
"Siapa yang menjawabnya berarti itu dia yang merasa, karena tidak ada yang mengakui dirinya sebagai anjing! "
Alderia tersenyum penuh arti.
Senyum itu membuat Dean menatap Alderia dengan marah, lalu sepasang matanya berkobar-kobar karena marah!
"Beraninya kamu memanggilku anjing?! Aku akan berusaha merebut Alvian sampai mati!! "
Dean berbicara dengan pelan, namun penuh penekanan.
Alderia tidak menggubris omong kosong Dean, ia berniat menghampiri karyawannya.
"Sudah dalam posisi seperti ini, masih juga ingin bertarung dengannya. Selain ****** sejati,ternyata dia seorang pelakor?! Benar-benar wanita luar binasa! Tunggulah detik-detik kehancuran mu yang sesungguhnya modal madul! "
Zea bergumam marah melihat interaksi Alderia dan Dean.
Modal madul?!
Tentu saja! Bagaimana tidak? model yang sesungguhnya tak akan berwujud seperti itu.
Dean yang melihat Alderia berjalan melaluinya begitu saja bertambah marah. Dia bersiap-siap ingin mendorong Alderia.
Tetapi Alderia sangat peka, sehingga dia bisa menghindar. Lalu berkata, makanya lain kali makan nasi pakai 4 sehat 5 sempurna. Jangan hanya makan dedak, atau malah makan 4 sehat 5 ga ragat ya. Definisi kebanyakan makan hati, jadinya pemarah. "
Jangan tanyakan Dean, matanya tambah berkobar-kobar dengan dada yang bergemuruh hebat.
Zea yang melihat pun salah satu sudut bibirnya terangkat.
__ADS_1
Menarik! Benar-benar menarik!
Sementara Alvian sedang berkumpul dengan Vrans dan asisten Satya. Dia hanya menyimak cerita Vrans dan asistennya itu dengan malas.
"Kau tau bangsat, CEO narsis mu itu baru sadar jika dulunya telah memelihara wanita matre! Seharusnya sebelum dia sadar aku menikahi alderia terlebih dahulu." ledek Vrans.
"Bangsat bangsat! Kau pikir aku tak punya nama?! Dengarkan aku vanish, namaku Satya! " kesal asisten Satya.
"Aku tau itu. Aku hanya berkata sopan memanggilmu dengan embel-embel abang! A-bang-sat! Sopan bukan? " Vrans menaik-turunkan alisnya, menggoda asisten Satya.
"Sialan kau vanish! "
"Enak saja! Kau pikir aku merek produk penghilang noda membandel apa!? "
Niat hati ingin membuat asisten sepupunya kesal, malah dia yang di buat kesal.
Asisten Satya hanya mengedikkan bahunya acuh tak acuh. Toh dia rasa pikiran orang dihadapannya itu memang seperti noda membandel yang harus disucikan menggunakan produk itu!
"Kau benar, luar biasa bodohnya! "
Vrans tertawa keras.
"Terimakasih pujiannya. " balas Alvian dingin yang sedari tadi diam.
Vrans hanya cengengesan.
"Bayangkan saja, total kerugian itu sekitar 180 milyar. " kata Vrans.
__ADS_1
"Lalu, apa urusanmu? Apa perlu kita menagihnya? " asisten Satya bertanya sambil melihat CEO-nya.
"Aku serahkan pada kalian. Jika kalian berhasil mendapatkannya, maka uang itu akan jadi milik kalian. " kata Alvian.
"Oke deal! " kata Vrans.
"Oh uangku, tunggulah aku. Tuan mu akan otw menjemputmu. " asisten Satya berkata dengan berbunga-bunga.
"Dasar gila! Di otakmu hanya uang uang dan uang saja yang kau pikirkan,memang uang dibawa mati? " umpat Vrans.
"Big no! Yang gila wanita matre itu. Dan lagi uang memang tidak dibawa mati,namun ga punya uang rasanya mau mati. Jadi uang termasuk hal terpenting dalam hidupku." asisten Satya berkata dengan benar.
Vrans menganggukkan kepalanya, tanda membenarkan ucapan asisten Satya.
"Lalu, kenapa kau menyebutnya gila?"
"Bagaimana tidak gila!? mentang-mentang dulu dia pacarnya CEO yang nota bege nya pengusaha tersukses no 1, dia berkata padaku ingin meminta mahar sebanyak 10 triliun. Dia pikir tubuhnya selayak dan semahal itu untuk mendapatkan uang sebanyak itu apa! Tidak hanya itu saja,dia bahkan memeras ku. Dia meminta uang 15 juta padaku hanya untuk membeli tas. Apa kalian tau jika aku tak memberikannya? dia akan memecat ku setelah dia berhasil menjadi istri CEO." gerutu asisten Satya.
"Lalu, kau memberikannya? " Vrans bertanya dengan penasaran.
"Tentu saja tidak. Aku langsung mengeluarkan uang 2 ribu rupiah dan menempelkannya di kening, lalu meninggalkannya begitu saja. " jelas asisten Satya.
Vrans tertawa keras setelah mendengar cerita konyol asisten sepupunya itu. Ternyata asisten sepupunya itu jiga bisa bertindak konyol sepertinya.
Dia membayangkan betapa kesalnya dean kala itu. Lalu berkata, "Astaga, berdosa banget kau! Aku punya penawaran untuk mengurangi dosa mu itu asisten Satya!? "
"Ada gitu?! " tanya asisten satya penasaran.
__ADS_1
Dan vrans mengangguk cepat.
"Seperti ini..