
Tak heran jika Alvian mempunyai kepercayaan diri tingkat tinggi, ternyata mamanya lebih parah begitu narsis.
"Sebaiknya aku takkan pernah mengatakannya, mam. "
"Jangan salah Vrans, karena jaman sekarang para wanita lebih mengidam-idamkan mertua yang baik daripada suami yang baik. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa menanyakannya pada para wanita mu, jika perlu seluruh kaum perempuan di muka bumi ini. "
"Untuk para wanitaku, tidak ku tanyakan pun aku sudah tau dengan jelas, mereka hanya mengidam-idamkan hartaku saja, "
Vrans tersenyum getir.
Tuan Lunde dan nyonya Lunde yang mendengar perkataan Vrans hanya menggeleng-geleng kan kepala mereka.
"Oh ya mam, soal cucu tadi sebenarnya bagaimana? " imbuh Vrans penasaran.
"Aku rasa kau adalah dokter paling kudet di muka bumi ini, Vrans. "
Bagaimana tuan Lunde tidak mengatai Vrans seperti itu?
Vrans benar-benar kudet, di internet sedang heboh membicarakan masalah Alvian yang memiliki putra, tapi Vrans sama sekali tak mengetahui berita ini sedikit pun?!
Di mana saja ia selama ini?
"Kamu cek di internet, lalu kamu jangan ikut campur urusan kami seperti Zea dan Alvian. "
tegas nyonya Lunde.
Vrans mengangguk mengiyakan, lalu duduk di sofa untuk memeriksa internet.
Di apartemen
Abyasa dan Anin baru saja pulang sekolah di jemput Felycia.
Mereka benar-benar anak yang tidak rewel, mereka akan bermain game jika hanya berdua di rumah.
Siapapun akan merasa iri jika melihat kedua kakak beradik kembar yang selalu akur, tidak pernah meributkan hal yang tidak perlu dan akan membuang-buang waktu itu.
Sore harinya, Alderia tiba di apartemen.
Abyasa dan Anin menghampiri Alderia, mereka mencium tangan mommy mereka bergantian.
Lalu Abyasa mengambil tas kerja mommy nya.
Sedangkan Anin mengambil jas kerja mommy nya.
Alderia membiarkan anak-anaknya melayaninya. Setelah itu, Alderia mengajak Abyasa dan Anin mandi.
Alderia memasak untuk makan malam mereka, lalu makan bersama.
Setelah selesai makan, Alderia mengajak Abyasa dan Anin menggosok gigi.
Alderia mengajak kedua anaknya tidur lebih awal, kedua anaknya memakluminya.
__ADS_1
Mommy mereka bekerja seharian untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, mommy nya pasti sangat lelah.
Abyasa dan Anin menyelimuti mommy mereka, lalu mencium pipi Alderia.
"Thank you for fighting for us, mom. "
Mereka memeluk Alderia, ikut terlelap.
Keesokan harinya seperti kemarin, Abyasa dan Anin pergi ke sekolah.
Namun kali ini, mereka berangkat bersama Bu Indriana.
Alderia sebenarnya merasa khawatir dengan kedua anaknya, tapi Bu Indriana mencoba meyakinkan Alderia.
Alderia mulai percaya bahwa anak-anak akan baik-baik saja.
Sebuah perusahaan kecantikan telah menegosiasikan harga produknya dan Alderia juga cukup puas dengan harganya.
Felycia yang merupakan sekertaris sekaligus asisten Alderia, tadi pagi mengingatkannya bahwa hari ini dia di minta pergi ke perusahaan KEDAS. S untuk membawa surat pengajuan kerjasama yang harus di tanda tangani.
Mereka naik mobil bersama, pergi ke perusahaan KEDAS. S.
"Baru-baru ini perusahaan KEDAS. S telah beralih kepemilikan, ada seseorang yang membeli saham milik CEO KEDAS. S. Kemungkinan besar CEO-nya juga akan di ganti dan aku dengar ada masalah dengan kesepakatan ini, " terang Felycia.
Alderia mendengarkan dengan seksama.
"Awalnya masalah itu tidak berkaitan dengan negosiasi harga produk, tetapi aku tidak tau siapa pemilik perusahaan yang baru ini. Jadi tidak dapat memastikan dengan jelas apakah dia akan mengubah semua gaya perusahaan. Kamu tau sendiri, jika sebuah perusahaan telah ganti kepemilikan terkadang CEO-nya akan membatalkan kerjasama yang menurutnya tidak baik di matanya. " imbuh Felycia.
Alderia senyum acuh tak acuh, dia tidak begitu kekurangan uang.
Dia tak akan jatuh missqueen hanya karena gagal kerjasama dengan satu perusahaan saja.
Setelah tiba di perusahaan KEDAS. S mereka mengatakan tujuan kedatangan, lalu sekertaris langsung membawa mereka ke kantor yang paling dalam, di sana terdapat beberapa orang yang akan meeting termasuk kerjasama produk Alderia ini.
"Nona Alderia, nona Felycia.. silahkan masuk. "
Seorang wanita berjas hitam membungkukkan badan untuk mempersilahkan mereka masuk.
Mereka berdua sudah yakin, bahwa mereka akan pulang dengan tangan kosong.
Mereka berkata seperti ini karena mereka kenal dengan orang yang berada di ruangan itu.
Suharmi Esten, nyonya Esten neneknya yang sungguh menyebalkan.
"Kamu masih memiliki wajah untuk datang ke sini Alderia, wanita yang tidak tau diri seperti dirimu seharusnya tidak kembali lagi. Karena aku pasti tidak, akan memberimu jalan hidup,jika masih tau diri lekas lah meninggalkan tempat ini, jika tidak kamu akan merasakan rasa bagaimana semua orang membencimu. "
Selesai nyonya Esten berbicara, banyak orang yang di ruangan itu berbisik-bisik.
Alderia tak bergeming dari tempat.
"Alderia, kamu gadis tengik ini benar-benar tidak berguna! Coba lihat Verel, dia menjadi CEO. Setiap harinya dia mendapatkan keuntungan besar! Betapa sukses dan hebatnya dia menjadi seorang penerus! Gadis tengik ini sama sekali tidak ada sama sekali setengah dari kemampuan Verel! Sungguh seperti benalu!"
__ADS_1
Nyonya Esten melihat wanita di depannya beberapa kali, baru merespon.
"Saya memang seperti benalu, puas anda?! " teriak Alderia.
Nyonya Esten tiba-tiba berdiri dan marah.
"Gadis tengik! meraung apa kamu? tidak ada sopan santun sama sekali! salahmu terlahir sebagai perempuan di Keluarga Esten, lalu apa hubungannya denganku? berani sekali kamu meraung di depanku?! "
"Aku tidak takut, aku bukan Alderia yang dulu, karena aku bukan cucumu lagi, kita tidak ada hubungan apapun! "
"Apa yang kau bilang gadis tengik?! "
Semua mata berpusat pada Alderia, setelah nyonya Esten berkata.
"Kita bukan teman, kita bukan keluarga, anda orang asing! Anda hanya Nyonya Besar pengganti di Keluarga Esten. Anda orang luar yang semena-mena denganku, kamu bukan nenek kandungku,"
"Aku benci anda mengatakan seperti itu! "
"Aku ingin jauh darimu. "
Alderia terus melontarkan kalimat-kalimat yang begitu dongkol di hatinya dengan suara datar tanpa ekspresi.
"Tua adalah sebuah kepastian, namun dewasa adalah sebuah pilihan. Ingat kalimatku baik-baik nyonya Esten! jika anda memiliki otak pasti bisa mencerna ucapan ku dengan baik. Permisi, terimakasih atas sanjungannya yang sangat sangat luar biasa. "
Alderia dan Felycia pergi meninggalkan perusahaan KEDAS. S.
Memangnya apa salahnya terlahir sebagai wanita?
Apa wanita juga tidak bisa sukses?!
Wanita memang mempunyai kodratnya tersendiri, tapi mereka juga berhak sukses dan berguna bagi keluarganya.
Jika wanita tidak ada gunanya di muka bumi ini, mungkin para kaum wanita tidak ingin dilahirkan di muka bumi ini, karena mereka selalu merasa di rendahkan.
Nyonya Esten berkata dengan mulut tanpa filter, seakan dia bukan seorang wanita saja!
"Sialan, berani sekali dia! " batin nyonya Esten.
"Masalah barusan membuatku hampir melupakan sesuatu, bagaimana dengan produk dari Albynd Beauty, apa mereka belum datang? "
Nyonya Esten bertanya, membuat orang di ruangan itu mengernyit heran.
Sekertaris nya bersuara, "Bukankah nona Alderia dan nona Felycia tadi merupakan orang dari perusahaan Albynd Beauty, CEO. "
"Astaga.. ternyata mereka, oh tidak masalah, mungkin produk mereka abal-abal. " batin nyonya Esten.
Sore harinya di apartemen,wajah Alderia terlihat masih masam.
Abyasa yang menyadari hal itu langsung mengirim pesan pada bibi felycia.
Keesokan harinya internet kembali heboh dengan berita tentang Nyonya Kedua Keluarga Esten.
__ADS_1