
Madam Gie terkekeh lalu bertanya, "Sudah? "
Jika tidak salah hitung, ini perkataan yang ke-71 suaminya ingin meminta cerai.
Dia seperti kurang kerjaan melingkari tiap angka di kalender, hanya karena ingin tahu jumlah ucapan itu.
Untung dia tidak memiliki anak, jika iya mungkin hanya akan dijadikan mesin pencetak anak.
Suaminya bagaikan MAGADIR.
Manusia ga tahu diri!
Madam Gie ingin diam dan jaga image, karena tolol juga mengajak orang bertengkar cuma gara-gara beda pendapat tentang skandal perselingkuhan ini.
Perselingkuhan bukan adanya pelaku, tapi adanya saling mau!
Tamu tidak akan duduk manis di ruang tamu, jika pemilik rumah tidak membukakan pintu.
Madam Gie memejamkan matanya sebentar lalu mencoba tersenyum.
Seandainya Madam Gie bisa membaca skenario hidup, sudah pasti akan dia hapus bagian cerita yang tidak harus diperankan.
Dia menduga suaminya berani membentaknya karena sudah berhasil memindahkan aset mereka atas nama Ridwan.
Satu kata dalam benaknya,
Sombong!
Dan balasan orang sombong harus cidera di slending ekspetasi.
Untuk apa sombong? cukup fir'aun saja yang sombong, kita jangan. Ingat di atas nasi goreng masih ada bawang goreng.
Madam Gie menduga jika Tuan Ridwan begitu sombong dengan kekayaan yang tidak seberapa itu. Hanya rumah dan perusahaan yang suaminya kelola.
Suaminya selalu sombong, pamer, dan omong kosong tanpa tindakan. Nyatanya perusahaan tidak berkembang.
Padahal suaminya orang hebat meskipun dulunya tidak dari keluarga terpandang.
Tapi sehebat apapun kalau ga gerak, ga di kerjain ya ga jadi apa-apa juga.
Wacana dalam kepala itu omong kosong tanpa eksekusi. Ide-ide hebat di dalam kepala doang, omong kosong tanpa pernah diwujudkan.
Tahun berlalu, suaminya pasti akan terbenam dengan khayalan dalam kepalanya.
Dia juga yakin suaminya tidak mengetahui tentang kekayaan yang ada di belakang dirinya.
Madam Gie cukup menghargai keputusan suaminya, toh dia memang tidak bisa memberi keturunan padanya.
__ADS_1
Karena merasa keputusan Tuan Ridwan tidak mungkin dipertimbangkan lagi, dia hanya bisa menyerah dan berkata dengan mantab, "Baik, mari kita bercerai. "
Tuan Ridwan dan Dean tersenyum meremehkan.
"Yakin ga mau tetap di posisi mu? gini-gini jadi yang ke 2 juga ga masalah. " kata Dean dengan tampang tak berdosa nya.
Jangan lupakan Tuan Ridwan yang mengangguk setuju.
Memang semakin orang dewasa, semakin badjingan pula lingkup pertemanannya dan itu sedang terjadi pada Dean.
"Keputusanku sudah bulat. Karena bagiku selingkuh itu seperti kanker, kita mungkin bisa sembuh.Tapi tidak bisa memastikan, dia akan tumbuh lagi atau tidak. "
Semua orang membenarkan ucapan Madam Gie yang sangat tenang, tidak memperlihatkan emosinya sama sekali.
Berdasarkan matematika, ada segitiga sama kaki dan sama sisi. Namun, dalam cinta ada cinta satu sisi pindah ke lain hati.
"Ntar drama nangis-nangis! " Dean mengejek.
Untuk jadi selingkuhan memang tidak butuh cantik.
Cukup tidak tau diri!
"Buat apa?! Bojoku kok rebut ya sudah tak kasih. Nyoh pek en! Anggep saja sedekah sama orang ga punya(kismin). Bekas ku aja bangga. Seneng turahan ku po piye?! "
Dengan nada yang terdengar menyebalkan dan campur bahasa jawa, Madam Gie kalo ngomong memang bener!
Sementara Dean sudah mirip ayam dipotong lehernya.
Hidup segan, mati belum siap.
Zea yang mendengar balasan Madam Gie tersenyum puas, tatapan matanya bertemu dengan Asisten Satya.
Asisten Satya pun tersenyum.
Auranya mengandung kloroform.
Mambuat terbius seketika, tak mampu lagi berkata-kata, apalagi jika ingin menyatakan cinta.
Jaga image, jangan asal ceplas-ceplos!
Zea membuang muka sambil berkata dalam hati, tenang zee.. dia menatapmu karena punya mata, bukan karena ada rasa!
"Jangan dipaksakan Sel, aku tahu menata hati yang retak tidaklah mudah. Kamu tidak harus memaksakan diri nanti semakin sakit. "
Tuan Ridwan merasa tidak puas dengan perkataan Madam Gie.
Madam Gie tersenyum, "Kamu tahu apa yang tidak bisa di genggam? Angin bukan hanya tidak bisa di genggam, tapi tidak bisa di lihat hanya bisa dirasakan. Bayangan bisa dilihat, tapi dia penghianat paling nyata. Terlihat hanya saat matahari menyinari, dan menghilang dalam kegelapan. "
__ADS_1
"Kamu juga tahu jika air tidak pernah bisa di genggam, tidak bisa dihentikan untuk terus mengalir. Begitulah perasaanku yang harus melepaskan. Aku tidak akan menggenggam, karena aku tahu aku tidak mampu. "
Sekarang aku wis sadar terlalu goblok mencintaimu!
Lalu, Madam Gie menatap tajam Dean.
Jangan kebanyakan duduk, nanti lupa diri!
"Dan untuk anda, anda siapa? saya dan anda hanya seorang wanita yang sama. Mungkin akan memiliki nasib yang sama di masa depan. Hanya saja saya lahir lebih dulu dari anda dan lebih dulu hancur lahir dan batin. "
Senyuman Madam Gie terlihat menatap Anindita bersama Alderia yang berdiri tak jauh dari Dean.
"Mom, seseorang yang hancur lahir dan batin itu apa? kenapa Nenda Isel tersenyum? hancur berarti sakit seharusnya menangis. "
Anin bingung melihat ekspresi wajah nendanya(nenek muda) yang tidak merasakan luka.
"Tidak semua rasa sakit diungkapkan dengan air mata sayang, karena air mata sudah kering. " Alderia langsung mengelus kepala Anin.
Anin mengangguk paham.
Gurunya ini orang yang sangat cerdas dan tulus. Alderia memandangnya penuh cinta.
Madam Gie adalah guru kecantikannya, ketika di itali dulu Alderia belajar kursus memoles wajahnya.
"Memang ga insecure dengan status janda?! "
Sumpah demi apapun otak suaminya sudah benar-benar keblinger.
Oh lord!
Kenapa bodohnya tidak hilang-hilang sih?! Bodoh jangan dipelihara, di buang ke Sungai Amazon sana.
Di jaman sekarang buat apa merasa insecure dengan status janda?!
Dengan percaya diri Madam Gie berkata, " Untuk apa malu dengan statusku?! sangat banyak wanita-wanita janda yang memiliki pekerjaan hebat. Seperti dokter, artis, model dan bahkan pengusaha. "
"Ubah pola pikir mu sekarang. Hidup terus berjalan harus ada perubahan. "
Belajar dari masa lalu, alasan suaminya mencampakkannya berarti dirinya tidak ada artinya di mata nya.
Jadi, mulai sekarang dia akan menunjukkan pada suaminya itu apa arti seorang Giesella!
Akan buat menyesal karena pernah menyia-nyiakan nya.
Akan buat yang dulunya menatap rendah berubah menjadi mendongak menatap ke atas.
Tekadnya gigih tanpa sengaja menatap ayah Alderia.
__ADS_1
Pria tampan itu terlihat sangat cool dengan pakaian casual yang melekat pada tubuh kekarnya