "


"Aku Hua Xia, Murid elit Sekte Banteng Api,, akan menguji kelayakan kalian yang memilih menjadi musuh dari sekte kami!!! "Ucap Hua Xia dgn suara lantang.

__ADS_1


"Hyaaaaaaaa............!! "


_____________________________


__ADS_2