Sang Perenggut KEHORMATAN

Sang Perenggut KEHORMATAN
Pesan


__ADS_3

Reaksi pertama Alvian ketika menerima pesan itu adalah kagum, ia kagum dengan keberanian anak itu.


Di sana juga terdapat foto Abyasa.


Foto itu benar-benar tidak palsu.


Jika anak laki-laki yang mirip dengan dirinya itu benar anaknya, maka ia harus memastikannya.


"Apa kamu tidak penasaran dengan diriku? jika seperti itu, mari kita bertemu besok dad. Ada hal penting yang harus aku bicarakan. "


Pesan kedua ia terima.


Lalu tidak lama nomor ini mengirim sebuah alamat, juga ditentukan Mall mana yang harus di tuju dan waktunya telah ditentukan jam 1 siang.


Alvian terkekeh ketika melihat alamat Mall ini.


Bukankah ini Mall Keluarga Lunde?


Tentu saja, karena Keluarga Lunde adalah keluarga terkaya di dunia, memiliki banyak bisnis.


Selain memiliki perusahaan yang bergerak di bidang retail, Keluarga Lunde juga bergerak di bidang perdagangan.


Ada juga bisnis di bidang pendidikan dan rumah sakit.


Alvian adalah seorang yang jenius. Setelah dia mewarisi perusahaan milik keluarganya sendiri, perusahaan berkembang dengan pesat. Momentumnya jauh lebih tinggi dari pada papanya.


Perusahaan Lunde Groub adalah perusahaan yang didirikan oleh almarhum kakek Alvian.


Perusahaan meraup penghasilan bersih 7.631 triliun per tahun.Perusahaan ini juga memiliki banyak pegawai, yaitu 2,3 juta pegawai.


Bagaimana tidak kaya jika omzet Keluarga Lunde adalah 1 miliar per menit. Benar-benar makmur menjadi karyawan di perusahaan itu.


"Tolong cari nomor yang berani mengirim pesan ini denganku, asisten Satya! "


Alvian langsung mengirim pesan pada asisten Satya untuk menyelidiki nomor yang berani mengirim pesan padanya.


Tak berselang lama, asisten Satya membalas pesan dari CEO-nya.


"CEO Alvian, ini adalah nomor virtual jadi tidak dapat menemukan sumbernya. "


Menarik, benar-benar menarik si pembuat onar ini.


Anak ini sangat berani! apa ada orang hebat di belakangnya?


Meskipun awalnya Alvian sedikit kaget, tapi setelah menerima pesan ini membuatnya penasaran.

__ADS_1


Alvian ingin tau, permainan apa dan sehebat apa permainan yang akan dimainkan oleh si pembuat onar?


Apakah ia adalah orang yang sama dengan orang yang membuat onar di internet sebelumnya?


Esok harinya


Alderia bangun pagi-pagi untuk membuat sarapannya dan anak-anak.


Hari ini Alderia meminta bantuan pada Zea untuk mendaftarkan kedua anaknya ke Sekolah Dasar Negeri 1,sebuah sekolah yang terkemuka di kota itu.


Salah satu sekolah yang terakreditasi A.


Karena ia akan menetap di dalam negeri, ia memilih mendaftarkan sekolah anaknya di sekolah terbagus di kota itu.


Kebetulan sahabatnya yang sudah ia anggap seperti adik sendiri itu mau membantu dirinya mendaftarkan sekolah kedua anaknya.


Zea mengendarai mobilnya menuju apartemen Alderia.


"Surprise!! aunty datang. "


Suara Zea mengagetkan Abyasa dan Anindita yang sedang menunggu mommy nya membuat sarapan.


"Onty Ze!! " pekik Abyasa dan Anindita ketika melihat yang datang adalah Zea.


Mereka berdua berhambur memeluk Zea yang sedang merentangkan tangannya.


Abyasa dan Anindita membalas mencium pipi Zea.


"Aunty sangat merindukan kalian. "


"Kami juga onty! " kata keduanya.


"Hai kakak, apa sarapannya sudah siap? "


Zea bertanya pada Alderia dengan cengengesan, lalu mencium tangan Alderia.


"Sudah"


"Cepatlah menikah, sepertinya kamu sangat penyuka dengan anak kecil ze?! "


Alderia berkata sambil menyiapkan makanan di atas meja.


Zea adalah gadis cantik dan berbakat, pasti banyak laki-laki yang mengejarnya tapi cintanya hanya untuk Satya Pratama seorang.


Zeana Priscil Lunde namanya, tapi ia tak menggunakan marga Lunde jika berkenalan dengan orang.

__ADS_1


Siapa yang tidak tau keluarga terkaya itu.


Zea mencintai asisten kakaknya itu sudah bertahun-tahun lamanya. Namun, cintanya bertepuk sebelah tangan.


Ternyata Satya mencintai wanita lain.


Tanpa Alderia ketahui, Zea adalah adik perempuan Alvian yang dulu tinggal bersama kakek dan neneknya di Italia. Alderia memang tau jika Alvian mempunyai seorang adik perempuan, tapi tidak tau jika adiknya itu adalah Zea, wanita yang menemaninya selama ia mengandung kedua anaknya hingga sekarang.


Begitupun dengan Alvian, ia tak tau jika wanita yang telah ia renggut kehormatannya ternyata bersama dengan adik perempuannya.


Zeana Priscil Lunde namanya.


Walaupun Alderia tak tau, tapi untuk Abyasa dan Anindita tidak. Mereka berdua tau jika Aunty nya itu adalah adik dari daddy nya.


Mereka bertiga sedang merencanakan sesuatu.


Zea pulang ke Indonesia untuk mengurus perusahaan, karena jika Alvian seorang akan sedikit kewalahan.


Identitas Zea memang ditutupi, tidak ada orang yang tau kecuali keluarga terdekat.


Orang luar tau jika Keluarga Lunde memiliki putri, tapi tidak tau seperti apa wajah putri Keluarga Lunde itu.


Alvian di besarkan di Indonesia, jika Zea di besarkan di Italia.


Zea kecewa dengan kakaknya, yang berhenti mencari Alderia hanya karena rumor receh dulu yang mengatakan bahwa kecelakaan pesawat tak ada korban yang terselamatkan.


Hingga ia bertemu dengan Alderia di Italia, waktu itu Alderia sedang dalam keadaan koma di bawa oleh Tuan Besar Keluarga Esten.


Zea yang tau jika itu adalah sahabat kakaknya, ia mengaku pada kakek Esten bahwa ia adalah sahabat lama Alderia.


Zea berbohong pada kakek Esten supaya diberi izin untuk merawat Alderia.


Jika kepada Alderia, ia mengaku bahwa ia adalah orang suruhan kakek Esten untuk menjaganya.


"Sudahlah kak, jika dia memang bukan takdirku lebih baik aku melajang saja, lebih menyenangkan karena tidak akan ada yang tersakiti. "


Zea berkata sedikit acuh, membuat Alderia tersenyum getir.


Alderia merasa kasian pada Zea yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu, bagaimanapun ia pernah berada di posisi itu.


"Sudahlah jangan berbicara seperti itu ze, masih banyak laki-laki lain yang menginginkanmu. Bukalah hatimu, beri kesempatan pada mereka yang mau menerima dirimu! "


Alderia berkata dengan lembut.


Zea justru malah tertawa.

__ADS_1


"Lalu apa kabarnya dengan kakak?! "


__ADS_2