
Wang Xuan, tengah berkumpul dgn 11sahabatnya di kediaman keluarganya saat surat tantangan untuk Wu Jian dari patriak Eng yang mewakili beberapa sekte di Terima oleh salah satu penjaga gerbang kediaman keluarga.
Tuan Muda keluarga Wang itu menerima, namun tak langsung membaca karena sibuk bersenda gurau dgn saudara seperguruanya.
Sementara di lain tempat,banyak kerabat dari keluarga Wang datang berkunjung dgn menyertakan anak gadis mereka dgn maksud untuk menarik minat para tuan muda terkuat di daratan tengah itu.
Mereka bahkan sampai meminta izin pada keluarga Wang, agar anak gadis mereka di beri kesempatan sekedar mengantarkan minuman atau cemilan pada para tuan muda tersebut.
Dan Shu Lin,putri pertama dari keluarga bangsawan Shu ternyata mampu menarik minat dari mata seorang Xi Nan.
Sebagai murid dari Seorang Guru yang sangat menghormati Wanita,ia lalu bersikap selayaknya lelaki yang tertarik pada lawan jenisnya.
"Saudara Wang? bolehkah aku bersikap lancang di kediaman saudara?? " Xi Nan pada Wang Xuan.
Mendengar ucapan Xi Nan, Wang Xuan mengerutkan keningnya..
"Ada apa saudara Nan?? "
"Ee.... seperti nya, aku tertarik dgn salah satu nona yang tengah berkumpul di taman sebelah sana! " ujar Xi Nan sambil menunjuk dgn dagunya.
Wang Xuan pun mengerti dan mengizinkan Xi Nan untuk berkenalan dgn Nona yang menarik minatnya.
Tak sungkan, Xi Nan dgn pembawaan tenangnya menghampiri Nona yang tengah berbincang bincang di gazebo taman keluarga Wang.
Sementara di tempat berkumpulnya para orang tua yang berada tak jauh dari kedua tempat tersebut.
Jantung mereka berdebar, melihat Xi Nan mendekat pada kelompok anak gadis mereka.semuanya berharap agar anak gadis merekalah yang di pilih oleh tuan muda tersebut.
Jika di bayangkan,hal ini seperti ajang perjodohan dgn tidak secara langsung.. atau? bisa lebih dgn bahasa kasar, anak gadis mereka di jadikan umpan agar memancing salah satu dari para tuan muda itu.. entahlah???
"Salam tuan muda?? " ucap semua gadis menyapa Xi Nan, tak terkecuali Shu Lin.
"Salam Nona?! " sambut Xi Nan.
__ADS_1
"Nona? bolehkah aku mengajak salah satu di antara Nona nona ini untuk sekedar berkenalan?? " ucap Xi Nan, yang membuat jantung mereka semua langsung jedag jedug tak karuan.
"mm...." semuanya mengangguk tak keberatan.tak mendapat penolakan, Xi Nan mengarahkan pandangan matanya pada sosok gadis yang tak jauh darinya.
"Salam Nona? perkenalkan! namaku Xi Nan dari keluarga Xi,, bolehkah aku mengajak Nona untuk berbincang? " ucap Xi Nan dgn sopan.
Tak hanya semua wanita yang berada di Gazebo itu,namun semua orang tua yang melihat sikap Xi Nan yang begitu sopan pada Shu Lin di buat takjub dgn sikap tuan muda itu. yang padahal,bagi tuan muda sekuat Xi Nan,,ketika mereka bersikap sombong dan arogan pun di katakan layak.
Akibat ulah sopan yang di tunjukkan Xi Nan. Para orang tua semakin berharap agar anak gadis mereka dapat memikat hati para tuan muda tampan itu.
"Salam tuan muda?! namaku Shu Lin dari keluarga Shu! aku tidak keberatan menemani Tuan muda berbincang! " ucap Shu Lin yang akhirnya menjawab ajakan Xi Nan.
Keduanya pun lalu mencari tempat duduk di taman keluarga Wang tersebut.lalu berbincang di sana.
Dan apa yang di lakukan oleh Xi Nan, ternyata menular pada sahabatnya yang lain. mereka pun akhirnya memohon diri untuk berkenalan pada gadis yang berhasil menarik minat mereka.
Hanya tinggal empat dari 12 tuan muda yang akhirnya hanya dapat memandangi sahabat mereka dgn wajah masam.
Sedangkang Wang Xuan yang baru ingat telah menerima surat pun lalu membacanya.
"Ada apa saudara Wang?? "
"Kalian bacalah surat ini!! " sambil menyerahkan surat tersbut pada O Ra.
"Ck.... mungkin mereka semua sudah bosan hidup! " ucao Wung Lao bereaksi setelah membaca isi surat dari patriak Eng.
"Saudara Wang? apa kita harus menyampaikan surat ini pada Guru Qian?? "Tanya WanLi.
" Tak perlu! lagipula, kemungkinan tujuh hari lagi guru akan datang menemui kita semua!! "seru Wang Xuan, karena menganggap surat itu tidak terlalu penting.
" M... benar juga?! hanya saja, apa yang jadi landasan mereka hingga berfikir menantang Guru Qian?? "ucap O Ra heran.
" Pembuktian! mereka hanya ingin membuktikan kelayakan dari Guru Qian saja! "Timpal Wang Xuan yang langsung memahami tujuan dari surat tantangan itu.
" Tapi baguslah!! setidaknya, kita bisa melihat Guru menggunakan ke ahlianya!! " Sahut Kwang Shul yang sepertinya ingin melihat gurunya bertarung. Mendengar itu, Wang Xuan, O Ra dan Wan Li tersenyum.
__ADS_1
"Apa kau pikir mereka layak?? apa kau tau kalau Patriak Eng hanya berada di ranah raja tahap puncak saja? "
"Apaaaaa??? " Kwang Shul terkejut, mendengar orang yang menantang gurunya hanya berada di ranah raja.
"Ck... Ucapan mu tadi sudah benar saudara Wang,,, ada ada saja!!!? " tandas Kwang Shul, yang akhirnya tak lagi tertarik membahas surat tantangan itu.
"Sepertinya lebih seru melihat saudara kita yang lagi ehem ehem di sana itu?! lihatlah jari tangan dari saudara Dzi Han itu! sudah seperti ulat yang merambat perlahan tanpa mata! " cletuk Kwang Shul,membuat Wang, O dan Li tertawa terbahak bahak.
"Oh Iya saudara Wang? apa Guru pernah bercerita ttg istrinya yang saat ini berada di benua biru?? " Kwang Shul tiba tiba kembali bersemangat ingin mendengar sedikit ttg kehidupan pribadi dari gurunya.
Wang Xuan tampak mengingat sebelum menyampaikan...
"M.. Guru memang pernah bercerita sedikit padaku ttg istrinya yang bernama Nyonya Bing RouYu! " ucap Wang Xuan.
"Tapi apa kalian percaya, jika ada wanita yang setiap pijakanya mampu menciptakan kebekuan dan hujan salju?"tutur Wang Xuan, yang lalu mendapat gelengan dari O, Shul dan Li.
" Aku juga ragu, tapi Guru mengatakan kalau istrinya memiliki kemampuan itu!"ujar Wang Xuan melanjutkan.
"Tapi,,,, kalau itu adalah istri Guru Qian,aku percaya bahwa Wanita dari seorang Guru Qian pastinya bukan wanita sembarangan!! " ujar O Ra
"Satu lagi,,, Guru juga ternyata calon menantu patriak sekte Naga perak daratan timur! "
"Apaaaaaaa???? " mendengar fakta yang di sampaikan Wang Xuan, O Ra, WanLi dan Kwang Shul langsung berdiri dari kursinya.
Mereka tentu saja tau tentang sekte Naga perak dari daratan timur trsbut, yang di katakan adalah Sekte aliran hitam terbesar di sana, juga merupakan musuh abadi dari Kuil 7Langit.
Wang Xuan tak perduli dgn keterkejutan ketiga sahabatnya. ia pun kembali melanjutkan...
"Ya,, aku juga beraksi seperti kalian saat Guru mengatakan hal itu, tapi setelah menyadari keberadaan biksu Kwe dan Biksu Tiau, yang merupakan tetua dari Kuil 7langit, aku lebih bingung sekaliagus di buat heran!! " ujarnya.
"Haizzzz..... Guru Qian memang sesuatu!! " ucap Kwang Shul.
Obrolan mereka berlanjut hingga semua saudara lainya menyudahi acara perkenalan dgn gadis yang menarik minat mereka.lalu Wang Xuan kembali meminta saudara yang lain membaca surat tantangan yang di tujukan untuk Guru mereka.
___________________
__ADS_1