
Istana Kekaisaran Ban, penguasa tertinggi daratan tengah...
Di aula utama istana Kekaisaran, seorang kasim terlihat membisikkan sesuatu pada kaisar Ban.
Nampak juga sang kaisar beberapa kali menganggukkan kepala sembari mendengarkan sang kasim menyampaikan suatu informasi.
"Kau boleh kembali ke tempatmu sekarang!! " titah sang kaisar seusai sang kasim selesai berbisik.
Tak lama,Sang Kaisar berdiri dari singgasana kemudian pandanganya menyapu semua petinggi yang berada di aula tersebut.
"Selama lima hari kedepan,aku meniadakan pertemuan apapun!karna aku hendak berlatih tertutup!! " titah sang kaisar.
"Dan pertemuan hari ini aku akhiri! " ucap Sang Kaisar,yang tak lama beranjak pergi meninggalkan semua petinggi dgn rasa penasaran.
Sang kasim kemudian mengambil alih meminta mereka semua meninggalkan aula utama istana dan meminta mereka agar merahasiakan pelatihan tertutup Sang Kaisar.
_________________
Sekte Banteng Api.........
Empat hari sudah, ujian penerimaan murid sekte Banteng api berlangsung. namun hari ini,Wu Jian tak nampak terlihat di atas panggung.hanya 12tuan muda yang sekarang mendapat julukan 12 Banteng yang mengawasi jalanya ujian.
Dan Wu Jian sendiri, saat ini tengah santai rebahan di punggung Niu kecil yg berada di taman binatang iblis, sisi lain sekte Banteng Api dgn sebuah rumput liar di sudut mulutnya.
"Sampai hari ini, kenapa aku tak merasakan aura keberadaan dari ras kaisar penjaga lembah naga iblis?? "
"kemana perginya mereka??? " Wu Jian meracau sendiri di atas punggung si Banteng kecil.
"cih.... Lagipula,kenapa juga ras kalian harus terpecah dan harus menyegel kaisar Qian Du Shen di benua biru, menyusahkan saja,,,ck??"dengus Wu Jian, yang meminta Niu kecil berjalan keliling memutari taman.
'Ranah kaisar puncak'
Pikir Wu Jian,yg tiba tiba,samar samar merasakan aura orang kuat dari arah jauh yang berada di tempat ujian penerimaan murid.
"Semoga dia tak berniat mengganggu acara?! " gumam Wu Jian, yang kemudian menyudahi waktu bersantainya kembali ke tempat ujian.
Sekembalinya Wu Jian, ia tak mengambil tempat bersama 12 muridnya.namun patriak muda itu memilih berdiri dan berbaur dgn orang orang biasa yang tak mendaptkan tempat duduk.
Hal itu membuat 12muridnya di buat heran dgn kelakuan Guru mereka yang se enaknya, bahkan di acara seperti saat ini.
Wu Jian mendekat pada seorang berperawakan gagah di tengah kerumunan warga yang sedang mendukung kerabat mereka,dgn pakaian biasa namun menggunakan caping ala petani dan terkesan sedang menyamar.
"Ayo saudaraku!! jangan menyerah! taklukan anak tangga itu!!! " teriak Wu Jian seakan ikut memberi dukungan entah pada siapa dgn tujuan lebih mendekat pada orang yang sedikit manarik kewaspadaanya.
Sementara, orang bercaping itu hanya menatap tenang ke arah para calon murid yang masih berusaha menaklukan Tangga Kaisar.
"Senior? siapa yang Anda dukung? anak, keponakan atau cucu?? " Wu Jian yang kini berada di samping pria tersebut tiba tiba bertanya.
"Ah... aku mendampingi putra dan putri ku,junior! " jawab pria tersebut tanpa menoleh.
"kalau junior sendiri?? " kini, pria tersebut bertanya balik pada Wu Jian.
"hehe... aku mendukung semua calon murid itu senior!! " ujar Wu Jian, membuat pria tersebut heran dan akhirnya sedikit menatap wajahnya.
__ADS_1
"maksud junior?? "
"ya.. aku mendukung semua calon murid agar semuanya lulus!! mengingat mereka semua memiliki kelayakan!! "
"Dan lihatlah gadis bercadar di anak tangga 73 itu senior!! "
"Dia adalah cucu tuan Ling Quan,namanya Ling Yin! padahal dia sudah di Terima menjadi murid elit. tapi empat hari ini ia selalu mengulang menaiki tangga Kaisar " tunjuk Wu Jian pada Sosok satu satunya yang dia ketahui, itupun dari Wang Xuan.
"Benarkah?? kenapa patriak sekte Banteng api ini tidak melarangnya?? " pria bercaping merasa heran dgn penuturan Wu Jian.
"Yaaahh,,, entahlah!! patriak sekte ini tak memperdulikan hal itu, selama mereka masih memiliki tekad dan ingin bertambah kuat itu tak masalah! " tandas Wu Jian menjelaskan.
"Lalu, yang mana putra dan putri senior? "
"Mereka berdua masih di anak tangga ke 17 yang memakai seragam biru itu! dan sepertinya, mereka sedikit kesulitan! " tutur pria bercaping.
Wu Jian lalu memutar wajah menilik putra putri pria bercaping tersebut.
"ehmmm..... mereka yah?? baiklah senior, kalau begitu saya pamit!! " ucap Wu Jian lalu meninggalkan pria bercaping berjalan pelan menuju tempat dimana 12muridnya berdiri.
Deggg.......
Pria bercaping tertegun, saat melihat pemuda yang baru saja berbincang denganya adalah salah satu dari tuan muda yang menjadi petinggi sekte.yang akhirnya, membuat ia penasaran dgn identitas Wu Jian.
"Saudara? apa kau tau siapa tuan muda yang berdiri paling ujung di sisi kanan barisan tuan muda itu? " pria bercaping bertanya pada orang yang berada tak jauh darinya.
"Owh,,, beliau adalah Patriak Muda Qian Shan, senior! dan beliau adalah guru muda dari 12 tuan muda itu! " ujarnya, menjawab pertanyaan pria bercaping.
Mendengar jawaban dari orang itu, pria bercaping hanya bisa mematung sembari menatap Wu Jian yang jauh berdiri di atas panggung.
Di atas tangga Kaisar sendiri, telah banyak dari mereka yang berhasil menaiki anak tangga ke 20 dan memilih menjadi murid luar saja, yang terpenting bagi mereka adalah lolos dan memakai lencana serta seragam sekte Banteng api.
Hari hari selanjutnya pun demikian, Pihak sekte sperti sengaja memberikan waktu selama 7hari agar mereka semua dapat lolos dari ujian.
Namun bersamaan dgn itu, semua murid pada akhirnya telah mendapatkan manfaat penempaan,tubuh, tulang dan jiwa sekaligus.yang memudahkan mereka menjalani pelatihan selanjutnya di dalam sekte.. sungguh cara yg cerdas menurut semua orang.bahkan semua patriak yang turut hadir sampai mengadopsi dan akan menerapkan ujian penerimaan murid yang sama pada sekte mereka.
Dan benar saja, di hari ke 7 atau hari terakhir penerimaan calon murid,mereka yang berulang ulang mencoba tanpa putus asa, pada akhirnya mampu menaiki anak tangga yang menjadi syarat minimal.
Artinya benar,bahwa sekte Banteng api menggembleng kekuatan tubuh mereka semua, hingga batas kemapuan sekaligus membakar tekad dan semangat, hal itu adalah bagian paling penting dari prinsip ujian TANGGA KAISAR.
Kini, semua orang bersuka cita karena anak cucu dan kerabat mereka berhasil lolos dan berhak atas seragam dan lencana sekte Banteng api.
Seluruh keluarga bangsawan merasa sangat di puaskan, apalagi jika mengingat usaha dari putra putri dan cucu mereka yang sangat antusias mengikuti ujian tanpa mengeluh selayaknya anak cucu dari seorang keluarga bang sawan.
Dari tempat berbeda,pria bercaping yg selama tiga hari hingga hari terakhir ini mengikuti jalanya ujian,tak henti memuji.
Hari ini,pria itu ingin melihat putra putrinya menerima lencana sekigus seragam sekte Banteng api secara langsung.
Di atas panggung, kebetulan di hari terakhir itu, Wu Jian menyempatkan diri untuk menyerahkan lencana dan seragam murid secara langsung.
"Selanjutnya!!! " Seru Wu Jian pada murid yang tiba giliran menerima lencana dan seragam.
Seorang pemuda bertopeng mendekat pada Wu Jian yang hendak menerima lencana.
__ADS_1
"ee...?? sekarang kau bisa membuka topeng, dan perkenalkan nama mu!! " seru Wu Jian sambil tersenyum.
Namun, pemuda bertopeng itu tak memberikan reaksi.
"Haizzz... ternyata calon murid sialan lainya?! " Wu Jian langsung mendengus karena tidak mendapat kan respon dari pemuda tersebut.
Beberapa saat menunggu,seorang gadis yg berada di belakangnya mencubit pelan pemuda bertopeng tadi.
"Baiklah!! " ucap si pemuda bertopeng pelan yang lalu membuka penutup wajahnya.
Dan yang terjadi selanjutnya adalah...?
"Salam sejahtera dan semoga putra mahkota panjang umur!! "
BRUGGHHHH........
Semua orang seketika berlutut tatkala pemuda yang ternyata adalah seorang putra mahkota membuka penutup wajahnya.
Hanya menyisakan gadis di belakang putra mahkota, Wu Jian dan sosok pria bercaping di antara kerumunan penonton yang masih berdiri.
"Ck.... kau membuat semua orang terkejut saja! kalau tau kau adalah pangeran bertopeng? aku takan menyuruhmu membukanya tadi?? " ucap Wu Jian tak perduli dgn identitas pemuda di hadapanya.
"berarti,, nona ini pasti seorang putri?? dan... mm... beliau yang disana, sudah pasti yang mulia Kaisar bukan?? " ucap Patriak muda sekte Banteng api yang sama sekali tak sungkan.
Hal itu membuat ribuan orang kembali menjurah hormat pada pria bercaping yang memang adalah Kaisar Ban Qisao.
"Jadi pangeran?? apa kau masih mau menerima seragam dan lencana sekte kecil kami ini tidak?? " celetuk Wu Jian, dan hal itu justru membuat putra mahkota yang bernama Ban Xiao dan putri Ban Yiyi tersenyum.
"Tentu saja kami berdua akan menerimanya patriak!! " ucap sang pangeran singkat,lalu menarik seragam dari tangan Wu Jian dgn sedikit memaksa.
"Ck,,, mentang mentang pangeran tampan,bisa bersikap se enaknya!! " ujar Wu Jian dgn malas.
"Kau tak perlu membuka topeng mu nona putri!!! kau lihatlah!! aku memiliki 12 serigala pemangsa wanita!! " Wu Jian mencegah putri Ban Yiyi yang hendak membuka penutup wajahnya.dan langsung memberikan seragam serta lencana murid pada Putri Kaisar tersebut.
Ucapan yang di lontarkan Wu Jian berhasil membuat kesal 12muridnya yang kini tak berhenti menghardik dan mengumpati gurunya tersebut.mereka menganggap gurunya tega berkata seperti itu bahkan di hadapan seorang putri Kaisar.
Tak lama,Kaisar Ban Qisao menghampiri Wu Jian dan melepas capingnya.
"Salam yang mulia Kaisar....?? "
"Ban Qisao!!! " ucap Kaisar meneruskan sapaan Wu Jian yang belum mengenal namanya.
"Maafkan atas ketidak tahuan junior! "
"Tak apa! lagi pula, aku sedang malas menghukum mati siapapun!! "seru Sang kaisar.
Gleggg....
Wu Jian akhirnya di paksa menelan ludah kasarnya,merasa ngeri dgn ucapan Kaisar yang kemudian, ia sedikit menyesali sikap acuhnya.
"Haizzz.... hampir saja!! " ucap Wu Jian merasa lega.
"Kalian semua?? berdirilah!!! " titah Sang kaisar pada semua orang yang saat ini masih berlutut.
__ADS_1
_____________________