
Setelah diam beberapa detik, dalam hati ia berbicara, apakah dia memiliki adik lagi? kenapa anak ini benar-benar mirip dengan dirinya?
Alvian langsung menekan ponselnya menghubungi orang tuanya.
"Halo boy, ke,,,, "
Belum sempat nyonya Lunde menyelesaikan kalimatnya, ponselnya sudah di rebut tuan Lunde.
"Kamu ini, mengganggu momen ku saja! dasar anak laknat! " kesal tuan Lunde.
Alvian menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"A a ee itu pa,,, "
"Katakan cepat!! " tuntut tuan Lunde tegas.
"Itu pa, vian mau tanya, apa mama dan papa udah punya seorang anak lagi? emh maksudnya apa vian punya seorang adik laki-laki? "
"Kau itu seorang CEO vian!! kau bodoh atau bagaimana heh? "
"Iya juga ya? papa kan baru berangkat bulan madu kemaren?! eh, ralat bukan bulan madu kan mereka uda tua" gumam Alvian.
"Kau bilang apa? coba katakan sekali lagi?! " teriak nyonya Lunde yang mendengar suara Alvian.
Spontan Alvian memutuskan sambungannya, ia takut kena omel mamanya.
Ia terdiam beberapa detik, jika putra mama dan papa tidak mungkin!!
Ia punya satu pemikiran, sepupunya!!!
Alvian langsung mengendarai mobilnya menuju apartemen sepupunya.
Sepupunya itu seorang cassanova sejati, maka sepupunya itu akan mengajak para wanitanya berkencan. Sepupunya selalu mengajaknya ke apartemen, karena dilarang membawa orang lain selain anggota inti Keluarga Lunde masuk Mansion Utama Keluarga Lunde.
Papanya memiliki adik perempuan bernama Aprilia Lunde. Adik papanya itu sudah meninggal karena kecelakaan bersama suaminya, tapi sudah memiliki anak lelaki bernama Vransisco Alberto.
Vransisco Alberto adalah sepupunya, ia adalah dokter yang bekerja di rumah sakit Keluarga Lunde. Rumah sakit terbesar di kota itu.
Sesampainya di apartemen, Alvian langsung mendorong pintu. Ia melihat sepupunya sedang menindih seorang perempuan, dalam kondisi perempuan berambut hitam bergelombang itu di bawah. Walaupun terdapat jarak satu jengkal dan pakaian mereka masih lengkap, tapi posisi mereka sangat intim.
"Vransisco Alberto apakah kamu memiliki putra dari hasil perbuatan mu itu?! "
Vrans menyuruh wanitanya pergi, lalu vrans melihat sepupunya itu dengan bingung.
"Berapa umur anak itu? " tanya Vrans serius.
"Kurang lebih 5 tahun, urus lah dengan cepat anakmu itu! "
Vrans yang mendengar perkataan Alvian terlihat kaget, lalu ia teringat.
"Sepupuku yang jenius dan narsis tingkat tinggi, 7 tahun yang lalu aku sudah menggunakan pengaman. Bagaimana mungkin aku memiliki anak dari hasil perbuatan ku? meskipun ada anak itu pasti berukuran kurang lebih 7 tahun. "
Vrans menghela nafasnya menghadapi sepupunya yang narsis dan jenius ini, tapi kenapa bisa bodoh di saat seperti ini?
"Bukankah kamu yang 5 tahun lalu menghamili anak gadis orang? kenapa kamu tak berpikiran dengan ulah mu? bisa saja itu putramu!"
"Kamu ini bertahun-tahun terjun ke dunia bisnis, sudah sangat ahli dalam menyusun strategi menyerang musuh. Tapi sayang, jika hal yang bersangkut-paut dengan cinta selalu bodoh, tak selihai diriku! "
Alvian tercengang mendengarkan perkataan sepupunya itu.
Benar juga, vrans telah memakai pengaman sejak 7 tahun lalu. Meskipun ada pasti anak itu berumur kurang lebih 7 tahun.
Itu tidak akan mungkin juga setelah ia pikir-pikir, karena walaupun tampang sepupunya itu mirip dengannya tapi anak laki-laki itu sangat mirip dengannya.
Kenapa ia bisa sebodoh ini? bahkan saat menanyakan hal yang sama dengan orangtuanya tadi.
Jika seperti itu siapa anak laki-laki yang mirip dengan dirinya itu?
Seharusnya ia tak memiliki putra.
Apa benar yang dikatakan sepupunya itu, jika anak itu adalah putranya?
__ADS_1
Tapi bagaimana mungkin, walaupun Alderia dinyatakan hamil tapi ia sudah meninggal akibat kecelakaan pesawat dulu.
Dengan perasaan gelisah Alvian kembali ke Mansion Utama Keluarga Lunde.
Di Mansion Utama Alvian menatap foto anak itu, lalu ia melihat foto mendiang sahabatnya.
Mendiang sahabatnya yang dulu polos dan pendiam, selalu memakai kacamatanya.
Ia teringat dengan lagu yang selalu di putar asistennya, lalu ia mengetik mencari akun youtuber Alby.
Di sana terdapat beberapa lagu yang tren karena di nyanyikan ulang oleh pemilik akun Alby itu.
Alvian memutar salah satu lagu.
Hari ini dadaku bergetar🎼
Terguncang memilu dan mengerang🎼
Ku yakin ku tak salah🎼
Karena hatiku tak pernah dan takkan berdusta🎼
Cinta Cinta cinta🎼
Aku jatuh cinta🎼
Esoknya ku pikir rasa itu🎼
Akan menghilang dengan seiring waktu🎼
Namun ternyata tak berubah🎼
Aku makin tergiur pada dirimu🎼
Cinta cinta cinta🎼
Aku jatuh cinta🎼
Dan tak pernah berkurang🎼
Hatiku hanya untuk dirimu🎼
Aku bahagia bila kamu bahagia🎼*
Haaaah..
Helaan nafas terdengar begitu menyedihkan, Alvian meneteskan air matanya.
Ia teringat dengan Alderia sahabatnya yang tersenyum manis padanya, wanita yang telah memberi warna unik di hidupnya.
Wanita yang terlihat ceria dan tangguh namun rapuh di dalamnya, wanita yang telah melewati jalan yang curam dan berliku yang baginya sungguh tidak adil.
"Aku hanya ingin ia bahagia sejak aku menyadari hubungan kami rusak, aku ingin ia jauh lebih bahagia daripada ketika bersamaku. Tapi, arrrgghhh.. "
Alvian semakin kesal ketika menahan rasa sedih yang terlalu besar.
Di waktu yang sama para netizen heboh dan percaya dengan berita itu. Karena Alvian tidak mengklarifikasi rumor di internet melalui siaran langsung, bahwa ia memiliki anak di luar nikah.
Ini terlalu aneh, jadi ia harus menyelidikinya.
Alderia terus memantau perkembangan di internet.
Dia khawatir jika Alvian akan mencari mereka, akan merebut anak-anak darinya.
Tapi melihat wajah bahagia anak-anaknya, Alderia merasa itu tidak terlalu penting.
Sebagai seorang ibu, ia ingin selalu bisa melindungi dan menjaga anak-anaknya.
Kebahagiaan untuk anak-anaknya juga jauh lebih penting, ia bahagia melihat anak-anaknya bahagia.
__ADS_1
Mengabaikan berita heboh di internet, produk usaha Alderia sudah meluncur. Walaupun masih dijual dengan diskon tapi perusahaan Alderia masih menghasilkan keuntungan.
Terlebih lagi customer semakin banyak. Alderia berencana akan mendaftarkan sekolah anak-anaknya segera.
"Mommy, bukankah sebelumnya kamu mengatakan bahwa uangnya masih kurang untuk pergi ke sekolah? " Anindita bertanya dengan penasaran.
"Sayang, produk perusahaan sudah launched. Customer juga banyak yang membeli produk kita, jika mereka cocok maka akan lebih banyak lagi yang berlangganan dengan produk kita. "
"Jadi, sebelum waktu pendaftaran belum selesai kita harus segera mendaftar. "
Alderia berbicara dengan lembut.
Ketika di luar negri dulu, Alderia ingin memberi kehidupan anak-anaknya yang nyaman. Jadi ia berusaha memanfaatkan uang dari kakek Esten dengan sebaik-baiknya.
Ia berusaha membuat produk yang sekarang di produksi di perusahaannya, Perusahaan Albynd Beauty. Perusahaan yang di dirikan Alderia.
Sambil menunggu perusahaan menghasilkan keuntungan, Alderia menyanyi menjadi youtuber.
Menyanyikan lagu lama, ia nyanyikan kembali. Terkadang ia berduet dengan Abyasa.
Dia benar-benar bekerja keras untuk membesarkan anak-anaknya, jika tidak maka ia tidak akan sanggup membesarkan kedua anaknya.
Untuk hal-hal yang disukai anak-anaknya ia akan berusaha membelikannya, selama ia masih sanggup membelinya untuk kedua anaknya ia akan berusaha keras.
Terlebih lagi Abyasa adalah seorang hacker jenius, Alderia perlu membelikan berbagai produk elektronik.
Jika Anindita ia seorang model pakaian anak-anak.
Ia tidak akan menyia-nyiakan bakat yang dimiliki anak-anaknya, sekalipun membutuhkan biaya yang benar-benar mahal.
Ia terkadang tersenyum manis 1 jam yang lalu, tiba-tiba menangis sepuluh menit kemudian.
Ia terkadang juga tersenyum getir 5 menit yang lalu, tapi sekarang bahagia tak terkira.
Bekerja keras, terkadang hasil tak seperti yang diharapkan. Berdoa siang malam sekarang baru dikabulkan.
Kadang mengeluh?! wajar.
"Atas segalanya yang tak diminta, tapi justru hadir dengan begitu baiknya. Atas segala yang diminta, telah KAU gantikan dengan yang lebih Indah.
Terimakasih atas segala sedih, segala bahagia, dan atas segala pembelajaran yang telah menjadikan diriku yang sekarang tuhan.
Aku bersyukur atas hidupku, karena segala sesuatu selalu ada hikmah di baliknya. Yang Maha Kuasa punya cara-Nya sendiri untuk menjawab doa-doa hamba-Nya.
Tugas kita hanya berdoa dan berusaha.
Hidup memang seperti itu, kan?!
Karena hidup itu adalah perjuangan. " batin Alderia.
"Mommy, meskipun seperti itu kita harus tetap mempertahankan produk itu. Selama produk itu terkenal, kita tak perlu khawatir akan uang untuk hidup kita ke depannya. "
Alderia tersentuh ketika melihat tampang Abyasa yang berbicara dengan serius.
"Sayangku, kamu benar-benar pintar. Kamu jangan khawatir, berhubung mommy sudah menghabiskan uang dari kakek buyut kalian, maka mommy tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. "
Alderia berkata dengan gigih.
Di Mansion Utama Keluarga Lunde
Alvian sedang melakukan panggilan video dengan asisten Satya.
"CEO, saya tidak menemukan petunjuk apapun. Karena setiap data yang saya kirimkan di internet selalu diretas dan sudah jelas jika itu diberi sandi. "
"Setiap kali petunjuk itu putus, lawan akan berinisiatif memberi petunjuk melalui email, seolah-olah lawan sengaja mempermainkan kita CEO. "
Alvian diam memandang dan mendengarkan asistennya yang sedang berbicara di sebrang sana. Alvian tidak menyuruh langkah selanjutnya apa yang akan dilakukannya.
Pandangannya teralih dengan dering ponsel milik dirinya, menandakan ada pesan masuk.
"Halo dad, aku adalah anak laki-laki yang mirip denganmu"
__ADS_1