Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Tawuran


__ADS_3

Ting.... ting.... ting....


Bo Ye, menangkis setiap tebasan senjata menggunakan tangannya,baginya yang berada di ranah raja, senjata biasa tentu saja takan mampu menggores sekedar baju seragam Banteng api nya yang terbuat dari behan khusus.


"Heheheee,,,, sebesar inikah kekuatan sekte kelelawar yang ingin mendapat pengakuan dari sang Banteng??? "


"Cih....Sungguh lebih cepat seratus tahun, jika ingin di sejajarkan dengan tanduk Banteng api kami..!! " hardik Bo Ye,merendahkan lawan lawanya.


Pun dengan Li Chun, Huang dan Ban Xiao,,, mereka bersikap sama seperti Bo Ye.murid elit Banteng Api itu terlihat bersenang senang dgn pertarungannya, meskipun kalah dalam jumlah.


Sementara,dari sebuah jendela kamar salah satu penginapan yang kebetulan mengarah langsung ke titik tempat pertarungan.


Hua Xia, Lei Xin dan Zee Eun menyaksikan pertarungan yang melibatkan sesama murid elit dari sekte nya. ketiganya hanya mengawasi jalannya pertarungan, namun dgn mata yang tak kalah siaga, kalau kalau ada pihak musuh lainya yang muncul tiba tiba.


"Saudari Hua, Bukankah itu sang putra mahkota? "


"m... itu memang pangeran Xiao saudari Xin! "


"Saudari? apa kita tidak ingin membantu mereka? "


"Belum saatnya saudari Eun! karna dari yang kulihat, pangeran Xiao sepertinya hanya bermain main saja meladeni musuhnya dan seperti sedang menunggu sesuatu!! " ujar Hua Xia.menyampaikan anggapanya pada Lei Xin dan Zee Eun.ketiganya kemudian kembali fokus ke pertarungan Ban Xia dan lainnya.


BANG,,,,,,,,


Tubuh Nar Shun mendapat hantaman tinju dari Ban Xiao yang mendorongnya jauh menghantam tanah dgn keras.


Ban Xiao tak mengejar, ia memilih meladeni lawan lainya.sementara Nar Shun terlihat sudah terluka cukup parah oleh tinju Naga sang pangeran.


"Ayolah!!! apa segini saja kemampuan kalian?? " ucap Huang memprofokasi lawan lawanya.


Tap........


Huang menangkap kaki lawan yang hendak menendang wajanya,,, "Sepertinya kakimu sudah tidak terpakai" ucap Huang dan...


Krakkkkk.......


Dengan mudahnya, Huang mematahkan kaki lawan yang hendak menendang wajahnya, lelu melemparkan tubuhnya keluar dari pertarungan sebelum ia berhasil mencengkram leher lawan lainya dan berbuat lebih mengerikan.


Krakkkkk......


Huang tak segan mematahkan leher lawannya, hingga pertarungan menjadi semakin mengerikan.yang awalnya semua takan mengira akan semengerikan itu, kini Huang merasa harus bertindak lebih, sebagai peringatan untuk kekuatan lainya agar tidak se enaknya menyinggung sekte Banteng Api.

__ADS_1


Ban Xiao yang mulai merasakan aura membunuh dari Huang tak melarang.sebaliknya, ia berkata... "Sekarang, habisi semuanya...!! "


BAMMM......


krakkkkk...,, Buakkk.. buaakk... Bom.


"Inilah yang berlaku jika kalian berani menyinggung sekte banteng api!!! "


BAAAMM.......


Ban Xiao menghantam musuh dgn kedua tinjunya yang langsung di buat tak bernyawa.hanya dalam waktu singkat,mereka hanya menyisakan Nar Shun yang masih mengerang ke sakitan di tanah.


Huang segera mencengkram leher Nar Shun lalu mengangkat tubunya. "argkkhh" Nar Shun sama sekalai tak dapat melepaskan diri dari Huang.


"Sebelum kematian menjemputmu?! katakan dimana lokasi sekte kelelawar yang kau banggakan itu!! "


Buakkkk.....


Tangan kiri Huang menghantam paha Nar Shun, yang tentu saja membuatnya patah. "Arggkhh.. baik,, baik,, akan aku katakan, arghhrjkk,, " Nar Shun bersusah payah mengelurakan kata kata sembari menahan semua rasa sakit yang tak bisa di tolaknya.


Bruakk....


"Terimakasih!!! " ucap Huang setelah mendapat jawaban dari Nar Shun.


Bo Ye yang masih nampak geram lantas hendak meledakkan tubuh Nar Shun dgn kakinya. namun....


"Tunggu, Saudara Bo....!!! "


Swossss.. swossss... swooosss....


Hua Xia, berteriak menghentikan tindakan yang hendak di lakukan Bo Ye.


"Salam saudara Xiao, saudara Huang, sauadara Chun dan saudara Bo?? " Hua Xia menyapa ke empatnya saat bertatap dgn murid seperguruanya.kemudian Hua Xia berkata dgn sopan pada ke empatnya.


"Maaf Saudara!aku tak berniat ikut campur! namun, Dia sudah membayar nyawanya dgn memberikan informasi ttg lokasi sekte kelelawar, lagi pula luka nya pun takan sembuh dgn cepat! " ujar Hua Xia.


Bo Ye segera menarik kembali kakinya yang hendak di hentakkan pada tubuh Nar Shun seusai Hua Xia berucap.


"Ck,,, baiklah!! aku mengampunimu!sekarang enyahlah ladi pandangan kami" ucap Bo Ye.


BAMMM.....

__ADS_1


Bo Ye menendang tubuh Nar Shun, membuatnya kembali terlempar jauh.untuk meredam emosinya karena urung membunuhnya.


Setelah ke adaan kembali normal,pasukan kota tiba tiba datang mengepung Ban Xiao dan lainya,dgn tujuan,mereka menuntut penjelasan.


Ban Xiao yang tak ingin identitasnya di ketahui oleh sembarang orang memilih bungkam dan menjelaskan duduk perkara hingga sampai terjadi pertarungan yang akhirnya harus menelan korban jiwa yang tak sedikit.


Di pusat keamanan kota,Ban Xiao di tuntut untuk membayar kompensasi sebagai ganti rugi atas perbuatan nya.


"Apa kalian serius??? " tanya Ban Xiao pada Komandan pasukan kota.


"Tentu saja kami serius, tuan muda?! kecuali jika kalian mau mengurusi semua mayat yang telah tuan muda dan lainya bunuh!? " jawab sang komandan menjelaskan.


"Juga, karena kami memandang korban yang adalah murid dari sekte kelelawar! jika selain sekte itu? mungkin tuan muda harus menjalani persidangan! "


"Mohon tuan muda mengerti!! " lanjutnya,agar Ban Xiao dapat mengerti situasi yang telah ia buat.


Lama berfikir, akhirnya Ban Xiao memilih membayar kompensasi, setidaknya agar ia tak perlu menggunakan identitasnya, karena hal itu hanya akan membuatnya mendapat hukuman dari sekte Banteng Api.


"Baiklah senior, aku akan mengganti rugi semuanya!! " tutur Ban Xiao lalu memberikan nominal yang sudah di sepakati sebagai uang kompensasi.


"Apa kami bisa pergi sekarang?? "ucap Huang.setelah Ban Xiao menyelesaikan pembayaran ganti rugi.


"Tentu tuan muda!! dan setelah ini, mohon jangan menghitung hari ini, karena semua yang di lakukan adalah sesuai pertimbangan dari peraturan kota!! "seru sang komandan, karena ia pun tak ingin menyinggung orang orang kuat seperti yang ada di hadapannya saat ini.


Walau demikian, semua karena tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala pengamanan di kota Cheng Kuang tersebut.


" Tidak,, aku takan menghitungnya, selama itu adalah benar karna pertimbangan yang sudah ada dalam aturan kota! kecuali itu adalah inisiatif pribadi, maka aku akan bertindak!! "ancam Huang.


" Ah... tentu saja semua nya karena aturan tuan muda! "timpal sang komandan.


"Baiklah senior?! kami semua pamit sekarang!!! " Ban Xiao dan lainya langsung balik kanan meninggalkan pos ke amanan kota Cheng Kuang.


Di jalan, ke 7 muda mudi murid elit sekte Banteng Api itu berbincang bincang. mereka saling menanyakan ttg keberadaan mereka di kota Cheng Kuang, yang di jawab Hua Xia bahwa kelompoknya tengah beristirahat karena sudah menyelesaikan misi di hutan Je Xun.


"Saudari Hua? bagaimana kalau saudari ikut bersama kami ke sekte Kelelawar?? karena misi kami adalah memusnahkan sekte itu?! " ajak Ban Xiao pada Hua Xia, yang akhirnya di setujui oleh Wanita kuat tersebut.


"Kita pergi ke sekte kelelawar sekarang!!! "


Swooooooooossssssssss.........


___________________

__ADS_1


__ADS_2