
Beberapa hari kemudian, lili sudah pulang dari rumah sakit. Dan hari ini lili kembali menjalani aktivitas seperti biasa nya.
Lili pergi ke kampus dengan naik taksi. Sekarang jeff dengan lili sedang miss komunikasi . Dan penyebab nya adalah lili yang terus mendesak jeff agar menceraikan nya. Sedangkan jeff tidak mau.
"Apa aku terlalu memaksa ya. Kasihan uncle, Padahal uncle tidak salah. Tapi aku malah melemparkan semua masalah nya pada uncle ".Ucap lili sambil melangkah masuk ke dalam kampus nya. Lili berjalan sambil melamun.
" Lili !! ".Panggil nisya dari arah belakang. lili segera membalikkan badan nya.
" Udah sembuh?? " . Tanya nisya.
"Udah ".Lili menganggukkan kepala nya.
" Syukur lah. Kau tau aku tidak ada teman selama kau tidak masuk. Aku kesepian tau ".Ucap nisya sambil merangkul tangan lili.
*
__ADS_1
*
Lili merasa aneh. Di sepanjang kelas nya, lili merasa ada yang sedang mengawasi nya. Pagi tadi lili kembali mendapat teror berupa selembar surat yang di tulis dengan darah. Namun lili hanya diam, lili berusaha untuk tidak menanggapi teror itu lagi.
" Lili!! "..
" Ya ".Jawab lili yang tersadar dari lamunan nya. Ternyata sedari tadi lili melamun sedangkan dosen sedang menjelaskan poin poin materi yang perlu di pelajari.
Hari ini mata kuliah lili hanya sampai pukul satu siang. Lili merasa bosan berada di apartemen jeff seharian. Jadi hari ini lili memutuskan untuk mengelilingi kampus nya.
Namun kali ini lili kembali merasa seperti ada seseorang yang mengikuti nya. Saat lili berbalik ia tidak menemukan siapa pun di belakang nya. " Aneh sekali".Guman lili sambil melanjutkan langkah nya.
Lili segera berlari menemui dosen itu..
Wanita yang menggenggam pisau itu hanya bisa diam melihat target nya pergi. Ia menggenggam pisau itu dengan erat.
__ADS_1
Sementara itu..
" Ada apa buk?? ".Tanya lili pada dosen yang memanggil nya tadi." Saya lihat ada orang yang ngikutin kamu, dia bawa pisau tajam. Saya nggak liat wajah nya karena dia pake topeng ".Ucap dosen wanita itu sedikit berbisik.
Melfa adalah salah satu dosen favorit lili. Selain baik melfa juga dosen yang ramah.
" Ibuk serius??".Tanya lili dengan raut wajah yang ketakutan. Ternyata peringatan di surat itu tidak main main.
"Ya saya lihat dia ngikutin kamu terus, makanya saya manggil kamu. Lili lain kali hati hati ya, sepertinya ada orang yang tidak suka pada mu ".Ucap melfa sambil mengusap lengan lili.
" Sekarang udah jam pulang kan??. Saya antar ya, sekalian saya juga mau mampir ke suatu tempat ".Ucap melfa dosen lili.
" Tidak papa buk, saya juga udah pesan taksi. Saya duluan ya buk Terima kasih ".Lili segera keluar dari ruangan buk melfa. Dengan sekuat tenaga lili berlari menuju keramaian. Setelah menuruni anak tangga kini lili bisa bernafas dengan lega.
Lili melihat sesuatu yang begitu janggal di dalam ruangan buk melfa. Namun lili tak mau berprasangka buruk pada dosen nya.
__ADS_1
Lili segera masuk ke dalam taksi. Tangan lili terlihat gemetaran sangking cepat nya lili berlari dari lantai tiga menuju lantai satu.
Di sepanjang jalan lili terus menangis tanpa henti . Hingga taksi itu berhenti di depan sebuah bangunan besar. Setelah membayar nya, lili pun berjalan masuk ke apartemen nya. Lili kembali berlari dengan kencang,Setelah kejadian tadi, lili takut ada orang yang mengikuti nya lagi.