
"Sialan, kau asisten Satya! kenapa semakin hari perkataan mu semakin sembrono?! "
Asisten Satya membeku.
"Apa kau sudah mulai gila? jika iya akan ku potong gaji mu seperempat! " imbuh Alvian.
"Iya, gila karena anda selalu memotong gaji ku CEO! dasar,CEO gak ada akhlak." gerutu asisten Satya dalam hati.
"Jangan mengumpat ku dalam hati! atau ingin ku benar-benar memotong gaji mu?! " ancam Alvian.
"Maaf CEO, saya tidak akan mengulanginya lagi. " kata asisten Satya cepat.
Asisten Satya menghela nafasnya.
"Punya kepala puyeng, tapi gak punya kepala malah serem! " batin asisten Satya.
Alvian hanya diam dengan menatap asisten Satya dengan tatapan datar.
Satu detik kemudian jaringan internet heboh dengan berita terbaru tuan Martin.
'Sudah merenggut kehormatan Alderia Esten, ternyata Alderia hamil mengandung benih dari Alvian Anderson Lunde CEO Lunde Groub! '
Di sana ada foto Abyasa dan Alderia yang tersenyum ke arah kamera.
Netizen yang notabege selalu maha benar langsung memberi komentar.
Netizen A:
"Senang sekali dengan Alderia dan Alvian jika akhirnya memiliki anak hasil benih kejadian waktu itu. Dengan begitu mereka pasti akan bersatu, saya sangat berharap lebih akan itu. Dan untuk Dean Wilson,semoga tuhan memberimu hukuman yang setimpal atas perbuatan yang telah dilakukannya di masa itu."
Netizen B:
"Oh Lord! jadi berita selama ini yang menyatakan bahwa Alderia Esten sudah meninggal karena kecelakaan pesawat itu hoaks?! "
Netizen C:
"Jika berita ini benar, aku merasa kasihan pada Alderia yang membesarkan putranya seorang diri. Sungguh ibu yang luar biasa! "
Netizen D:
"Lagi-lagi permasalahan antar orang kaya, sangat tidak mendidik masyarakat! "
Dan masih banyak lagi netizen yang berkomentar, ada yang memuji Alderia yang semakin cantik, ada yang berkomentar Abyasa duplikat Alvian, menyemangati Alvian untuk segera menikahi Alderia, dan bertanya di mana Alderia tinggal selama hamil.
"CEO? "
Asisten Satya berdiri di depan Alvian dengan takut.
__ADS_1
Alvian justru malah tertawa.
"Ini pasti ulahnya lagi yang membuat onar di internet! tapi tidak masalah, terakhir bertemu dia mengatakan akan membantu mempersatukan ku dengan Alderia, mungkin ini bagian dari rencananya. "
Alvian berkata dengan santai, ia setelah mengetahui memang merasa frustasi.
"Tenang, semuanya akan baik-baik saja! " imbuh Alvian.
Ini adalah kosakata klasik Alvian.
Setiap kali dia mengatakan kalimat ini, pasti dia tidak akan gagal.
Namun, ia teringat dengan perkataan putranya.
Alvian jadi teringat dengan rambut yang di berikan Abyasa, mengingat kejadian itu Alvian benar-benar merasa puas.
"Asisten Satya, nanti siang jam 11 temani saya mengambil hasil tes DNA di rumah sakit. "
"Baik CEO, tapi bukankan nanti siang jam 11 ada meeting di Grand Mall dengan klien dari luar negri CEO? "
Asisten Satya mencoba mengingatkan CEO-nya.
"Hampir saja lupa! untung kau mengingatkan asisten Satya. Jika seperti itu kita pergi ke rumah sakit setelah meeting saja. "
Asisten Satya mengangguk.
Alvian tak sengaja menabrak gadis kecil yang sedang makan ice cream.
Gadis kecil itu terpental karena tubuh Alvian yang terlalu besar dan tinggi darinya. Gadis itu terlihat agak kesal walaupun ice cream yang ia makan tidak tumpah mengotori pakaiannya.
"Paman jika jalan liat-liat dong, liat nih anin jadi ja,,, "
Anindita terbengong tak melanjutkan ucapannya, setelah mendongak melihat orang yang menabraknya.
"Daddy.. ini benar-benar daddy?! aku ingin sekali memeluknya. " gumam Anindita sambil berdiri.
"Eum, maaf paman, maafkan Anin yang jalan tidak liat-liat. " cicit Anindita.
Anindita menundukkan pandangannya, ia tak berani menatap Alvian. Ada rasa kerinduan , rasa kesedihan pada daddy nya yang tidak mengenali dirinya, dan rasa senang karena dapat melihat langsung wajah daddy nya itu.
Anindita meremas tangannya pada rok yang dipakainya. Gadis itu berubah menjadi pendiam saat bertemu dengan daddy nya, entah bagaimana ia harus mengekspresikan perasaannya.
Alvian menyejajarkan tubuhnya dengan tinggi gadis kecil di depannya yang terlihat begitu manis dan menggemaskan.
Alvian menaikkan dagu Anindita.
"Lihat paman anak manis, apa lantai itu lebih menarik dari wajah paman yang sangat tampan se-alam semesta ini? "
__ADS_1
Asisten Satya memutar bola matanya malas, CEO-nya itu selalu saja narsis.
Dagu Anindita berhasil di naikkan sedikit oleh Alvian, namun matanya masih menatap ke lantai.
"Hey, tatap paman dulu gadis cantik. Siapa tau kamu tertarik dengan ketampanan paman. " Alvian terkekeh.
Asisten Satya di buat tercengang, karena CEO-nya itu sangat mahal senyum apalagi tertawa. Tapi ini, dengan mudahnya ia terkekeh pada gadis kecil itu.
Anindita menatap Alvian, ia ikut tersenyum mendengar perkataan Alvian.
"Nah, begitu kan cantik! " Alvian mencolek hidung Anindita.
"Baiklah, karena kamu begitu menggemaskan dan rendah hati mau meminta maaf, paman akan dengan senang hati memaafkan mu. "
"Terimakasih paman. "
Anindita tersenyum bahagia, lalu menghambur dan memeluk Alvian dengan erat.
Alvian di buat tercengang, perasaannya tiba-tiba merasakan getaran yang luar biasa, jantungnya berdegup dengan kencang, dan rasa sakit di hatinya yang tiba-tiba seperti mencabik-cabik hatinya.
Bagaimana perasaan ini bisa terjadi padanya? apa mungkin aku menyukai gadis kecil ini dan berubah menjadi seorang pedofil? pikir Alvian.
"Shitt.. sial! mikir apa aku ini?! " batin Alvian.
Anindita masih memeluk erat Alvian, bahkan saat ini tangan mungil Anindita melingkar sempurna di tengkuk leher Alvian.
Setelah cukup lama memeluk Alvian, Anindita melepas pelukannya dan menjauhkan tubuhnya.
"Sudah puas meluknya? "
Alvian bertanya dengan senyum tipis di wajahnya dengan mengelus kepala Anindita.
"Sudah. "
Anindita mencium kedua pipi Alvian, lalu berlari meninggalkan Alvian.
Lagi-lagi Alvian di buat tercengang, bahkan asisten Satya juga tak kalah tercengang.
Perasaannya bergetar hebat.
"Astaga.. sepertinya aku harus pergi ke dokter, memeriksakan kesehatan jantungku! aku tidak mungkin seorang pedofil bukan?! " batin Alvian memegangi dadanya.
"I love you, paman! " teriak Anindita dari kejauhan menunjukkan jari saranghae lalu mengedipkan sebelah matanya, menggoda daddy nya.
Alvian menelan ludahnya dengan kasar lalu mengerjab-ngerjabkan matanya.
__ADS_1
Asisten Satya yang melihat ekspresi CEO-nya dengan sekuat tenaga menahan tawanya.