
"Aby, apakah kamu yang telah membuat onar di internet lagi?"
Alderia sangat khawatir terhadap anak-anak, ia takut terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi.
Suatu hal pasti akan terjadi pada putranya, jika onar yang mengusik istri ayahnya ini terdengar di telinga ayahnya.
Alderia tau jika kedua orangtuanya dulu menikah karena cinta yang sama.
Beda halnya jika sama-sama cinta.
Ibunya dulu menikah pada ayahnya karena sangat mencintai neneknya yang dulu terbaring di rumah sakit, ibunya membutuhkan biaya besar untuk pengobatan neneknya.
Hingga tiba di mana ibunya bertemu pada ayahnya, ayahnya mau membantu membiayai pengobatan neneknya dengan syarat ibunya mau menikah dengan ayahnya.
Karena ibunya sangat mencintai neneknya, ibu menyetujui syarat itu.
Ayahnya sangat mencintai nenek Aulia Esten, ibu dari ayahnya.
Nenek Aulia selalu menuntut ayahnya untuk segera menikah karena menginginkan seorang cucu di sisa hidupnya yang sudah tidak lama lagi.
Pernikahan kedua orangtuanya benar-benar di dasari dengan cinta yang sama, bukan sama-sama cinta.
Ibunya yang cinta pada neneknya dan ayahnya yang cinta pada nenek Aulia Esten.
Abyasa melihat raut kekhawatiran yang begitu besar di wajah mommynya.
"Mom, jangan terlalu khawatir, aku akan baik-baik saja, "
Abyasa berkata dengan gigih dan mengelus tangan mommynya lembut.
"Iya mommy tak perlu khawatir, kakak bisa menangani semuanya. Kita tinggal bayangkan saja jika ini sebuah sinetron,di mana kakak sutradaranya dan kita pemainnya,jika kata paman Teo ikuti alurnya," timpal Anindita memeluk mommynya dari samping.
"Dan mommy cukup membantu ku dengan menjemput seseorang di bandara, orang itu ada sangkut pautnya dengan siaran langsung yang akan di adakan nanti siang oleh nenek sihir itu. " pinta Abyasa.
Alderia yang mendengar ucapan anak-anaknya merasa sedikit tenang.
__ADS_1
"Baiklah, cepat kalian habiskan sarapan kalian, pagi ini mommy yang akan mengantar kalian ke sekolah. "
Entah perasaan apa yang membuat Alderia cemas, jika tidak bekerja ia terasa ingin menunggu kedua anaknya hingga jam sekolah berakhir.
Berulang kali Alderia menghela nafasnya panjang untuk mengurangi kekhawatirannya.
Di kediaman Keluarga Esten
Nyonya Esten tengah pusing dengan desas-desus yang sedang heboh di internet.
Sarasmitha Esten sibuk menyiapkan dirinya untuk menghadiri siaran langsung nanti siang.
Sedangkan di kantor, ayah Alderia sedang duduk di meja kerjanya sambil merenung.
Siapa yang berani membuat onar ini?! pikir ayah Alderia.
Nyonya Esten yang memang percaya takhayul, menyuruh pembantunya mencarikan bunga anggrek sebelum menghadiri siaran langsung siang nanti.
Setelah pembantunya mendapatkan bunga anggrek, nyonya Esten memandikan menantunya menggunakan bunga anggrek untuk mengusir roh jahat yang tidak suka pada menantunya.
Meski Sarasmitha tidak percaya dengan usul ini, karena ia tau betul jika onar ini adalah benar adanya. Ia tetap menuruti mertuanya, ia tak ingin pencitraannya buruk di depan mertuanya.
Alderia sudah menjemput orang di bandara sesuai permintaan putranya.
Siang harinya, Sarasmitha akan mengklarifikasi rumor melalui siaran langsung.
Sarasmitha datang bersama nyonya Esten.
"Halo para netizen, aku adalah Sarasmitha Esten. Tadi pagi ada rumor tentangku, bahwa Verel putraku bukan keturunan kandung Keluarga Esten. Jadi aku akan menjelaskan pada kalian melalui siaran langsung ini."
Sarasmitha menghela nafasnya sebentar.
"Aku akui, aku salah masuk dalam rumah tangga orang, dengan kata lain aku adalah pelakor. Aku masuk ke dalam kehidupan keluarga Daren ketika Alderia masih bayi, hingga hubungan kami semakin dekat dan akhirnya kami memutuskan nikah secara agama. Tapi di sini aku juga jujur bahwa Verel memang benar-benar hasil buah cinta ku dan suamiku. Aku dulu menikah dengan Daren masih pe,,, "
"Perawan ting-ting gitu, iya?! Sarasmitha memang masih perawan ting-ting hingga sekarang tapi tidak untuk Elisabeth yang sekarang menjadi nyonya di keluarga Esten dan mengaku pada suaminya kehormatannya telah direnggut oleh preman pasar ketika berbelanja. Bahkan Sarasmitha saking masih ting-ting nya sampai jadi pertu!! " gerutu Sarasmitha menghampiri Sarasmitha(Elisabeth/nyonya Esten)
__ADS_1
"Kau Elisabeth yang mengaku-ngaku jadi Sarasmitha seorang gadis lugu berumur 17 kala itu untuk menikah dengan tuan Daren dengan memalsukan identitas ku. Aku percaya dengan paras mu yang awet muda sungguh mudah untuk membuat orang percaya, apalagi suamimu seorang kepala desa! Sungguh mempermudah permainanmu dengan sangat mulus. Kau Elisabeth sudah bersuami, tapi karena masalah keuangan kalian yang begitu sulit di masa pernikahan kalian yang baru di mulai akhirnya suamimu menyuruhmu menikah lagi dengan pria kaya kan?! bahkan suamimu yang mengurus semua keperluan pernikahan keduamu. Untung kau tinggal terpisah dengan tuan Daren, kau kan tinggal di keluarga Esten setelah istri sah tuan Daren meninggal dan kau barulah di nikah sah di mata agama dan negara. Jadi, tuan Daren tidak merasa curiga dengan uang bulanan mu, yang sebenarnya kamu transfer pada suamimu di desa untuk membayar hutang-hutang kalian, "
Sarasmitha asli menghela nafasnya sebentar.
"Dan beruntungnya lagi, aku baru mengetahuinya, jadi rahasianya baru terbongkar saat ini. Aku memang wanita berkarir dan berprinsip yang memegang teguh pendirian ku yang tidak akan menikah muda walaupun banyak yang mengejar ku, tapi kenapa jadi seperti ini?! Minggu kemarin aku ingin menikah dengan calon suamiku, namun di dalam data mengatakan bahwa aku sudah menikah, padahal nyatanya aku belum menikah. Hingga tuhan benar-benar berbaik hati padaku bahwa kamu adalah dalang dibalik semua ini. Kau benar-benar wanita yang tak mempunyai hati, Elisabeth!! Verel memang anakmu dan suamimu, tapi yang kamu maksud adalah suamimu yang di kampung bukan tuan Daren."
Sarasmitha membuang nafasnya kasar, emosinya menggebu-gebu.
Elisabeth(Sarasmitha palsu) diam mematung, mulutnya kelu.
Rahasianya yang ia simpan bertahun-tahun terbongkar begitu saja?
"Sungguh gadis yang malang, dia jadi perawan tua! "
"Berita yang mem-bagongkan! "
"Aku ikut meng-sedih gesss(gaes,guys)!! "
Banyak lagi komentar para netizen maha benar yang menyaksikan siaran langsung ini.
Akhirnya hukum harus Elisabeth dan suaminya jalani.
Mereka berdua akan menjalani hukuman mereka, karena telah memalsukan identitas.
Di sana mereka berdua juga meminta maaf kepada Sarasmitha dan seluruh keluarga Esten terutama pada Alderia.
Masalah Sarasmitha telah selesai.
Untuk Verel, dia tak bisa berbuat apa-apa. Orangtuanya memang bersalah, bahkan ia sudak mengetahuinya sejak lama.Namun ia tak punya nyali mengatakan pada ayah angkatnya.
Verel ingin pulang ke kampung orangtuanya, namun segera di tahan oleh Daren.
Walaupun Verel bukan putra kandungnya tapi ia tetap akan mengakuinya sebagai putranya sendiri.
Di tempat lain, Alderia sedang berkutat dengan pekerjaannya di kejutkan dengan kabar dari Felycia bahwa Abyasa diculik ketika Felycia sedang menjemput anak-anak.
__ADS_1