Sang Perenggut KEHORMATAN

Sang Perenggut KEHORMATAN
Berebut eskrim


__ADS_3

"Arrrgggttt... kemana larinya Al? "


"Sepertinya ada seseorang yang telah menolongnya CEO! jika tidak, tidak mungkin akan menghilang secepat itu. " duga asisten Satya.


"Mungkin belum waktunya CEO, bukankah anda percaya dengan janji putramu? " imbuh asisten Satya.


Alvian hanya diam lalu menuju mobilnya.


Selamat.. Alderia selamat kali ini!!


Alderia menghembuskan nafasnya perlahan.


"Terimakasih kak Teo, kamu menyelamatkanku kali ini. "


"Tidak masalah, aku tau kamu butuh itu! jadi tentang rumor yang beredar itu benar adanya? Alvian Anderson Lunde yang merenggut mahkotamu dulu? "


Teo sangat penasaran dengan cerita Alderia, tapi ia tak ingin mengorek informasi lebih dalam, ia takut menggores luka lama yang sudah Alderia lupakan dengan susah payah.


"Ya! "


"Tak ku sangka, kamu masih saja sedikit cuek dan terkadang terkesan judes dengan ku. Tapi kamu semakin cantik dan seksi, andai kamu seorang model, akan ku jadikan kamu sebagai model terbaikku Al." Teo terus berbicara.


Alderia mendengar ocehan Teo dengan malas.


"Kak Teo, kita memang beberapa hari belakangan ini tidak bertemu, tapi kita juga baru beberapa hari tidak bertemu! kamu tidak perlu hiperbola dan lebay! lagi pula aku sibuk, aku ke sini hanya ingin menjemput Anin. "


Teo tertawa mendengar keluhan Alderia.


Teo tau, sampai kapanpun Teo tidak akan pernah bisa membodohi Alderia.


Namun benar adanya, Alderia memang semakin cantik dan seksi.


"Apa kamu tau di mana Anin berada? "


"Dia menunggu di dekat mobilmu, mungkin sekarang dia lagi kesal karena terlalu lama menunggu di bawah teriknya matahari siang ini! "


"Oh Lord!! habislah aku! "


Alderia dengan panik berlari di mana mobilnya di parkir.


Bagaimana tidak panik, ia memiliki anak yang suka mengatur, sudah pasti nanti ia akan di atur oleh putrinya.


Teo yang tidak tahan menahan tawanya, akhirnya tertawa lepas.


"Anin, maafkan mommy yang te,,, "


"Gapapa mom, Anin ngerti kok. "


Anindita memotong pembicaraan Alderia.


Kenapa dengan anak ini? biasanya anaknya orang yang selalu mengomel dan mengatur Alderia.


Namun, kali ini Anin tak marah.


Sebenarnya Anindita sempat melihat adegan mommy dan daddy nya di depan lift tadi.


Walaupun ia anak kecil, demi apapun ia tau situasi saat itu.


"Pulang yuk mom, Anin capek. "


Alderia yang masih bingung menuruti putrinya untuk segera pulang.


Sampai di apartemen Anindita duduk di sofa, tidak lama kemudian Abyasa datang.


"Tumben lama? "


Abyasa mengernyit heran, tidak biasanya adiknya pulang terlambat.


"Tadi ada sedikit masalah, oh ya apa kakak tau? tadi mommy di peluk sama paman Teo dari belakang. Pa,,, " cerita Anindita antusias.


"Sebentar, kakak pergi ke kamar dulu. "


Abyasa berlari menuju kamar, lalu jari kecilnya dan matanya bekerja dengan cepat. Bagaimanapun dia benar-benar ahli dalam komputer.

__ADS_1


Sedetik kemudian Abyasa selesai, ia terlihat menarik salah satu sudut bibirnya.


Abyasa berjalan menghampiri Anindita yang terlihat sedang membuka sebungkus eskrim.


Es krim itu terlihat sangat enak dan menggoda, sangat cocok dengan cuaca yang sangat terik siang ini.


"Kakak juga mau eskrim rasa permen karet dek. "


"Tadi beli 2 tapi yang 1 udah habis kak. "


"Yang ini kasih ke kakak. "


Abyasa yang melihat Anindita memegang eskrim rasa permen karet berusaha merebutnya.


"Gak mau, ini yang beli adik. " tolak Anindita.


"Beli lagi aja, kakak kasih yang ini. "


"Engga ya kak, ini adik yang beli, rasa permen karet udah habis, kakak aja sana yang beli. " tolak Anindita lagi.


"Kamu aja beli yang laen, eskrim ini buat kakak. "


"Anin, kasih aja kenapa sih? kan Anin tadi udah makan yang satunya. " nasehat Alderia.


"Gak bisa gitu mom, ini punya adik. "


"Sini, kasih kakak dulu dek. "


"Gak mau, ini punyaku. "


Anindita memeluk eskrim dengan erat, seolah takut direbut kakaknya.


"Bagi dek. "


"Gak. "


"Anin ,berbagi!! " lerai Alderia.


"Enggak mom. "


"Punyaku. "


"Gak, buat kakak. "


Mereka bertengkar gara-gara eskrim, benar-benar hanya karena eskrim.


"Diam!! "


Mereka berdua langsung diam menunduk mendengar teriakan Alderia.


Alderia tidak habis pikir, kedua anaknya bertengkar hanya karena eskrim.


Anindita tentu tidak akan mau kalah, tapi kenapa Aby juga tidak mau mengalah?


Apa hebatnya dengan eskrim rasa permen karet?


Apa eskrim itu memiliki kekuatan super?


Atau brand terkenal hingga dapat menambah followersnya?


Demi apapun ini kejadian paling konyol selama ia membesarkan kedua anaknya.


Aby dan Anin masih diam.


"Mau berbagi atau mommy makan?! " tegas Alderia.


"Jangan mom! "


Abyasa dan Anindita berkata dengan cepat.


Mereka akhirnya berbagi, hingga habis tanpa sisa.


"Kakak, maafin adik."

__ADS_1


Anindita memeluk Abyasa.


"Iya, kakak juga minta maaf dek. "


Abyasa membalas pelukan Aninduta.


"Aby Anin.. kalian tau? mommy sangat bahagia jika melihat kalian selalu akur, sebagai kakak beradik kalian harus melindungi satu sama lain, tidak melukai. Kalian lahir dan di besarkan sama mommy, mommy Akan sedih jika kalian bertengkar karena masalah sepele. Jika Ada masalah besar di kecilkan, jika Ada masalah kecil di hilangkan, dan jika tidak Ada masalah jangan buat masalah. "


Alderia berkata dengan lembut dan penuh harap.


Abyasa dan Anindita merasa bersalah, karena seumur hidup mereka, mereka baru bertengkar kali ini.


Mereka memeluk mommy mereka.


"Maaf mom. "


Alderia tersenyum melihat kedua anaknya memeluk dirinya.


"Iya sayang, jangan kalian ulangi lagi ya? "


Abyasa dan Anindita mengangguk mantap.


Keesokan harinya di kantor Albynd Beauty


Alderia dan Felycia baru datang memasuki kantor.


Semua mata tertuju pada Felycia.


"Kenapa mereka terus menatapku terus, aneh sekali rasanya. " batin Felycia.


"Kalian semua sekarang sudah mendengar beritanya bukan? di internet semuanya membicarakan perbuatan mesum fotografer terkenal, Mateo Lionel terhadap bu Felycia! "


"Kau benar,mereka pasti sudah melewatkan malam bersama di apartemen fotografer Mateo."


"Aku rasa itu semua benar, foto putra bu Felycia sangat mirip dengan fotografer Mateo. "


Bisik-bisik terdengar di mulut orang kantor.


Berita itu cepat sekali menyebarnya! sampai-sampai orang di kantor sudah mengetahuinya, pikir Alderia.


Ia yakin, ini ulah Abyasa karena kemarin Teo telah memeluknya dengan lancang.


Ia juga yakin, reputasi Mateo Lionel anjlok.


"Apa kalian tau kebenarannya, berani berbicara seperti itu? " tanya Alderia.


Alderia adalah bos yang paling baik dari pengalaman mereka bekerja.


"Maafkan kami yang terlalu kencang bu. "


Mereka berkata dengan menunduk.


"Jangan ulangi perbuatan kalian lagi, Felycia di p*****a sama fotografer mesum itu! siapa sangka,dia juga hamil,nasibnya tidak jauh berbeda denganku." tegas Alderia, lalu berlalu menuju ruangannya.


Mereka tersentak kaget, dengan kenyataannya.


"Sudahlah Al, jangan terbawa emosi. Ini tak seberapa, tak seheboh berita yang bersangkutan-pautan dengan CEO Alvian Anderson Lunde. "


Felycia mencoba menenangkan Alderia.


"Aku berjalan ke semua bagian departemen dan semua pembicaraan nampaknya membicarakan CEO Alvian. " imbuh Felycia.


"Apa Alvian sepopuler itu? "


"Bagaimana tidak? dia pebisnis muda yang sangat sukses! "


"Kamu benar, dia sangat bekerja keras dalam 5 tahun ini, keringatnya selalu mengalir untuk mengembangkan perusahaan. Tak heran jika aset milik Keluarga Lunde begitu kaya! " takjub Alderia.


"Nanti kamu yang jemput anak-anak ya? " imbuh Alderia.


Felycia mengangguk.


Di sekolah negri 1

__ADS_1


"Aby Anin.. apa kalian tau? di internet mengatakan bahwa aku memiliki seorang ayah! "


__ADS_2