Sang Perenggut KEHORMATAN

Sang Perenggut KEHORMATAN
Hari H


__ADS_3

Vrans tercengang setelah mendengar suara ini.


Setelah diam beberapa detik, dalam hati Vrans ada satu pemikiran, apakah ini benar suara operator?


Sementara, Indriana Mecca menghela nafas memikirkan nasibnya.


Indriana Mecca adalah wanita yang berbicara di ponsel dengan Vrans.


Dia adalah kakak dari Felilycia dan guru Abyasa-Anindita.


Vrans adalah orang yang paling menyebalkan, pikirnya.


Indriana 2 bersaudara, dirinya dan Felycia. Jika Felycia dari kecil sudah tinggal di kota dengan orang tuanya, namun Indriana tidak. Dia tinggal di kampung dengan kakek-neneknya.


Dulu dia adalah anak kecil yang pendiam, dia merasa kecewa karena harus pisah dengan kakek-neneknya. Dia dipaksa sekolah di kota, tinggal bersama kedua orangtuanya dan adik.


Sungguh, dia menjadi seorang yang pendiam karena kecewa dengan orang tuanya.


Bahkan saking pendiam nya, dia di bully sebagai seseorang yang bisu oleh seorang anak laki-laki.


Anak itu, ya si Vrans itu!


Orang tua Indriana mengetahui masalah ini, dengan berat hati mengizinkan Indriana sekolah di kampung dan tinggal dengan kakek-neneknya.


Setelah dewasa dia harus kembali ke kota lagi menemani adiknya, karena kedua orangtuanya meninggal kecelakaan.


Dia merasa sedih dan menyesal, karena tidak bisa menuruti keinginan orangtuanya untuk tinggal di kota.


Meskipun waktu tidak bisa di putar kembali, dan hanya terpaku dengan penyesalan. Tetapi, dia berjanji akan membahagiakan adiknya.


Dulunya dia merasa orang paling menyedihkan, namun di luar sana masih banyak orang yang lebih menyedihkan darinya.


Waktu itu tuhan mempertemukannya dengan Vrans lagi.


Vrans terlihat sangat kacau, dia juga kehilangan orang tuanya. Indriana yang merasa senasib, mencoba menghibur Vrans, dia selalu ada di hari-hari Vrans.


Hingga suatu malam, Indriana menerima pesan bahwa Vrans mengalami mabuk di bar x.


Indriana yang mengetahui hal itu sangat panik, dia pergi ke bar itu.


Entah dia yang terlena atau Vrans yang kurang ajar, Indriana telah dinodai oleh Vrans.


Dia kecewa sejenak.


Dia kecewa dengan dirinya sendiri, dia tidak bisa menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita.


Beberapa hari Indriana menyibukkan diri.

__ADS_1


Setelah di telusuri, ternyata mobil orang tuanya tabrakan dengan mobil orang tua Vrans.


Dia juga baru mengetahui, jika Vrans adalah anak laki-laki yang mem-bully nya dulu.


Dan dengan bodohnya, dia terlena telah memberikan kehormatannya.


Dia berkali lipat kecewa! Akhirnya dia memutuskan ke luar negri.


Semenjak saat itu Vrans semakin menjadi, dia jadi cassanova sejati!


Vrans terpukul setelah kedua orang tuanya tiada, kenapa harus wanitanya menghilang juga?


Dia lelah, semuanya perlahan pergi meninggalkannya.


Di dalam kantor sekolah, Indriana mengingat kejadian dulu.


Dalam hati Indriana memiliki tujuan yang jelas, yaitu ingin memperbaiki semuanya. Berbicara baik-baik dengan Vrans.


Namun, saat ini yang terpenting adalah memikirkan permintaan kakeknya.


Situasinya juga sangat mendukung, dia sedang kesal dengan Vrans karena menjadi seorang cassanova.


Jika dilihat, dia seperti orang yang seakan mampu menyelesaikan masalah dengan gampang, nyatanya di otak sangat rumit!


Dia benar-benar pusing, dia tidak ingin ceroboh lagi, sehingga akan menimbulkan penyesalan yang mendalam.


...****************...


"Mommy, bangun! Apa kamu tidak ingin menikah dengan daddy? jika mommy tidak mau, lebih baik buat Anin. Soalnya Anin mencari di internet semua orang ganteng di muka bumi ini tidak ada. "


Anindita memanas-manasi Alderia.


"Apa!? sekarang hari pernikahan?" pekik Alderia berlari ke kamar mandi dengan membawa handuk yang sudah di siapkan Anin.


Sementara Abyasa sedang membuatkan susu 3 gelas dan roti selai 3 porsi.


Dia khawatir mommynya akan kelaparan.


Selesai mandi Alderia mengenakan gaun, lalu mulai perawatan. Mulai dari lulur, menicure, dan pedicure, memasang nail art bernuansa glowing, facial, dan bermake-up tipis membuatnya tampil dengan sempurna.


Satu jam kemudian Alderia selesai bersiap, mereka di jemput pergi ke hotel milik keluarga Lunde.


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu.


Di mana hari pernikahan Alvian dan Alderia.


Banyak kolega bisnis, teman, kerabat, bahkan barisan partai sakit hati, dan partai manis di mulut lain di hati sekalipun.

__ADS_1


Untuk acara dia ngikut maunya Nyonya Lunde saja.


Tidak perduli pelaminan mau sebesar panggung konser, yang terpenting pakaiannya tidak seperti Nyi Roro Kidul dengan kereta kencana.


Seseorang yang beberapa tahun ini menyelimuti rasa kecewa di hati Alderia pun tak di sangka mau datang.


"Ayah.. " gumam Alderia sedih, namun juga terharu.


Alvian yang melihat tampang Alderia merasa sakit.


Acara sudah mulai, ijab qobul berjalan dengan lancar, sehingga kata SAH sudah terdengar.


Namun, lagi-lagi hati Alderia bergemuruh menahan rasa kecewa.


Harapan pelukan hangat dari sang ayah, terhempas begitu saja oleh kenyataan.


Jangankan memeluk, menyapanya saja tidak!


Tampangnya terlihat datar tanpa ekspresi.


"Jika gadis lain cinta pertama mereka adalah seorang ayah, lalu siapa cinta pertamaku?!" batin Alderia.


Tak terasa bulir bening menerobos dari naungannya, namun dengan gerakan cepat dia menghapusnya.


Definisi sakit tapi tak berdarah.


Hatinya lebam di hantam kenyataan.


Alderia menarik salah satu sudut bibirnya.


"Ku kira hari ini aku menjadi istimewa, ternyata sama saja! " lanjutnya.


Kedua mempelai duduk di atas panggung, lalu orang-orang bergantian untuk memberikan ucapan selamat.


"Happy wedding, pesta seperti pernikahan kalian memang tak tertandingi, aku sangat kagum! Dan kekagumanku seperti sungai yang bergelombang. Semoga hubungan kalian langgeng sampai maut memisahkannya. Teruslah berjuang untuk rumah tangga kalian dan pertahankan lah hubungan kalian. "


Dean berkata dengan lembut, tidak lupa senyum manisnya, semakin apik akting yang dilakukannya.


Di luar bagai madu, namun di dalam bagai empedu!


"Wanita ini mulutnya semanis madu, bahkan saking manisnya, manis di mulut lain di hati! " batin Alderia merasa malas.


Berhubung Dean adalah urutan orang yang terakhir sendiri, Alderia berniat turun dari panggung.


Dia ingin menyapa para karyawannya, karena dia sudah di tinggal Alvian sejak Dean mulai berbicara ngawur.


Namun, Dean menghalangi jalan Alderia.

__ADS_1


Tepat dugaan!! pikir Alderia, lalu dengan santai berkata, "Menyingkir lah, anjing baik tidak akan menghadang jalan. "


"Berhenti! Kamu bilang siapa yang anjing?! "


__ADS_2