Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)

Sang Legenda 2(Kebangkitan Ras Kaisar)
Bandit Empat Saudara


__ADS_3

Daratan Tengah...


Hua Xia, bersama dua rekan murid elit lainya yaitu Lei Xin dan Zee Eun tengah menjalankan misi, yaitu mencari keberadaan komplotan perampok yang selalu meresahkan para pedagang yang melewati jalur hutan Je Xun.Sebuah hutan yang berada di wilayah kota Je Xun Kekaisaran Ban daratan tengah.


Untuk memuluskan misinya, ke 3murid elit Sekte Banteng api tersebut menyamar sebagai putri dari para pedagang yang kebetulan akan melewati jalur hutan Je Xun. ketiganya mendapat sambutan hangat dari semua pedagang.


Terlebih seorang senior yang satu kereta dgn Hua Xia.ia tak hentinya bersukur bisa satu kereta dgn Murid elit Banteng api yang terkenal dgn kekuatan tempur mereka.


"Nona?! betapa beruntungnya kami bisa bertemu dan berbincang dgn murid elit dari sekte banteng api,aku selalu ingin anak anakku bisa menjadi bagian dari sekte tersebut,hanya saja karena jarak yang terlampau jauh, jadi...?! "Sang saudagar tak meneruskan ucapanya.


"Anda terlalu sungkan tuan!? Kami semua sama seperti murid sekte lainya!di manapun anak tuan hendak manapaki jalan kultivasi, yang terpenting adalah tekad, setidaknya itu menurutku! " ujar Hua Xia.namun di tengah perbincangan,pemimpin dari pengawal para pedagang tiba tiba berteriak.


"Hentikan kereta kuda!!! "serunya yang lantas membuat 25 anak buahnya bersiaga di sisi setiap kereta kuda untuk mengamankan.


Hua Xia, Lei Xin dan Zee Eun tersenyum di dalam kereta masing masing.


" Seperti nya, senior Wo merasakan keberadaan musuh!!"bisik Hua Xia.ia pun menyebarkan persepsi jiwa,melacak keberadaan para bandit di sekitarnya.


Wooossssss.........


Empat sosok melesat dan berdiri tak jauh dari Pimpinan pengawal Wo,mereka berbadan tinggi besar memakai baju yang terbuat dari kulit lengkap dgn senjata kapak, pedang besar dan gada.


Senior Wo yang berada di atas kuda sudah sangat mengerti tujuan mereka.yang jelas bukan untuk berkenalan.


"Jadi,,,?rupanya kalianlah yang di juluki Bandit Empat saudara penguasa jalur hutan Je Xun ini? " Sorot mata Senior Wo tajam,tanpa ada kegentaran pada ke empatnya.


Sementara Bandit yang berjuluk Empat Saudara itu saling tatap, sebelum tertawa terbahak bahak...


"Sepertinya kita tak perlu lagi berkenalan bukan? "


"Dan kau tentu sudah tahu dgn jelas tujuan kami mencegat kalian?? "


"Kepung mereka?!! " seru Cheng Li, salah satu bandit yang bersuara dan memerintahkan anggota bandit lainya yang bersembunyi di balik semak semak untuk keluar dan mengepung rombongan pedagang.


Swooossss........


75 bandit yang sebelumnya bersembunyi, kini menampakkan diri.


Hua Xia, Lei Xin dan Zee Eun yang ahli dalam memanah langsung menargetkan mereka semua dgn persepsi dari dalam kereta.


Senior Wo,menyapu pandangan pada semua bandit yang kini mengepung anak buah dan kereta dagang yang menjadi tanggung jawabnya.


Wooosssss.....


Senior Wo mengeluarkan senjata tombak andalanya,ia bersiaga untuk sebuah pertarungan yang tak mungkin bisa di tawar.


"Sudah menjadi tugasku melindungi apapun yang di bebankan pada pundakku!? "


"Majulah!! setidaknya 1 atau 2 di antara kalian akan aku kirimkan ke tanah kuning!! " ujar Senior Wo.


Empat bandit bersaudara lantas tertawa melihat kepercayaan diri dari senior Wo.


"Hahaaa... kau sungguh Naif!! Serang mereka !!! " seru Cheng Li.


Dan sesuai perintah, 75 bandit lain langsung melesat ke arah para pengawal.


"Bentuk formasi bertahan!!!! " Senior Wo memutar tombaknya dengan sangat cepat, begitupun dgn semua anak buahnya melakukan hal yang sama.


BAM..........

__ADS_1


Semua serangan bertabrakan dgn kekuatan formasi bertahan yang di bentuk oleh semua pasukan pengawal.membuat pasukan bandit terdorong dan terhempas beberapa meter.


Hu.. Hu.. Hu....


Teriak seluruh pasukan pengawal menyemangati diri dan...


Swoooooosssssss........


Bentrokan akhirnya terjadi, meski kalah dalam jumlah, namun pasukan pengawal tak terlihat gentar.


Terbukti, mereka dgn sigap mampu menghindari setiap serangan dan nampak mudah berkelit dan menangkis lesakkan senjata yang mengarah pada mereka.


Di tengah keributan yang mulai besar, Hua Xia, Lei Xin dan Zee Eun keluar turun perlahan dari kereta.


Swoosss......


CLEP... CLEPP.. CLEPPP.. CLEPPP....


Ketiganya melesatkan anak panah energi sembari berjalan dgn santai, membantai satu persatu pasukan bandit.


"Saudari Xin, saudari Eun?! kalian bantu pasukan!! aku akan membantu senior Wo!! " seru Hua Xia.


"Baik..!! " timpal Lei Xin dan zee Eun menjawab tegas seruan Hua Xia lalu melesat ke dua arah berbeda untuk membantu pasukan pengal dari dua sisi.


Sementara Hua Xia menerebos ke dalam pertarungan yang berat sebelah antara Senior Wo dan Empat bandit bersaudara.


"Tcah......!! " Hua Xia memukulkan busurnya ke salah satu bandit, namun berhasil di tangkis.


"Siapa kau wanita sialan?! " seru Cheng Li setelah mengambil jarak menjauh dari Hua Xia.


"Aku??? aku adalah Hua Xia, murid elit sekte banteng api! "


'Sialan, ini tidak baik! jika benar wanita ini adalah murid sekte banteng api ' pikir Cheng Li.


Buak...


Cheng Li lengah karena pikiranya, yang membuatnya harus merasakan tendangan keras dari seorang Hua Xia.


"Aku akan memberi kalian dua pilihan?! menyerah atau mati?? " ucap Hua Xia dgn lantang. sementara di sisi lain, senior Wo sedang berjibaku melawan tiga pimpinan bandit lainya.


Hua Xia yang melirik ke arah Senior Wo, dgn cepat menarik busurnya dan...


Swoooossss.........


CLEPPP... CLEPPP... CLEPPPP...


"Arrgghhhhh.....!!! "


Tiga anak panah menancap tepat pada paha dari ketiga bandit yang mengeroyok senior. ketiganya lalu termundur menjauh dari titi pertarunganya dgn senior Wo.


Sementara Cheng Li yang menyaksikan tiga saudara nya terlekena anak panah Hua Xia menjadi sangat gerammm.


"Siaaalllllaaaaaannnnnnn!!!!! " Cheng Li menghantamkan kapak besarnya ke arah Hua Xia dgn membabi buta.


Hua Xia sendir,mampu berkelit dan melesat ke berbagai arah untuk menghindari tebasan kapak besar dan serangan energi penghancur dari Cheng Li.


"Sepertinya kalian memilih pilihan kedua, yaitu..... MATIIII.....!!!! " Sembari memiringkan leher,berkelit dari bilah tajam kapak. Hua Xia memberi peringatan terakhir, dan....


BAMMMMM...........

__ADS_1


Hua Xia meledakkan aura ranah raja tahap menengahnya. yang tentu saja mendorong paksa tubuh Cheng Li menjauh dari Hua Xia.


Tubuh ceng Li terlempar beberapa meter,namun,,,, sebelum Cheng Li sampai ke titik benturan. Hua Xia dgn memutar badan dan membidikkan anak panahnya ke Cheng Li.


"Panah api, amarah sang banteng.... swooosssss.... "


Clepppp..... DUUUAARRRRR......


Tubuh Cheng Li di buat menjadi bongkahan arang oleh teknik Hua Xia. dan tak berhenti pada Cheng Li.


"Kalian selanjutnya....!!! " teriak Hua Xia yang kini mengarahkan bidikanya pada ketiga pimpinan bandit yang terlihat bersusah payah menahan gempuran senior Wo.


Senior Wo,segera menjauh saat tau Hua Xia membidik ketiga lawanya, ia sengaja memberi ruang tembak pada Hua Xia, dan.....


BAMM.... BAMMMM... BAMM......


Kteganya kini bernasib sama dgn Cheng Li, mereka mati dgn kondisi menjadi bongkahan arang.


Di lain pihak,beberapa bamdit yang tersisa memilih kabur dari pertarungan.saat mengetauhi ke empat pimpinan mereka di kalahkan.


Namun sayang, Lei Xin dan Zee Eun tak ingin melepaskan mereka semua.


"Semakin jauh kalian berlari, semakin kalian terlihat seperti buruan bagi kami! " gumam Lei Xin, sambil membidikkan anak panah ke arah sisa bandit yang berlarian ke berbagai arah.


Swoosssss...... swossss..... swoosssss


Lei Xin dan Zee Eun seperti tengah berlomba dalam memanah, keduanya tak henti melepaskan anak panah dan menembakkannya ke arah para bandit yang menjadi target mereka.


DUARRRRR.........


"Selesai......!!! " suara ledakan terakhir menandakan, bahwa keduanya telah berhasil membereskan semua bandit.


Hua Xia, Lei Xin dan zee Eun berkumpul, setelah dirasa ke adaan kembali seperti awal. dgn Senior Wo yang manatap kagum pada murid elit wanita sekte banteng api itu.


"Murid Xia? murid Xin dan murid Eun?! saya sangat berterimakasih atas bantuan kalian bertiga! lihatlah! dgn adanya bantuan dari kalian, kami tidak mengalami kerugian dan semua nya berhasil selamat!! " ucap Senior Wo.


"Sama sama senior Wo,kami pun berterimakasih karena di beri tumpangan dan kesempatan untuk menjalankan misi yang melalui pengawalan anda, kami bisa dgn cepat menemukan keberadaan mereka!! " jawab Hua Xia.


tak lama, salah satu dari pasukan pengawal menghampiri senior Wo, dan menyerahkan semua cincin ruang para rampok yang berhasil mereka tumpas.


"Ini adalah hak kalian!! dan bawalah sebagai bukti, bahwa misi kalian telah di tuntaskan!! " ucap Senior Wo, yang memilih menyerahkan semua cincin ruang bersama lencana milik para bandit pada Hua Xia.


"Sekali lagi, terimakasih senior,,, murid takan sungkan menerima semua cincin ini!! " timpal Hua Xia, menerima pemberian senior Wo yang memang pantas ketiganya Terima.


Merasa tidak memiliki urusan lagi, Hua Xia, Lei Xin dan zee Eun pamit pada semua pasukan pengawal dagang juga pada semua saudagar yang telah baik pada mereka sebelum akhirnya ketiganya benar benar pergi. Meninggalkan rombongan memasuki belantara hutan untuk menjalankan misi berikutnya.


"Sekte Banteng Api......rumor tentang kwalitas murid muridnya memang bukan isapan jempol dan tidaklah berlebihan?? " ucap Senior Wo.


"Kita lanjutkan perjalanan sekarang!! hyaaaa.....!!! "


Senior Wo memberi tanda dan mulai memacu pelan kudanya, di ikuti oleh semua anak buah serta kereta kuda para pedagang lainya.


Setelah tempat itu di tinggalkan, seorang pemuda tampan muncul dan berdiri di bekas pertarungan....


"Sebagai murid elit, kalian tidak mengecewakan!!! " ujar pemuda misterius itu, lalu kembali melesat dgn sangat cepat.


Swooooossssssssss...........


_______________________

__ADS_1


__ADS_2