Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Menagih Tantangan


__ADS_3

Sementara Wu Jian tengah dalam pertemuan bersama keluarga pembesar,12 muridnya justru tanpa sepengetahuan Wu Jian berkunjung ke sekte Tongkat Bumi menemui patriak Eng di ruang utama aula sekte dgn memegang secarik kertas yang merupakan surat tantangan yang di tujukan pada Wu Jian.


"Izin menanyakan senior?? apakah anda serius dgn surat tantangan ini?? " ucap Wang Xuan dgn sikap tenangnya.


Patriak Eng yang mendapat pertanyaan perlahan berdiri dari kursinya lalu mengatakan...


"Benar! aku serius dgn surat itu dan menantang Patriak Muda Qian Shan! " ujarnya.


"Baiklah senior! saya menghargai Anda sebagai seorang patriak! namun, aku adalah Wang Xuan,seorang murid yang sangat menghargai Guru Qian.maaf jika aku tak sungkan! karna saat ini juga, aku pun ingin menantang anda dalam sebuah pertarungan persahabatan atas nama ku sendiri tanpa mewakili Guru Qian! "


Degg......


Patriak Eng dan tetua sekte tongkat bumi di buat tersentak tak percaya dgn perkataan Wang Xuan yang begitu lantang dan tegas menantang patriak Eng.


Patriak Eng langsung memasang wajah benci pada Wang Xuan.ia merasa sedang di hina oleh seorang bocah kemarin sore. namun wibawanya memaksa agar tetap bersikap tenang.


"Bagaimana senior? apa anda ingin menerima tantangan ku? atau menolak? yang artinya,,, Guru Qian pun tak perlu menjawab surat tantangan dari anda!? "


"Dan Juga! saudaraku yang lain mengajukan tantangan pada semua tokoh yang menyepakati surat tantangan ini! " lanjutnya.


Belum juga patriak Eng menjawab, Wang Xuan sudah kembali mengajukan tantangan atas nama saudaranya pada semua tokoh yang terlibat dalam kesepakatan menantang Guru mereka.


"Aku tidak tau apa yang Guru kalian ajarkan? kalian yang hanya memiliki secuil kekuatan,berani bersikap lancang di hadapan kami yang sudah kenyang akan pertarungan! " ujar patriak Eng.


"Kami tak meminta hardikan anda, senior! jawab saja! apa senior bersedia menerima tantangaku?? "timpal Wang Xuan.


Patriak Eng yang tak ingin di rendahkan lebih jauh, akhirnya menerima tantangan Wang Xuan.


" Aku akan memberimu pelajaran yang sangat berharga anak muda! Baik, aku Terima tantangan mu dan kita akan bertarung di arena sekte Tongkat Bumi ini!! " Ucap patriak Eng dgn tegas.


"Aku tunggu di arena sekte ini senior!! "


Swoooosssss......


Ke 12 murid Wu Jian melesat lebih dulu menuju arena pertarungan yang biasa di gunakan oleh murid murid sekte tongkat Bumi.


Patriak Eng menyusul kemudian bersama semua tetua sekte lainya, menuju ke tempat yang sama.


________________


Di atas arena, kini Wang Xuan berdiri berhadapan dgn Patriak Eng.di saksikan oleh 11 saudara Wang Xuan serta 15 tetua sekte tongkat Bumi.


Dan tak hanya mereka,ternyata semua murid sekte Tongkat Eng di minta menjadi saksi pertarungan oleh Wang Xuan, sementara salah satu tetua agung di minta menjadi wasit. karena pertarungan mereka bukanlah pertarungan hidup mati.


"Baiklah! di sini aku akan bersikap adil. siapapun yang mengangkat tangan lebih dulu, di nyatakan kalah. aturanya sederhana, tidak boleh membunuh lawan! itu saja? "ucap tetua agung menyampaikan peraturan dari duel trsbut.


"m... " keduanya mengangguk setuju dgn peraturan yang di sebutkan, lalu...


BAMMMM......


Patriak Eng langsung meledakkan aura Ranah Raja tahap puncak tingkat 9 nya, dgn tujuan ingin mengintimidasi lawan dgn kekuatan yang dimilikinya sebagai patriak tongkat Bumi.

__ADS_1


Hanya saja, ledakkan aura patriak Eng hanya menindas dan berlaku pada semua tetua dan murid sekte yang menyaksikan duel nya.


Sedangkan, 12murid Wu Jian sama sekali tak bergeming,bahkan fluktuasi dari ledakkan auranya tak mampu menggeser kaki mereka walau sejengkal.


'kenapa mereka tak merasa tertekan oleh aura ku? ' pikir Patriak Eng. namun karena sudah terlanjur, ia masih tetap pada keyakinanya bahwa Wang Xuan hanyalah bocah kemarin sore dan tak sekuat seperti yang di rumorkan.


"Majulah!!! " tantang Wang Xuan.tanpa memperlihatkan basis kultivasinya sedikit pun pada semua orang seperti patriak Eng.


Patriak Eng, yang harus mendengar tantangan Wang Xuan untuk ke sekian kali dari mulut Wang Xuan, tak lagi menahan diri.


Swooooossssss........


Sang Patriak melesat sembari mengeluarkan sebuah tongkat dari cincin ruangnya.


"Tcah..... " Setelah memainkan tongkat, Patriak Eng menyabetkannya pada Wang Xuan.


Sayangnya, serangan pertama Patriak Eng hanya mengenai angin kosong. Wang Xuan dgn mudah berkelit dgn menggeser sedikit tubuhnya lalu...


Buaakkkk......


Dengan kekuatan fisik biasa, Wang Xuan memukul punggung Patriak Eng yang langsung membuatnya terhuyung.


Murid dari Wu Jian itu tak langsung menyerang, ia justru kembali bersikap tenang di titik tempat semula berdiri.


Merasa dirinya seperti di jadikan gurauan oleh Wang Xuan, Patriak Eng mulai termakan emosi.


Ia kembali menyerang Wang Xuan dengan sengit, sementara Wang Xuan tetap hanya berkelit, sesekali menepis tongkat Bumi yang hendak menyentuh bagian tubuhnya.


Patriak Eng yang mulai frustari karena setiap seranganya tak berlaku pada Wang Xuan akhirnya memilih menggunakan teknik puncaknya.


Semua yang menonton duel tersebut hanya bisa menelan ludah,melihat kesengitan pertarungan patriak mereka di atas arena,kecuali 11saudara Wang Xuan yang masih bersikap biasa.


Patriak Eng memulai serangan puncaknya dgn kembali memutar tongkat dan menyuntikkan energi pengahncur yang cukup besar untuk menyerang Wang Xuan dan...


"Tongkat Bumi, penghancur gunung.. hyaaaaa!!!! "


Swuuuuuuusssssssssss........


Melihat serangan Patriak Eng yang mulai menggunakan energi penghancur, Wang Xuan dengan santainya mengangkat kedua lengan..


"Perisai kaisar.....!!!"


BAMMMMMMMM...........


Dua teknik berbeda bertabrakan antara teknik menyerang dan teknik pertahanan. sayang,,, perisai kaisar terlalu kuat bagi teknik yang di tunjukkan oleh patriak Eng.


BUAAKKKKK.....


Patriak dari sekte tongkat Bumi itu harus merasakan gelombang energi serangan balik dari perisai kaisar, yang membuat tubuhnya terdorong jauh terhempas di bibir arena dgn memuntahkan banyak darah.


'Dia belum mengeluarkan apapun, namun aku sudah di buat seperti ini,,, Tuan muda keluarga Wang benar benar monster' pikir patriak Eng.

__ADS_1


Karena Menyadari bahwa Wang Xuan terlalu kuat, Patriak Eng yang memang seorang patriak aliran putih akhirnya melucuti semua egonya dan memilih mengangkat tangan.


"Aku menyerah!! " Ucap patriak Eng,menghiraukan semua pandangan tetua dan murid murid sektenya.


Namun, Sesaat setelah Patriak Eng mengangkat tangan.Wang Xuan bergegas mendekati Patriak Eng.


"Terimakasih senior sudah mengalah untuk junior!! " ucap Wang Xuan sembari menjurah hormat pada patriak Eng,karena ia tak ingin menjatuhkan harga diri seorang Eng di depan Tetua dan semua murid sektenya.Seusai menjurah hormat, Wang Xuan membantu Patriak Eng berdiri.


Tak lama, tetua agung berdiri ke tengah arena untuk mengumumkan pemenang, namun Wang Xuan mengirimkan pesan jiwa pada tetua agung dan melarangnya.


"Pertarungan ini, adalah tanpa tujuan menang atau kalah! jadi hal itu tidak perlu senior! " ucapnya setelah mengirim pesan jiwa pada tetua agung yang di dengar oleh semua orang.


"Dan senior,sekrang kami langsung pamit! kami meminta maaf atas kelancangan yang kami perbuat! Semoga kedepan, sekte tongkat Bumi dan sekte banteng api bisa melakukan kerjasama" tutur Wang Xuan, lalu mulai balik kanan.


Namun,Patriak Eng menghentikan langkah Wang Xuan. "Tunggu Xuan'er? "


"ada apa Senior? "


"Setidaknya,mohon perlihatkan berada di ranah apa Xuan'er sekarang!? " Ucap Patriak Eng yang sangat penasaran dengan basis kultivasi Wang Xuan.


Murid dari Wu Jian itu tersenyum ringan lalu,,,,


BAMMMMMM.........


Wang Xuan akhirnya memperlihatkan basis kultivasinya pada patriak Eng dan semua orang yang ada di tempat arena.


"Sangat kuat! " ucap tetua agung yang merasakan aura menindas yang di ledakkan Wang Xuan.


"Ranah Kaisar!!! " Seru Patriak Eng dengan mata terbelalak, tak perduli jika dirinya merasakan tekanan yang luar biasa dari aura kaisar Wang Xuan.


Sejurus kemudian, Wang Xuan kembali menarik auranya dan kembali bersikap biasa. pandanganya lalu menyapu setiap wajah murid sekte Tongkat Bumi yang sudah basah karena keringat dan wajah yg terlihat pucat.


"m...benar senior!!jadi bukan karena anda lemah! namun kebetulan saja kami yg terlalu kuat! "


"Aku sengaja datang tanpa sepengetahuan Guru,karena kami tak ingin anda dan lainya menyingung guru kami, yang takutnya hanya membuang kesempatan bagi kedua sekte untuk menjalin kerjasama dan meninggalkan kesalah pahaman! "


"Aku selalu menaruh hormat pada anda dan sekte tongkat Bumi, itulah kenapa aku memilih menggunakan caraku sendiri! "


"Sekali lagi, terimaksih karena memberi kesempatan pada junior, kami mohon pamit sekarang!! "


Swooooosssssssss..........


Setelah menyampaikan alasanya, Wang Xuan dan 11sauadara lainya melesat terbang meninggalkan sekte Tongkat Bumi.


Sementara setelah tau alasan Wang Xuan, mereka di buat sangat sangat terkesan pada sikap tuan muda Wang, yang ternyata tujuan nya adalah agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.


"Seorang murid berlaku, menunjukkan bagaimana gurunya bersikap! aku mengakui kalian sekarang!! " ucap patriak Eng pelan.


"Tetua agung!! aku ingin kalian ikut bersamaku pada hari peresmian sekte Banteng Api di adakan! aku ingin mengenal sosok guru hebat dari 12tuan muda berbakat tadi! "Seru Patriak Eng.


" Baik patriak!! " ucap Semua tetua dgn serempak.

__ADS_1


___________________


__ADS_2