Sang Perenggut KEHORMATAN

Sang Perenggut KEHORMATAN
Benar-benar duplikatnya


__ADS_3

"Aku anak dari mommy Al sudibjo, grandma. "


Anindita tersenyum manis.


"Lalu namamu? "


"Namaku Anindita sudibjo, grandma. "


Anindita lagi-lagi tersenyum manis lalu mengangkat sedikit kedua bahunya, membuat siapa saja yang melihatnya merasa gemas.


"Jika, grandma? "


"Namaku Hilda Euis Lunde. Melihatmu yang begitu menggemaskan, semakin membuat keinginanku untuk segera memiliki cucu secepatnya. " kata nyonya Lunde sendu.


Anindita yang melihat raut sedih dari grandma barunya itu merasa kasihan, ia memeluk kaki nyonya Lunde.


"Aww, kenapa kamu sangat manis? "


Nonya Lunde berkata dengan menyejajarkan tinggi dengan Anindita.


Lalu ia merentangkan tangannya.


Anindita masuk dalam pelukan nyonya Lunde lalu menciumi pipi nyonya Lunde.


Nyonya Lunde memberi kecupan di kening Anindita.


"Grandma bersabar ya, suatu saat grandma pasti memiliki cucu yang imut seperti diriku. " kata Anindita ceria.


"Iya sayang, jika boleh aku pasti akan mengangkat dirimu menjadi cucuku. "


"Mommy pasti tidak memperbolehkannya, grandma. "


"Jika tidak boleh maka akan ku bawa paksa kamu, anak manis. " kata nyonya Lunde mengusap pipi Anindita lembut.


Mata Anindita berkaca-kaca.


"Benarkah, grandma mau memisahkan ku dengan mommy? aku tidak mau, aku sangat menyayangi mommy. Aku tidak akan pernah meninggalkan mommy. "


Anindita berkata dengan gigih.


Nyonya Lunde yang melihat mata Anindita berkaca-kaca, dengan segera memeluk tubuh kecil anak manis di hadapannya itu.


"Sayang dengarkan, grandma hanya bercanda. Mana mungkin grandma akan merebut mu dari mommy mu. "


Nyonya Lunde berkata dengan lembut.


"Kasih sayangnya terhadap mommy nya sangat besar, anak yang baik. " batin nyonya Lunde.


"Kau terlihat begitu menyayangi mommy mu nak. " tanya nyonya Lunde.


"Tentu saja, apa grandma tau? mommy hanya mempunyai aku dan kakak saja. "


Terkejut, nyonya Lunde merasa sangat terkejut. Ternyata anak semanis ini, secantik ini,dan sekecil ini ,hanya di besarkan oleh ibunya seorang diri.


Nyonya Lunde merasa kasihan ,tak ingin membuat anak kecil itu merasa sedih,ia tak bertanya lagi.


"Apakah kak ian sudah datang? kapan kamu akan memulainya, by? " Zea bertanya pada Abyasa.

__ADS_1


"Aku membuat janji di pukul 1 ,onty. Aku sedang mengendalikan CCTV pintu, jika daddy masuk ke dalam pasti aku bisa mengetahuinya.


"Kamu selalu melakukan persiapan dengan matang. "


Zea berkata dengan tertawa.


"Kamu lihat onty,dia sudah datang." kata Abyasa girang.


"Tunggu-tunggu,kenapa berdebat dengan kak Al?"



"Kamu benar onty,kenapa daddy tak mengenali mommy ya?" bingung Abyasa.


"Penyakitnya itu by,tak bisa mengenali orang yang berbeda penampilan. Sifat buruknya itu jika kambuh adalah pelupa."


"Hufftth,sungguh payah!" keluh Abyasa.


"Kamu segera keluar dari sini onty, nanti kamu masuk setelah daddy masuk ke sini. " pinta Abyasa.


Zea menurut lalu keluar, dengan dirinya menyamar sebagai pelayan restoran berpenampilan cupu, memakai gigi palsu dan berkaca mata, membuat siapa saja pangling terhadapnya.


Di Grand Mall ada restoran, tapi Abyasa memesan yang ruangan khusus, ia ingin melancarkan aksinya di ruangan tertutup.


Tak lama kemudian, Alvian dan asisten Satya masuk menghampiri Abyasa.


Indra penglihatannya langsung menangkap sosok anak laki-laki yang berdiri tak jauh darinya.


Asisten Satya terkejut dibuatnya.


"Hay daddy, aku adalah anakmu. "


"Kamu anak daddy ya, bukan anak mommy? " celetuk asisten Satya.


"Bukan, karena kebanyakan yang melahirkan adalah mommy, jadi aku anak daddy aja. " kata Abyasa membalas perkataan asisten Satya yang bercanda.


"Apa yang akan anda lakukan, CEO? "


Asisten Satya bertanya dengan cemas.


Alvian berusaha berekspresi tenang, walaupun sejujurnya ia merasa sangat terkejut.


Toh anak yang terlalu mirip dengannya itu tidak terlihat mencurigakan. Ia harus pandai-pandai mengekspresikannya.


"Daddy, bolehkah aku berbicara berdua tentang mommy ku? "


Abyasa tiba-tiba berbicara, dengan raut sedih di sana.


Matanya berkaca-kaca, membuat asisten Satya tanpa sadar menoleh pada CEO-nya. Meminta jawaban, karena ia tak tega melihat raut sedih di wajah anak ganteng yang berada di depannya itu.


"Bagus, bagus sekali. Aku merasa puas dengan raut wajahmu yang mewarisi raut wajahku. Meskipun ,aku tau tuhan pasti akan meneruskan wajahku yang gantengnya tak tertandingi ini. Oleh karena itu, aku akan menuruti keinginanmu. Asisten Satya, kau keluarlah dulu, aku akan baik-baik saja. "


Alvian mengatakan dengan penuh percaya diri.


Asisten Satya hanya bisa memutar bolanya malas ketika memiliki CEO yang tingkat kenarsisannya sangat tinggi. Lalu ia keluar sesuai perintah.


"Ternyata aku memiliki daddy yang sangat narsis. " batin Abyasa.

__ADS_1


"Wajib, kamu wajib merasa puas dad. Karena mommy pun sangat iri denganmu, mommy merasa iri karena raut wajahku mewarisi dirimu. "


"Benarkah? " Alvian bertanya dengan tidak percaya, memang wanita mana yang ia hamili? seingatnya hanya sahabat lamanya.


Apa mungkin, orang yang meninggal dapat hidup kembali?


Abyasa mengangguk.


"Memang siapa mommy mu? wanita mana yang berani mencuri s****a ku? " tanya Alvian penasaran.


"Identitas mommy sangat sangat khusus dad! tapi tenanglah dad, cepat atau lambat aku pasti akan mempertemukan kalian."


"Dad, aku ingin meminta bantuan mu. Aku ingin meminta uang sedikit untuk mencukupi kebutuhan kami. Hidup kami jauh dari kata cukup dad."


Abyasa berkata dengan meneteskan air matanya.


Alvian yang melihat anak yang sangat mirip dengannya itu, hatinya merasa sakit.


"Baiklah, aku akan memberimu uang untuk kebutuhan mu. Kamu tenang saja, dengan wajahmu yang sangat memuaskan ku, aku akan membantu mu. Walaupun aku tak yakin jika kau memang benar-benar anakku. "


"Jika daddy tidak percaya padaku, mari kita lakukan tes DNA. "


Abyasa berkata sambil mencabut sehelai rambut, lalu ia serahkan pada Alvian.


"Kenapa hanya satu, bukankah ada rambut yang tidak berefektif?" Alvian bertanya dengan heran, namun ia tetap menyimpan rambut itu.


"Rambut ku ini berefektif semua dad, jangan meremehkan ku! "


Satu detik kemudian Alvian jatuh pingsan.


Zea baru saja membekap mulut kakaknya menggunakan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


Beruntung, waktu ia ingin masuk, asisten Satya sedang menerima telepon.


Lalu Abyasa mencari ponsel milik daddy nya, untuk mentransfer uang 100 juta ke rekeningnya.


"Aby, cepat sebelum asisten Satya selesai menerima telepon. Tapi tujuanmu membuatnya mati penasaran sudah berhasil,pasti kakak akan sangat penasaran oleh sosok mu by."


Abyasa yang mendengar perkataan Zea, dengan segera meletakkan ponsel di atas tubuh Alvian.


Dengan segera Zea menggendong Abyasa keluar dari ruangan itu. Beruntung lagi asisten Satya belum selesai menerima telepon.


Mereka berdua kembali menyamar, lalu menghampiri Anindita yang sedang duduk di ruang pemotretan seorang diri.


Tak lupa Abyasa meretas CCTV dan menghapus semua jejaknya dan aunty nya.


Tak membutuhkan waktu lama untuk meretas CCTV bagi Abyasa yang merupakan seorang peretas yang super genius.


Jika orang lain yang tidak mengetahui tentang Abyasa, pasti mereka akan mengira bahwa Abyasa adalah seorang peretas yang berusia 25 tahunan. Padahal dia hanyalah seorang anak kecil yang berusia 5 tahun.


Anindita menyambut dengan riang.


"Kakak.. onty.. apakah berhasil? "


"Tenang dek, kamu tak perlu meragukan kemampuanku. " kata Abyasa membusungkan dadanya.


"Kau tau kak, aku mempunyai grandma! "

__ADS_1


"Grandma? " tanya Abyasa dan Zea bersamaan.


"Iya, dia bilang namanya Hilda Euis Lunde. "


__ADS_2