
Siapa lagi jika bukan Vransisco Alberto, sang cassanova sejati!
"Hey anak nakal, ingat pulang juga rupanya! " teriak nyonya Lunde.
Nyonya Lunde menjewer telinga Vrans, membuat Abyasa dan Anindita tertawa geli dengan tingkah grandma mereka.
"Orang tua kok di jewer kupingnya sih grandma. "
Mata Vrans membulat sempurna mendengar ejekan Anindita, ia sama sekali tidak mengetahui siapa anak kecil dihadapannya itu.
"Iya sayang, karena uncle mu ini sangat nakal, jika tidak ingin di jewer seperti orang tua satu ini, jangan nakal ya. "
"Mam, hentikan mam, ini sangat sakit tau. " rengek Vrans.
Namun nyonya Lunde sama sekali tidak mendengarkan rengekan Vrans.
Abyasa menatap uncle nya itu.
Sedetik kemudian Abyasa menarik-narik tangan nyonya Lunde.
Seakan mengerti dengan maksud cucunya, nyonya Lunde menyejajarkan tubuhnya sama dengan Abyasa.
Sebelah alis nyonya Lunde terangkat, lalu mulutnya bergerak mengisyaratkan bertanya tanpa suara. Abyasa membisikkan sesuatu pada nyonya Lunde.
Setelah selesai nyonya Lunde tampak menganggukkan kepalanya, dengan bibirnya yang mengembang.
"Kapan kamu akan menikah? "
Jika sudah seperti ini Vrans hanya bisa berekspresi tidak senang dengan mamanya itu, setiap pulang ke mansion yang ditanyakan nikah, nikah, dan nikah!
"Dikira pernikahan itu semudah membalikkan telapak tangan apa?! seperti tidak pernah menjalankan sebuah rumah tangga saja. "
Vrans mencebik mulutnya kesal.
Pernikahan itu sebuah proses.
Bukan sebuah ajang perlombaan tentang siapa yang cepat-cepat mencapai garis finish duluan.
Pernikahan, sebuah proses di mana jodoh pasti akan datang di saat yang Indah.
Nikmati prosesnya, ikuti alurnya, dan syukuri apa yang telah menjadi takdir kita nantinya.
Vrans sedang berusaha dan berdoa mencari cintanya. Mulut bisa saja berdusta!
Tapi hati?!
__ADS_1
Dia tau kepada siapa cintanya akan berlabuh ke sang pemilik hati ini.
Sejauh apapun kita menghindar dan sekeras apapun kita menolak, jika itu memang jodoh kita kelak juga akan dipertemukan dengan seiring berjalannya waktu.
Tapi masalahnya jodoh Vrans belum datang!
Bagaimana mau menolak dan menghindar ?!
Jodoh itu seperti tukang bakso!
Jika sedang di inginkan tidak datang, tapi jika tidak di inginkan malah datang bergantian.
"Berapa kali harus Vrans katakan sih mam? sabar dulu napa, mungkin jodohku tuh menghindar karena tau jika berhadapan dengan mama tuh harus tahan mental. Dalam arti lain mereka takut kena mental. " Vrans berkata sembrono.
Nyonya Lunde memukul pantat Vrans dengan keras.
Nyonya Lunde langsung mengeluh, mempunyai putra tampan namun jika berbicara suka sembrono.
"Dasar anak laknat! Secara tidak langsung kamu telah mengatakan jika lidahku filternya rusak! "
"Eoh, mantab jiwa!! Sakit mamaku, cintaku, sayangku! " gerutu Vrans.
"Taubat Vrans, taubat! taubat dari playboy jadi good boy! " celetuk Tuan Lunde.
Gelak tawa terdengar begitu renyah memenuhi Mansion Utama Kediaman Lunde itu.
Drttt.. drttt.. drttt..
Suara dering ponsel mengusik tawa mereka.
Alderia meminta maaf pada mereka dan meminta izin mengangkat telepon, lalu Alderia mengambil ponselnya.
"Ya halo? "
"................"
Terlihat Alderia diam mematung.
Sedetik kemudian Alderia menjatuhkan ponselnya, lalu berlari meninggalkan mansion.
Mereka bingung dengan respon Alderia setelah menerima panggilan.
Abyasa dan Anindita khawatir dengan mommy mereka.
Alvian menenangkan kedua malaikat kecilnya, lalu mengambil ponsel Alderia yang tergeletak di lantai.
__ADS_1
Ponsel Alderia bergetar, ada notifikasi dari akun YouTube Alby.
"Kalo gak salah nama akunnya Alby.
Kalo gak salah nama akunnya Alby.
Kalo gak salah nama akunnya Alby".
"Alby? " Alvian bertanya-tanya dalam hati setelah ucapan asisten satya terus berputar di kepalanya.
Dalam pikiran Alvian hanya satu, lalu ia tersenyum penuh arti.
Teka-teki selama ini terjawab sudah!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alderia berjongkok di samping gundukan tanah basah, yang baru disirami air bercampur kan harum wangi bunga bertaburan di atas tanah.
Gundukan tanah itu menyadarkan setiap manusia bahwa mereka tidak akan hidup kekal.
Tidak ada yang abadi bahagia maupun luka di muka bumi ini. Suatu saat semua manusia akan sampai di titik dimana manusia sadar, yang bernafas pasti akan berhenti, yang tersenyum pasti akan pergi, dan yang kita cintai juga akan mati.
Sakit..
Pedih..
Benar!!
Memang benar, melepaskan seseorang bukan perkara mengharapkan dirinya kembali, namun untuk mengerti jika semuanya tidak ada yang abadi.
Maut pasti akan datang menjemput, kematian akan menghampiri semua manusia.
Segala kemewahan, anak-istri tercinta akan ditinggal semua, kasur empuk dan guling diganti dengan tanah kubur sempit dan mengerikan.
Namun, kematian juga bukan akhir segalanya. Kematian adalah awal perjalanan panjang manusia menuju alam abadi yaitu alam akhirat!
Sesungguhnya Tuhan mengajarkan segala rahasia yang ada di balik alam nyata ini. Bahwa dibalik alam nyata ini ada juga alam ghaib, setiap manusia yang mati kelak akan dibangkitkan lagi di alam akhirat.
Kematian sendiri merupakan takdir mutlak(terjadi di luar campur tangan manusia) .
Sesungguhnya tiada seorangpun yang mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati.
Karena hanya tuhan lah yang maha mengetahui dan maha teliti.
Alderia mengelus batu nisan di hadapannya dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.
__ADS_1
Entah itu kehilangan seseorang yang ke berapa kalinya, namun saat ini ia sama sekali tidak berminat untuk menangis.
"Tuhan, ketika bibirku sudah tidak tau lagi harus meminta apa dalam doa, tolong dengarkanlah hatiku. "