Sang Perenggut KEHORMATAN

Sang Perenggut KEHORMATAN
Anak genius


__ADS_3

"Iya, dia bilang namanya Hilda Euis Lunde. "


Mata Abyasa dan Zea membulat sempurna, terkejut! mereka terkejut dengan pernyataan Anindita.


"Bukankah itu grandma? "


"Mama? " batin Abyasa dan Zea bersamaan.


Seolah tau apa yang dipikirkan masing-masing, Abyasa dan Zea saling melempar tatapan.


"Apa kamu berbicara banyak dengan grandma mu itu dek? " tanya Abyasa penasaran.


"Hmm, apa ya? "


Anindita berkata memutar bola matanya sambil mengetuk-ngetuk kan jari telunjuknya di dagu.


Dia terlihat imut.


"Tadi beliau bertanya siapa nama mommy kita kak. "


Sontak perkataan Anindita membuat Abyasa dan Zea kembali terkejut.


"Kamu mengatakan yang sejujurnya nin? " tanya Zea dengan tatapan tak percaya.


Tamat, tamat sudah sandiwara mereka, seharusnya belum selesai begitu saja.


"Aku mengatakan bahwa mommy bernama mommy Al Sudibjo, onty. "


Kali ini membuat Abyasa dan Anindita menghela nafas lega.


"Kenapa kalian terlihat terkejut? apa ada yang salah? " Anindita heran dengan ekspresi kakak dan aunty nya itu.


"Apa kamu lupa? namanya adalah Hilda Euis Lunde, Lunde dek. Itu arti,,, "


"What?! itu benar-benar grandma kita dari daddy ya kak? benarkan onty? " Anindita baru sadar.


Zea mengangguk tersenyum.


Anindita terus berceloteh tentang pertemuan pertamanya bersama grandma barunya yang ternyata grandma dari daddy nya. Anindita juga memuji grandma nya yang masih begitu cantik.


Lalu mereka pulang ke Apartemen.


Asisten Satya yang merasa CEO-nya tak kunjung keluar, memutuskan masuk ke ruangan itu.


Alangkah terkejutnya asisten Satya ketika melihat CEO-nya tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


Asisten Satya memeriksa tubuh Alvian, lalu menyentuh hidung bagian bawah Alvian.


Asisten Satya bernafas lega, setidaknya CEO-nya itu masih hidup. Walaupun suka memotong gaji seenak jidatnya dan memiliki kenarsisan tingkat tinggi, tapi gaji yang diberikan CEO-nya itu memiliki jumlah yang sangat luar biasa tinggi.


Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya ke depan, jika CEO-nya meninggal begitu saja.


Bergegas, dia memapah Alvian ke rumah sakit milik Keluarga Lunde.


Tak lupa ia memerintahkan orang untuk memeriksa CCTV.

__ADS_1


"CEO Alvian tidak terluka, tidak berdarah, dan masih bernafas. Dia akan segera siuman karena hanya pingsan sementara waktu saja. "


Mendengar penuturan dokter, asisten Satya menghela nafas lega.


Sambil menunggu CEO-nya siuman, asisten Satya membaca pesan dari orang yang ia suruh memeriksa CCTV.


"Rekaman CCTV telah diambil? semua rekaman pintu dan tempat parkir juga tidak ada. Semua rekaman CCTV yang ada tidak ada yang menunjukkan gambar anak kecil yang mirip dengan CEO? " gumam asisten Satya.


Gawat!! ini benar-benar gawat!


Pesan ini membuat asisten Satya berkeringat dingin. Dia takut membuat CEO-nya emosi karena pekerjaannya yang seperti sampah.


Tanpa di sadari asisten Satya, CEO Alvian telah siuman dan mendengar perkataan asisten Satya.


Alvian juga terkejut, ia tertegun lalu menatap asisten Satya.


"Asisten Satya? "


Asisten Satya semakin berkeringat dingin, lantaran mengetahui bahwa ternyata CEO-nya telah siuman.


"Apakah ia mendengar semua yang telah aku bicarakan ?" batin asisten Satya cemas, lalu menundukkan kepalanya.


Justru Alvian malah tertawa.


"Aku tau, aku tau semua yang kamu bicarakan asisten Satya. "


Alvian berkata dengan masih tertawa.


"Pasti anak itu yang telah meretas jaringan di Mall, dan menghapus jejak di CCTV. Cerdik, dia benar-benar cerdik! selain mewarisi wajah ganteng ku, dia juga mewarisi IQ ku. "


"Maaf CEO, ini ponselmu. "


Alvian menerima ponselnya lalu terdengar notifikasi masuk.


Alvian melihat layar ponselnya, ternyata ada orang yang telah mentransfer uangnya secara diam-diam, di sana uangnya berkurang 100 juta.


Kebetulan alamat rekening itu masih di sana, Abyasa lupa! ia lupa menghilangkan jejaknya karena aunty nya menyuruhnya cepat-cepat.


Tanpa di duga Alvian mentransfer lagi uang 5 milyar ke rekening itu.


Jika meminta kenapa tanggung, hanya 100 juta? uang 5 milyar tidak seberapa bagi Alvian sang miliarder.


"Tidak di ragukan lagi, dia benar-benar anakku. Bertindak semaunya membuatku mati penasaran, memberiku sehelai rambut untuk melakukan tes DNA, bahkan aku tak berfikiran sampai sana. Lalu diam-diam mentransfer uang 100 juta ke rekeningnya. Puas, aku benar-benar puas dengan anak itu. Jika ada kesempatan kedua untuk bertemu anak itu, ingin rasanya aku bertemu juga dengan mommy nya. Dia benar-benar genius! "


Asisten Satya mendengar penuturan CEO-nya dengan tatapan tak percaya.


"Iya CEO, bahkan saking jeniusnya, CEO sampai jatuh pingsan karena anak kecil berusia 5 tahun. Jika tuan besar dan nyonya besar tau, mereka pasti akan menertawakan mu habis-habisan, CEO." ledek asisten Satya tertawa terbahak-bahak.


"Gaji mu, saya potong seperempat! " tegas Alvian.


"Loh loh, kok dipotong seperempat sih CEO, bulan kemaren dipotong setengah aja kurang apalagi ini seperempat!! bisa-bisa saya makan indomie setiap hari. " keluh asisten Satya yang merasa tidak terima atas hukuman yang diberikan CEO-nya itu.


Alvian tak mendengarkan keluhan asistennya, hukuman tetap hukuman, jadi hukuman tetap berjalan.


Asisten Satya hanya bisa menyesali, karena mulutnya yang tidak bisa di kontrol.

__ADS_1


Dari arah pintu masuk wanita yang tak di undang, dia Dean mantan tunangan Alvian sekaligus mantan tercinta Alvian yang pernah singgah di hati Alvian.


"Vian, kamu tidak apa-apa kan? " kata Dean cemas sambil menyentuh lengan Alvian.


"Singkirkan tanganmu itu! tidak ada pengulangan kalimat. " tegas Alvian.


"Kamu kenapa sih? kurang cantik apa coba aku? "


Tidak tau diri memang, sudah diberi kesempatan untuk bebas berkeliaran, walaupun kondisi hidupnya jauh dari kata mewah, hanya sebatas cukup, karena ayah Dean hanya menjadi karyawan biasa di perusahaannya dulu.


"Cih, cantik? cantik KW kali! itu bukan cantik alami nona Dean. " sarkas asisten Satya, ia masih kesal.


Glekk..


Namun Dean tetaplah Dean, wanita keras kepala dan penuh ambisi.


"Oke, aku akui jika wajahku hanya biasa-biasa saja. Tapi onderdilnya kan uwawww, depan belakang mantap jiwa. Jangan munafik, sebagai seorang lelaki pasti kamu juga suka! "


Dean berkata sambil menunjukkan kemolekan tubuhnya dengan tidak tau malu.


"Tapi sayang, cintaku tak memandang fisik. Karena jika cintaku memandang fisik, namanya bukan Cinta tapi hanya ***** belaka. " sinis Alvian.


"Yakin? onderdil mu yang katanya uwaww itu masih bersegel? saya duga sih udah seken! dan lagi katanya depan belakang mantap jiwa, palingan juga palsu! tambalan. "


Jlebb..


Pedas, memang pedas kata-kata yang keluar dari mulut asisten Satya, mungkin efek dipotong gaji jadi tidak terima.


"Sialan!! " Dean pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya.


"Gaji mu naik seperempat! "


Bersyukur, asisten Satya bersyukur, walaupun hanya naik seperempat tapi tetap naik.


Zea dan kedua keponakannya sudah sampai apartemen, ternyata Alderia sudah di sana.


"Kakak, kita pulang. "


"Hay mommy, kita pulang. "


Mereka mencium tangan Alderia bergantian.


"Kebetulan kalian cepat pulang. "


Alderia berkata dengan menatap Abyasa curiga.


"Kenapa saldo di ATM cadangan bisa ada 100 juta, lalu bertambah menjadi 5 milyar?" Alderia mengintimidasi putranya sambil menunjukkan nominalnya.


Terkejut, mereka terkejut dan hampir berteriak dengan besar nominal itu.


"Itu mom, tadi aku meminta pada daddy, tapi dia hanya memberinya 100 juta. " Abyasa berkata jujur.


"Tapi di sana tertera dengan jelas, ada 5 milyar aby. "


"Astaga.. aku lupa menghapus jejak ku di ponsel daddy, pasti daddy mentransfer lagi! "

__ADS_1


__ADS_2