
Di suatu alam.............
Shang Jiwei,pria sepuh yang hidup sendirian di alam tersebut tengah bersantai di bawah sebuah Pohon.
Hidup Shang Jiwei ia abdikan untuk menjaga beberapa batang pohon kusus dari milyaran pohon raksasa lainya yang terdapat di alam trsbut,salah satunya adalah pohon abadi.
Kali ini,Shang Jiwei seperti biasa memeriksa pohon pohon yang di rawatnya,,, kebetulan pula,pohon abadi setelah jutaan tahun kini bertunas, yang artinya pohon abadi akan berbuah.
Mata Shang Jiwei selalu di buat takjub ketika memandang tunas dari pohon yang paling di jaganya tersebut.
Setelah kejadian jutaan tahun lalu, ada seorang dari rasnya yang dengan sengaja memotong batang pohon tersebut tanpa izin dan akhirnya sejak saat itu,alam yang menjadi tempat bagi keberadaan pohon pohon itu kini di segel,membuatnya tak terlihat bagi siapapun dan ras apapun dengan hidup Shang Jiwei sebagai gantinya.
Namun di tengah ke takjubannya,Shang Jiwei di buat tersentak saat mendapati satu dari lima tunas calon buah pohon abadi memancarkan cahaya.
"Apa yang terjadi...?? " Shang Jiwei panik, pria sepuh itu langsung menggerakan jarinya membentuk sebuah formasi lalu membalutkanya pada tunas yang memancarkan cahaya tadi.ia langsung merasakan pertanda buruk dari reaksi tak biasa yang di perlihatkan oleh tunas tersebut.
"Ini....???? " Shang Jiwei semakin tertegun,saat ia melihat suatu kebenaran yang menurutnya adalah mustahil.
"Inang,,?? tidak mungkin!!! bagaimana bisa?? " Shang Jiwei akhirnya mengambil sikap lotus untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, dan.....
Degggg........
Mata Shang Jiwei terbelalak dgn mulut terbuka serta tangan yang bergetar tak percaya.
"Jadi kau adalah tunas dan batang yang di potong jutaan tahun lalu itu adalah induk semang mu???"
"Ini tidak mungkin?? bagaimana bisa bagian yang telah lama terpisah menagih kehidupan dari batang yang sudah sangat lama di tinggalkanya,,??Haizzzz.... hukum apa lagi ini dan pula, kenapa harus tunas cahaya?? " Shang Jiwei merasa kalut dan tak habis pikir,dirinya sangat tidak rela jika harus kehilangan tunas yang telah dia tunggu tunggu selama jutaan tahun.
"Baiklah!! di cegah pun percuma dan takan merubah apapun, tapi,,,,?? aku hanya akan menitipkan sesuatu, agar dapat mengetahui siapa sosok yang sangat beruntung itu??? " Shang Jiwei akhirnya memilih berdamai, namun dirinya segera menyuntikkan sebuah energi ke dalam tunas tersebut dan...
Woosss.......
Tunas calon buah pohon abadi itu menghilang seketika, sementara Shang Jiwei hanya bisa terduduk lesu dgn wajah tertunduk.
"Haiiihhh.. setidaknya masih ada empat tunas lagi yang harus ku rawat" Ujar Shang Jiwei yang masih larut dalam ketidak relaan.
*
*
Benua Biru.......
Praakkkkkk..........
A Yin tiba tiba menjatuhkan nampan berisi piring makanan yang sedianya akan di sajikan bagi Wu Feng suaminya.
__ADS_1
Sebagai seorang ibu,ia menganggap bahwa hal itu adalah pertanda buruk,yang seketika membuat hatinya menjadi khawatir pada keadaan putra dan menantunya.
Wu Feng, yang mendengar suara perabotan terjatuh bergegas memeriksa dan mendapati tubuh istrinya bergetar sembari menutup mulutnya menahan tangis.
"Yin'er? apa yang terjadi padamu?? " Wu Feng dengan sedikit panik,segera menanyakan keadaan istrinya.
Namun A Yin tak menjawab,ia lantas menjatuhkan tubuhnya pada pelukan suaminya.
"Jian'er dan Yu'er Gege,hiks.. hiks...Aku merasa ada sesuatu hal buruk terjadi pada putra dan menantu kita!! " Dengan terisak A Yin menyampaikan kekhawatiranya pada Wu Feng.
Wu Feng mengusap lembut punggung A Yin untuk menenangkanya..
"Tenanglah istriku!! Gege yakin,putra dan menantu kita dalam keadaan baik baik saja! Yakinlah, putra kita bisa menjaga diri dan istrinya!! " seru Wu Feng.
A Yin, berusaha memaksa diri untuk mempercayai ucapan suaminya, namun air matanya terus mengalir tanpa di pinta, begitupun dgn Wu Feng yang tiba tiba mengalami hal yang sama dgn A Yin.
' Semoga kalian berdua selalu dalam keadaan baik baik saja!! ' Wu Feng membatin, meski dirinya pun mulai merasakan kegelisahan tanpa alasan di dalam hatinya.
______________
Lembah Jian......
Berbeda dengan A Yin dan Wu Feng. Bing RouYu yang masih dalam pelatihannya tiba tiba merasakan gejolak amarah yang berkecamuk dalam hatinya. hingga aura nya meluap, bahkan membekukan seluruh ruang tempat pelatihan.
"Perasaan Apa ini,??? " gumam Bing RouYu sembari menekan dadanya yang tiba tiba terasa sesak bercampur amarah yang berkecamuk.
"Kenapa aku ingin menangis??? " Gumam nya, yang tak tau apa yang tengah terjadi pada dirinya.hingga kemudian tubuhnya bergetar sambil menggigit bibir tipisnya...
"Tidak... tidak... tidakk,, itu adalah hal yang paling tidak mungkin, tidaak... Ge.... gee??? "
"Aaaaaaaaaaaaa.............. " Bing RouYu berteriak dan....
BOOOOOMMMMMMMMMMMMM......
Bing RouYu mengeluarkan amarahnya yang dia sendiri tidak tau kenapa, hingga menghancurkan semua yang ada di tempat pelatihanya.
Sementara masih di tempat yang sama Qian Du Shen dan semua orang yang ada di aula istana ras kaisar, hanya bisa menundukkan kepala tanpa berkata apapun.karena mereka telah mengetahui ttg yang terjadi pada Wu Jian.
________________
Hutan Iblis......
Biksu Tao yang sebelumnya bermeditasi,keluar dari ruang kususnya. Biksu berperawakan kecil itu mengahampiri si iblis elang mas.
"Seperti nya,Bocah itu tak bisa melunasi hutang pertarungan nya pada mu?! " ucap Biksu Tao pada iblis elang.
Sang elang hanya membuang nafas seperti menyesali sesuatu.
__ADS_1
"Haizzz... aku takan menemukan musuh sekaligus teman seprti Pemuda sialan itu!! " ucap Sang iblis elang, lalu melangkah berjalan pelan meninggalkan Biksu Tao.
"Ya... kita takan menemukan karakter sepertinya lagi, setidaknya untuk waktu yang sedikit lama! " tutur Biksu Tao setuju dgn Sang iblis elang, dan yang ia lakukan selanjutnya adalah kembali memasuki kuil dgn sikap tenangnya kemudian......
GRRROOOOOAAAAAA.......
Graaaaaaaaaaaaaahhhhh
ROOOOOAAAAAAARRRRRRR...
KKKYYYAAAAAAAKKKKKKKKKKK...
Seluruh penghuni hutan iblis tiba tiba meraung raung keras, dari ujung timur hingga barat.
Raunganya bahkan terdengar ke berbagai wilayah perbatasan empat daratan, hingga membuat semua orang yang mendengarnya panik,menyangka bahwa penghuni hutan iblis sedang mengamuk dan akan menyerang perbatasan.
"Apa yang terjadi di kedalam hutan iblis itu?? "
"Kenapa para penguasa hutan iblis meraung raung sekeras itu?? "
"Apakah ada yang mengusik ketenangan mereka??? " berbagai pertanyaan terlontar dari setiap warga yang kini merasa panik, namun untuk beberapa lama meski Ruangan raungan dari binatang iblis masih terdengar,nyatanya tidak terjadi gejolak apapun dan akhirnya mereka bisa kembali tenang.
*
*
Alam menengah,Lembah Kutukan...
Satu kesalahan yang di buat oleh jendral iblis Jung Mo Gui dan anak buahnya adalah, mereka lupa mengambil cincin ruang dari jari Wu Jian.
Mereka keburu puas, menganggap Wu Jian telah mati,hanya karena luka yang melubangi dada pelindung dari benua Biru itu serta memotong tangan dan salah satu kaki yang di akibatkan serangan mereka yang tiada henti sebelumnya.
Deggg......
"Tunggu!!! " seru Jendral iblis Jung Mo Gui menghentikan langkah seluruh komandanya ketika hendak memasuki istana markas mereka.
"Ada apa Jendral?? " tanya Komandan Peng Gui.
"Adakah di antara kalian yang mengambil cincin ruang Wu Jian sewaktu membuang tubuh nya tadi?? "ujar Jendral Jung Mo Gui.
Semua komandan iblis saling pandang, terutama bagi mereka yang membuang jasad Wu Jian sebelumnya.
" Ampun Jendral, kami lupa mengambil cincin ruang nya tadi"ucap salah satu komandan yang membuang jasad Wu Jian.
"Gawattt!!! " gumam sang Jendral iblis yang seperti merasa telah berbuat kesalahan.
Jika pun harus kembali ke tempat Wu Jian di buang, mereka pun tidak mungkin mengambilnya jika harus terjun ke dalam jurang kekosongan itu.
__ADS_1
_________________________