Sang Perenggut KEHORMATAN

Sang Perenggut KEHORMATAN
Melawan!!


__ADS_3

"Dia perlu standar apa untuk bersamaku?! " lanjutnya.


Alvian berdiri di belakang Suharmi, secara tidak sadar semua orang menatap ke arah CEO Alvian, putra pemilik butik.


"Ah, CEO Alvian! Apakah CEO akan membeli baju?"


Suharmi menyapa dengan senyum kaku.


Dia merutuki dirinya karena telah membangunkan singa yang tertidur.


Jika sudah seperti ini, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kali ini dia merasa seperti remahan rengginang!


Namun, satu sisi dia melakukan itu karena memiliki dendam pada Alderia, berniat akan mempermalukannya. Dan di sisi lain dia penasaran dengan hubungan antara Alderia dan CEO Alvian.


Sementara 2 orang satpam gemetaran setelah mendengar Alvian berbicara seperti itu.


Alvian hanya menatap Suharmi sekilas dengan tampang dinginnya.


Suharmi berusaha berbicara OOT(Out of topic) dengan basa basi.


Namun, Alvian beranggapan jika basa basi nya adalah basa basi yang paling basi! Dari basa basi yang pernah dia dengar.


Sudah tau di butik, jelas mau membeli baju! Masa mau membeli kuali!


Lalu, dia menatap 2 orang satpam dengan tatapan serius.


Alvian ingin berbicara, namun Alderia langsung mengangkat sebelah tangannya. Memberi gerakan isyarat untuk berhenti.


Bagi seorang Alvian yang genius dalam teknologi, sangat mudah baginya mengamati semua yang telah terjadi di butik.


Alderia yakin jika Alvian pasti telah mengendalikan semua CCTV di Butik Marina.


Alderia sudah tidak tahan untuk tidak berbicara.


Kehidupannya sekarang sudah berwarna sebagaimana pallate blush on, eyeshadow, dan lippennya. Cukup di sini dia tidak akan mengulangi kebodohan-kebodohan yang sudah terjadi.


Sekarang dia tau, seringkali tertampar oleh keadaan tidak mudah membuatnya jatuh begitu saja.


Kewaspadaannya sudah tidak lemah.


Bagaimanapun juga dia harus bisa melindungi dirinya sendiri, terus-menerus bersabar hanya akan membuat sebagian orang menjadi semakin kurang ajar!

__ADS_1


Alderia tidak munafik, dia hidup tidak bisa seperti pohon!


Ketika dilempari batu tetap akan membalas dengan buah, jika Alderia yang sekarang tidak.


"Sudah memfitnahnya? lancar bukan?! wait! Apa kita saling kenal?"


Alderia berbicara dengan sinis, lalu melipat kedua tangannya di depan dada.


"Di diamkan tidak tau di diamkan! Pertama, ingin memfitnahku dengan tas yang di bawa pegawai tadi. Lalu, ingin memfitnahku dengan memasukan gaun pendek tanpa lengan ini ke dalam tas ku, anda berusaha membuat pencitraan saya buruk di mata orang lain. Iya? tapi sayang, BASI! Dan terakhir bawa-bawa saya tidak pantas menjadi pendamping Alvian. Bangga sekali anda jika rencananya akan berhasil! Kehabisan tak-tik ya? sampai-sampai cara murahan masih di gunakan. "


Sebenarnya Alderia pergi ke toilet hanya ingin mengelabuhi Suharmi.


Dan tepat dugaan, firasatnya telah terjadi. Meskipun dia tidak berjaga-jaga, Alvian pasti akan membantunya karena terdapat CCTV di sana.


Alderia melihat Suharmi yang diam-diam menaruh barang ke dalam tasnya.


"Kamu mencoba memfitnahku? jelas-jelas kamu yang mencuri. "


Semua orang sangat tertarik dengan masalah mantan Nyonya Besar Esten ini. Mereka menyaksikan pertunjukan seperti menonton drama.


"Nyonya Suharmi yang terhormat, saya sendiri yang melihat anda melakukannya. Untuk menghindari anda mengatakan saya memfitnah mu seperti barusan, saya sengaja merekam video. Apa anda ingin melihatnya? "


Kepanikan Suharmi naik setingkat, dari yang semula waspada menjadi siaga. Namun, itu tak membuat Suharmi menyerah. Ia tetap berkilah.


Alderia tertawa keras.


"Ini bukan lelucon, nyonya Suharmi yang terhormat! Apa anda benar-benar ingin melihatnya? "


Alderia mengambil ponselnya, lalu memperlihatkannya pada Suharmi.


Sial!! keadaannya menjadi terbalik.


Dirinya berniat mempermalukan Alderia, namun malah dirinyalah yang dipermalukan.


Satpam diam-diam telah melihat rekaman CCTV, lalu mereka menggabungkan dengan rekaman video milik Alderia.


Satpam telah mengambil rekaman CCTV dan juga barang yang di dalam tas Alderia, lalu berkata, "Nyonya Suharmi, tolong kamu ikut kami, dan jelaskan masalah ini dengan jelas di kantor polisi. "


Suharmi berteriak dengan frustasi, "Bedebah kamu wanita j****g!"


"Maaf nona Alderia, kami telah menuduh tanpa menyelidiki terlebih dahulu. Kami mengakui kesalahan kami, nantinya ini akan menjadi pelajaran bagi kami. Terimakasih. "

__ADS_1


2 orang satpam berkata hampir bersamaan.


Tidak peduli Suharmi melawan seperti apa, akhirnya dia di bawa pergi dari butik oleh kedua satpam.


"Perfect! I like your way, Al! " lirih Alvian.


Alderia menggelengkan kepalanya dengan senyum.


Benar! Jika teman dan musuh itu sama, sama-sama menguatkan, hanya saja caranya yang berbeda.


Dia memang tidak bisa membuat orang tersenyum happy saat melihatnya. Karena dia tau, dia bukan tongsis dan kamera.


Yang sekali diangkat, cheees!!


Semua orang tersenyum.


Sampai ada yang monyong-monyongin bibirnya, bahkan pose kayang saking senangnya.


Dia tidak!


Ada yang senyum lihat dia, ada yang marah, dan lebih banyak tidak peduli.


Namun, setidaknya dia berusaha tidak merepotkan orang.


Setelah dirasa Alderia dan Alvian sudah menemukan gaun pengantin yang cocok, mereka segera memesan cincin.


Alvian menautkan jari-jemarinya ke jari-jemari milik Alderia, dia merasa senang akhirnya fitting baju selesai juga.


Hari ini Alderia ada masalah sedikit, lalu sekarang sudah jam 10 lebih, waktunya dia kembali ke rumah.


Nanti dia akan menjemput anak-anak di sekolah.


Di dalam rumah sakit Jakarta Medika, sang cassanova memandang ponselnya dengan gusar.


Dari tadi dia menelpon seseorang, namun hanya sekali mendapatkan jawaban. Setelah wanitanya tau bahwa yang menghubungi adalah Vrans, sampai sekarang susah di hubungi.


Sudah 3 hari ini, Vrans menemukan wanitanya. Hingga sekarang usahanya tak sia-sia, dia mendapatkan nomor ponsel wanitanya juga.


Sedetik kemudian Vrans memekik senang, akhirnya mau menjawab juga.


"Halo sayang! "

__ADS_1


"Nomor yang anda tuju sedang berbahagia bersama orang lain. Silahkan anda hubungi kembali saat dia tersakiti. Terimakasih! "


__ADS_2