
Wu Jian harus membiarkan bagian punggungnya terhantam oleh serangan yang belum nampak ada tanda usai. sementara kedua tanganya di sibukkan untuk menyerang beberapa musuh lainya.
'Dia sama sekali tak bergeming oleh serangan serangan itu' bisik patriak Zhong Yuo membatin.
BAM... BAM
Wu Jian berhasil menghentak dada dari salah satu tetua dgn tinjunya,meninggalkan jejak lubang menganga, dan tentu saja tetua itu tewas seketika, tubuhnya meluncur cepat membentur tanah.
Patriak muda itu kembali kian kemari bergerak seirama dgn setiap ayunan pedang di sertai cakram es meneruskan seranganya.kali ini ia merasa terganggu dengan serangan jarak jauh dari beberapa tetua sekte darah yang tanpa henti menghantam punggungnya.
' Ini aneh? kenapa setiap serangan yang mengarah padaku,aku tak merasa sakit' pikir Wu Jian membatin. merasa ada sesuatu yang salah! namun tak ada waktu untuk apapun di tengah pertarungan hidup mati itu..ia tidak tau jika jauh di dalam jiwa, sesuatu memeng tengah terjadi.
Setiap serangan energi berkekuatan tahap kaisar puncak yang menghantamnya,perlahan namun pasti terserap oleh tunas buah dari pohon abadi.Tubuh Wu Jian yang merupakan inang ba
meridian dan di kirimkan pada Dantian yang lalu di jadikan seumpama nutrisi bagi tunas buah abadi.
"Jangan lengah ketika sedang dalam pertarungan hidup mati, pemuda sialan!! " seru salah satu tetua sekte darah yang tiba tiba berada di belakang Wu Jian, sembari mengayunkan pedang.
Ssrrrttt........
Swossss......
Wu Jian termundur sedikit menjauh akibat sebuah tebasan pedang yang ternyata hanya mampu menggores pakaiannya. ia memiringkan wajah memeriksa luka tebasan, namun baik baik saja.
"Haihh.... mengagetkan saja!! hei pak tua sialan, apa kau tidak tau cara menggunakan pedang? cih,,,dasar amatir!! " ucap Wu Jian meremehkan tetua yang telah merusak pakaiannya.lalu beralih wajah pada Zhong Yuo sang patriak dari sekte darah.
"Dan kau sepertinya pimpinan dari mereka semua?! kenapa kau tak ikut bergabung dan berkalang tanah sekalian bersama mereka!? " Tuding Wu Jian ke arah patriak Zhong Yuo dengan telunjuknya.
Ucapan Wu Jian tak di anggap oleh Patriak Zhong Yuo, namun perhatiannya mengarah ke tempat lain,persepsinya segera menangkap bahaya.
"Sialll....!!! " umpat Patriak Sekte darah, langsung membentuk perisai dari kekuatan jiwa, saat tiga kekuatan melesat sangat cepat,tepat mengarahnya.
BOOOMMMM......
Swossss... swossss... swoooossss
Tiga pemuda berhenti tak jauh di hadapan Wu Jian yang tengah menjedah serangannya,,"Murid menyapa guru? " WanLi, Wung Lao dan Wang Xuan mengepalkan tinju menyapa Wu Jian.selang kemudian ketiganya berpencar memberikan serangan pada para tetua sekte darah yang di anggapnya sangat lancang telah menyinggung gurunya.
"Hehehehee,, dasar banteng! asal seruduk saja kalian!murid sialan!tapi baguslah, setidak aku bisa fokus pada Pak tua sialan itu! " dengus Wu Jian kesal dgn senyuman yang di paksakan.
Sikapnya makin tegas dgn sorot mata mengunci Zhong Yuo,,"Hei kau? kita biarkan anak buahmu sibuk dgn tiga muridku! bagaiman kalau kita sedikit bermain main?? " Seru Wu Jian pada Patriak Zhong Yuo, yang langsung di tanggapi "Dengan senang hati,, hahahaa!!! "
Swooosssss........
Keduanya langsung melakukan pertukaran,merekan sedikit menggeser jauh dari tempat pertarungan lainya.baik Wu Jian maupun Zhong Yuo sepertinya tak memiliki kegentaran dalam pertarungan hidup mati.
"Musuh yang kuat, bukan berarti tak dapat di taklukan!! "
__ADS_1
Ting... ting... ting....
"Katakan saja jika kau merasa lemah di hadapan ku, pak tua!! "sergah Wu Jian
Keduanya berucap di sela desingan kedua pedang bergesekan dan berdenting menciptakan cipratan cahaya.
tcah.....
Ujung pedang Zhong Yuo mendesak Wu Jian memiringkan posisi lehernya,yang hanya beberapa milimeter dari jarak bilah nya.
" kau pikir mainan mu ini mampu menggoresku!! "tutur Wu Jian sembari bergerak beralih posisi.
"Cih,,, kalau kau pikir pedang ku tak mampu, kenapa kau berkelit, sialan!?? " Cibir Zhong Yuo menawarkan tendangan pada perut Wu Jian.
Tap.....
Tendangan Zhong Yuo segera di tepis dgn mudah.. "itu karena aku bukanlah patung, pak Tua?!! " timpal Wu Jian, sedikit memainkan pedang nya..
BUAK.....
Gagang pedang berhasil menghentak dada Zhong Yuo, membuatnya termundur beberapa meter.Wu Jian tak memberi waktu,serangan pedang, tinju naga kaisra dan tendangan di sertai langkah bayangan terus di lancarkan patriak muda sekte Banteng Api itu.
Kelamaan,dampak kerusakan semakin meluas akibat pertarungan yang melibatkan dua kekuatan dari sekte darah dan sekte Banteng Api.
'meski di tingkat 8,pak tua ini cukup kuat ternyata' Wu Jian membatin,setelah beberapa jam melakoni pertukaran.
BOMM....
Suara ledakan sedikit menarik minat dari mata Wu Jian dan Zhong Yuo,ledakan itu berasal dari Wang Xuan yang berhasil membunuh lawanya.
Sejenak dalam diam,Zhong Yuo harus kembali menerima kenyataan bahwa lawan nya memanglah kuat. ia mengepalkan tangan,tanpa menahan luapan amarah yang berkecamuk dalam jiwanya.
Nafasnya naik turun seakan udara menipis seketika membuat dadanya sesak, lalu.....
"aaaaaaa............ " Zhong Yuo berteriak sangat keras.energi sekitar seakan di tarik paksa ke dalam tubuhnya.Wu Jian bahkan meningkatkan kewaspadaanya, dengan mengencangkan pegangan pedangnya.
'apalagi yang mau dia lakukan? ' bisik nya.
"Pengorbanan daraaaaahhhhh.......!!! "
Clepppp............
Zhong Yuo menusukkan pedang pada jantungnya sendiri,ia termuntah darah, matanya memerah, tatapan bengisnya mengunci tajam pada Wu Jian yang pada akhirnya Zhong Yuo pun menutup mata.
"Patriaaaaaaaaaaakkkkkkkk??!!! "teriak tetua yang tersisa, seakan ingin mencagah Zhong Yuo,namun terlambat.
" Anak muda?! kami menyerah! namun sebaiknya mulai dari sini kita bekerja sama untuk membunuh patriak sekte kami!! " ucap tiba tiba tatua Lang, menurunkan pedangnya sebagai tanda ia ingin menyudahi pertarungan nya.
__ADS_1
Wu Jian yang mendengar perkataan tetua Lang, heran.. "apa maksudmu?? " tanya sang patriak muda.
"Takan sempat jika kami jelaskan! tapi kau akan tau sebentar lagi dgn maksud kami!! " sergah tetua Lang,pada Wu Jian seraya mengajak empat tetua yang tersisa lainya untuk membentuk formasi darah teknik puncak.
BLAAAAAAAMMMMMMM..........
Sebuah Ledakkan dahsyat berasal dari tubuh Zhong Yuo menghmpaskan Wu Jian dan lainya, pun dgn tetua Lang yang sudah membuat susunan formasi.
"uhuk... uhuk...!! " Wu Jian terbatuk, ia menahan dada yang terasa sangat sesak.
"Kekuatan apa lagi ini?? " pekiknya.
Zzzzzzhhhheeppppp.....
Gelombang energi sebelumnya kembali di tarik dan berkumpul pada satu tubuh.
BAAAAAMMMMMMM...
Visual Zhong Yuo berubah total, dngn tampilan sangat mengerikan di tambah dengan pupil mata putih sepenuhnya.
Gleeugg..........
Bahkan Wu Jian kini harus mengakui kekuatan dari Zhong Yuo. "Katakan sekarang!!! siapa dia? " ucap Wu Jian mendesak tetua Lang menuntut penjelasan.
Tetua Lang sedikit menundukkan Wajah lalu berkata lirih, "Dia bukan lagi patriak kami, namanya adalah He Shang dan dia adalah komandan iblis putih yang merupakan sebuah kutukan bagi garis keturunan patriak sekte darah kami!! "
"Lalu kenapa kau meminta kami bekerjasama untuk membunuhnya? "
"Karena jika tidak, maka yang ada hanya kerusakan dan bencana bagi seluruh daratan!!" ujarnya.
Mendengar penuturan Tetua Lang, kini semua pandangan mengarah pada sosok yang berdiri tanpa ekspresi wajah menenteng pedang besarnya dengan se ekor binatang iblis naga tanah merayap tenang memutari tubuhnya.
"Bersiaplah!!! kekuatan nya berada di tahap lanjutan, jika tidak bekerja sama?! maka kita tidak akan selamat! " Tetua Pyu, yang meski di penuhi kegentaran, namun dalam hatinya ia memiliki sepelik harapan pada sosok Wu Jian.
Mereka yang beberapa saat lalu bertarung, kini justru memilih bersatu untuk melawan eksistensi nyata yang kehadirannya di anggap kutukan.
Zheeeppppp..........
Sosok yang bernama He Shang lenyap dari pandangan semua orang tanpa jejak aura.
" Wan Li,, menghindaaaaaarr!!!!!! "
Wu Jian nampak sangat panik, ia menggerakkan tangan dgn sangat cepat, bahkan saking cepatnya waktu seakan terhenti sejenak dan....
Swooooooooosssssssssss..........
__ADS_1