Sang Perenggut KEHORMATAN

Sang Perenggut KEHORMATAN
Si kembar pergi ke sekolah


__ADS_3

"Aby Anin.. apa kalian tau? di internet mengatakan bahwa aku memiliki seorang ayah."


"Benarkah? "


"Benar Nin, dan aku sangat bahagia. "


Wajah Yoga nampak bahagia dari biasanya.


"Hay Aby, Anin, Yoga.. lagi ngapain? sepertinya asik sekali. Sedang membicarakan apa sih? "


Sebuah suara yang ternyata itu berasal dari Bu Indriana, yang datang menghampiri mereka.


Bu Indriana adalah guru sejak muda, dia adalah kakak dari Felycia. Sekarang ia baru berangkat mengajar lagi di tanah air.


"Eeh.. Bu guru! " kata Anin dan Yoga terkejut dengan kehadiran Bu Indriana.


Walaupun Indriana kakak dari Felycia mama Yoga, tapi jika di sekolah Yoga tetap memanggil bu guru pada Indriana.


"Kalian sedang apa? "


Bu Indriana bertanya kembali sambil tersenyum.


"Mereka sedang ribut dengan papanya Yoga bu, sungguh membosankan! " cibir Abyasa.


"Kenapa kakak seperti itu?! apa kakak tidak ikut baha.. OMG!! apa jangan-jangan ini ulah kakak,karena mommy di peluk sama paman Teo kemarin?!" tegur Anin.


"Of course! "


Abyasa berkata dengan santai.


Mata Anin membulat sempurna.


Astaga.. kenapa bisa mempunyai kakak yang selalu bertindak semaunya?! sesungguhnya sangat malu mempunyai kakak seperti Abyasa, tapi mau bagaimana lagi? pikir Anin.


Anin berbisik menjelaskan kronologi kejadiannya yang tepat.


Abyasa tersentak kaget dengan penjelasan adiknya.


"Yah.. sungguh onar yang tidak seru! " lesu Abyasa.


"Aby, jangan seperti itu lagi! kalian sekarang berada di lingkungan baru, kalian harus bergaul dengan baik dengan teman sekelas kalian dan jangan semena-mena, jaga tindakan. Kalian harus saling melindungi! tetapi jika ada yang mengganggu kalian juga jangan ditahan. Biarkan bu guru yang menyelesaikan masalah, oke? " nasehat Bu Indriana.

__ADS_1


"Bu guru jangan khawatir! Aby yang seperti raja dan paling tampan di dunia ini akan patuh, akan menjaga adik dan bocah ingusan ini, Aby tidak mungkin membiarkan orang lain menyakiti kami. Terimakasih bu guru, karena telah menasehati kami. "


Abyasa berkata dengan sangat percaya diri.


Sementara Yoga sudah memicingkan matanya.


"Tak perlu berterima kasih by, seharusnya ibu yang berterima kasih padamu, karena berkat dirimu lah ibu bisa mengajar kembali menjadi seorang guru. Terimakasih ya Aby!"


Entah bagaimana hidupnya ke depan jika tidak ada Abyasa yang membantu dirinya kembali menjadi guru di Sekolah Dasar Negri 1. Abyasa yang telah mengubah hidupnya jauh lebih baik.


Sekolah Dasar Negri 1 merupakan sekolah dasar terbaik di lingkungan sekitar dan kualitas keamanan maupun pendidikannya juga sangat bagus.


"Tidak masalah bu! "


"Em, bu guru apa tau rumor di internet yang mengatakan bahwa Yoga memiliki seorang papa? " tanya Anin penasaran.


Bu Indriana menganggukkan kepalanya.


"Bolehkan bu guru menunjukkannya padaku? " pinta Anin antusias.


Bu Indriana menyetujuinya lalu memberikan ponselnya pada Anin.


"What!! jadi papanya Yoga itu paman Teo?! " batin Anin terkejut.


"Papaku tampan bukan? "


"Kamu benar Yoga, papamu memang tampan! "


Anindita berkata dengan senyuman, supaya tidak menyakiti Yoga.


Sebenarnya lebih tampan daddy nya, daripada paman Teo.


Bu Indriana tersenyum mendengar perkataan Anin.


Bu Indriana benar-benar jatuh cinta dengan kedua bocah kembar menggemaskan yang di hadapannya itu.


Selain memiliki kepribadian masing-masing yang unik, si kembar juga memperoleh didikan sopan santun yang bagus dari Alderia.


Baru satu hari berangkat ke sekolah sudah membuat semua guru merasa takjub dan kagum dengan si kembar. Tadi di kantor para guru membicarakan Abyasa dan Anindita karena mereka berdua sangat cerdas dalam pelajaran berlangsung tadi pagi.


Setelah pembicaraan antara guru dan ketiga murid itu, mereka kembali melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

__ADS_1


Sementara di Mansion Utama Keluarga Lunde


Alvian baru saja berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Kita harus segera menculik cucu kita pa, mama tidak ingin membuang-buang waktu terlalu lama untuk hal yang tidak berguna. "


Nyonya Lunde berkata dengan tidak sabaran.


"Secepatnya akan terlaksanakan keinginanmu istriku, ini terlalu kebetulan dengan Alvian yang pergi ke luar negri. "


"Kamu benar, kita dengan mudah mengambil cucu kita dari perempuan itu. Rasanya sudah tidak sabar ingin melihat seberapa tampannya cucuku! "


Jika sudah menyangkut masalah cucu, nyonya Lunde selalu antusias.


Suara seseorang terdengar di telinga sepasang kakek-nenek yang menginginkan seorang cucu itu.


"Kenapa kalian begitu ribut membicarakan masalah cucu, siapa yang melahirkan? "


Vransisco Alberto, keponakan tuan Lunde yang sudah mereka anggap seperti anak mereka sendiri.


Sang casanova sejati itu, hari ini izin tidak berangkat ke rumah sakit.


"Jangan berimajinasi terlalu tinggi mam, kamu tau sendiri bukan? bahwa Alvian baru saja gagal bertunangan dan belum mendapatkan ganti lagi. Untuk Zea, aku rasa dia seperti tidak tertarik dengan seorang pria. Jika dengan diriku dari dulu masih terus saja perjaka! "


Vrans mengatakan dengan penuh percaya diri.


Tuan Lunde dan nyonya Lunde yang mendengar perkataan Vrans tertawa dengan keras.


"Dasar anak bodoh! pantas saja aku belum mempunyai cucu hingga sekarang. Kau hanya seorang playboy yang mempermainkan banyak wanita, sungguh seperti pria yang tidak berpendidikan! seperti kami tidak mendidikmu saja." cibir nyonya Lunde pada keponakan yang ia anggap seperti putranya itu.


Vrans selalu saja berbicara sembrono.


"Kau itu gay atau impoten? jangan-jangan kau sebenarnya bukan seorang pria ,tapi seorang gadis yang masih perawan! "


Tuan Lunde meledek dengan tertawa keras keponakan yang sudah ia anggap seperti putranya itu.


"Hey tuan Lunde dan nyonya Lunde yang terhormat, aku tidak akan mengeluarkan benih super ku ke sembarang wanita. " kata Vrans kesal dan malah semakin membuat tawa sepasang suami-istri itu kencang.


"Aku akan memberikan benihku pada wanitaku nantinya, jika sudah mendapatkan yang tepat. " imbuh Vrans.


"Baiklah, jika suatu saat nanti kamu sudah mempunyai seorang wanita sesuai pilihanmu, katakan saja kamu punya sesuatu yang sangat berharga yang bisa kamu tawarkan padanya, " kata nyonya Lunde sambil menepuk bahu Vrans.

__ADS_1


Vrans menaikkan bahu dan alisnya seolah sedang meminta mamanya meneruskan kalimatnya.


"Calon mertua yang baik, pengertian, dan selalu menerima dia apa adanya. Calon mertua yang akan selalu memuji pekerjaannya dan membantu apapun kesulitannya. " imbuh nyonya Lunde.


__ADS_2