
Cukup lama lili menunggu, Hingga seorang dokter keluar dari ruangan tempat jeff berada.
"Dokter ".Tatapan lili menuntut penjelasan dari dokter itu. " Operasi nya berjalan dengan lancar. Peluru nya tidak mengenai bagian jantung tuan jeff ".Ucap dokter itu sambil tersenyum menatap lili.
Lili menghela nafas lega. " Apa saya boleh masuk?? ".Tanya lili sambil menatap sang dokter dengan penuh harap. " Tentu saja nona. Tuan jeff sekarang masih di bawah pengaruh obat bius, Mungkin beberapa jam kedepan dia akan sadar ".Ucap sang dokter. Setelah itu dokter itu pun berlaku dari tempat itu.
Saat melangkah masuk ke dalam beberapa orang perawat menghentikan lili. " Nona tuan jeff akan kami pindahkan ke ruang rawat".Ucap beberapa orang perawat itu. Lili menganggukkan kepala nya. Lili ikut bersama perawat itu menuju ruangan VIP.
*
__ADS_1
*
Di sinilah lili berada, di sebuah ruangan yang lumayan besar. Tatapan lili tertuju pada pria yang terbaring lemah di depan nya. "Uncle ".Panggil lili. " Uncle maaf ya, kalau saja dari awal aku tidak mempercayai perkataan ben mungkin saat ini uncle tidak akan seperti ini ".Ucap lili sambil mengusap sudut mata nya.
" Setelah uncle sadar aku janji akan nurut pada uncle, aku tidak akan membantah perkataan uncle lagi ".Ucap lili. Lili kemudian mengambil tangan jeff dan menggenggam nya dengan erat. Lama lili terdiam berharap jeff segera sadar. Lili membaringkan kepala nya di samping jeff. Rasanya benar benar melelahkan. Lili harus berhadapan dengan monica, bahkan bagian punggung lili terdapat banyak bekas memar akibat pukulan dari monica. Untung saja lili selalu melindungi bagian perut nya.
Rasa nya perih dan sakit, namun lili berusaha menahan nya. " Uncle tau tidak, Aku benar benar takut saat ben menembak uncle. Aku takut kehilangan uncle. Apa aku suka pada uncle?? ".Guman lili. Lili tidak sadar kalau saat itu jeff mulai membuka kedua mata nya. Jeff sedikit terkejut mendapati kepala lili di atas tangan nya. Jeff kembali memejamkan kedua mata nya berpura pura kalau ia belum sadar.
" Benarkah?? ".Ucap Jeff dengan sedikit lirih.
__ADS_1
" Uncle ! ".Lili segera menegakkan kepala nya menatap pada Jeff yang kini sudah membuka mata nya. " Huaa uncle !! ".Lili segera memeluk Jeff sambil menangis.
" Cengeng ".Ejek Jeff sambil mengelus kepala lili. " Uncle!! ".Lili semakin erat memeluk Jeff.
" Sakit ".Ucap Jeff saat lili menekan bagian dada nya yang baru saja di operasi. " Mana yang sakit?? ".Tanya lili.
"Tidak ada ".Ucap Jeff sambil terkekeh pelan. " Sejak kapan kau mencintai ku?? ".Tanya Jeff yang bermaksud menggoda lili. " Ha??. Cinta, mana ada aku cinta pada uncle ".Lili berusaha untuk mengelak, padahal jelas jelas tadi lili mengatakan nya.
"Ohh berarti aku salah dengan. Padahal kalau itu benar aku ingin membalas nya. Tapi tidak jadi karena aku cuma salah dengan ".Ucap Jeff. Lili menggaruk kepala nya yang tidak gatal." Uncle sebenar nya aku lumayan sudah lama suka pada uncle, tapi wajah uncle selalu datar. Jadi aku malas menyukai uncle lebih dalam. Wajah nya saja datar apalagi hatinya ".Ucap lili panjang lebar.
__ADS_1
Jeff menghela nafas nya. Tangan Jeff terulur mengusap bekas memar di pipi lili. "Ini sakit ya?? ".Tanya Jeff. Lili menganggukkan kepala nya. " Aku akan membalas semua perbuatan monica ".Ucap Jeff.
" Tidak usah uncle. Dengan balas dendam semua nya tidak akan selesai. Aku tau betul bagaimana perasaan monica. Jadi aku minta uncle tidak usah berurusan dengan nya lagi ".Ucap lili sambil tersenyum menatap Jeff.