
Brianna masih terbaring di tempat tidurnya karena tatapan Jesslyn seperti akan memukulinya jika ia bergerak dari sana.
" Terima kasih Jess ...." ucap Brianna.
" Jangan berfikir untuk merayuku kau tidak akan bisa pergi dari sana..." ucap Jesslyn.
" Hei...aku serius Jess aku tidak sedang merayu mu...." ucap Brianna.
" Lalu kenapa kau mengucapkan terima kasih aku bahkan tidak bisa membantumu...." ucap Jesslyn.
" Hei....apa kau pikir aku terlalu panik sampai buta aku juga sadar saat mengejar bayangan itu kekacauan besar terjadi di sini..." ucap Brianna.
" Aku hanya menenangkan mereka Brianna karena aku tau setidaknya aku bisa melakukan hal kecil itu untukmu...." ucap Jesslyn.
" Itu hal besar Jess menenangkan satu atau dua orang mungkin mudah tapi seluruh penduduk itu jelas hal yang sulit , dan aku bisa melihat saat kembali kepanikan itu sudah berakhir dan aku tau benar itu kau..." ucap Brianna.
" Ohh ayolah kenapa kau jadi serius seperti ini baiklah setidaknya aku hebat dalam hal itu kau sekarang berhutang budi padaku dan kau juga harus membalasnya...." ucap Jesslyn.
" Baiklah katakan bagaimana aku harus membalasnya ..." ucap Brianna.
" Istirahat ..." ucap Jesslyn.
" Hanya itu... Istirahat, kenapa kalian ini sangat suka menyuruhku tidur..." ucap Brianna.
" Tentu saja tidak, suatu saat nanti aku akan meminta balasannya sekarang kau harus istirahat karena kau harus tetap hidup untuk membayar hutangmu padaku tahu...." ucap Jesslyn mulai kesal.
" Ya ya ya aku akan istirahat dan kau juga harus istirahat Jess ..." ucap Brianna.
" Hanya setelah kau tidur..." ucap Jesslyn.
" Astaga...! Baiklah nona Jesslyn... Selamat istirahat Jess ..." ucap Brianna .
" Ya kau juga selamat istirahat..." ucap Jesslyn.
* Kau harus baik-baik saja Brianna atau aku akan terus menyalahkan diriku karena tidak bisa menjagamu* batin Jess .
Jesslyn masih memandangi wajah temannya yang sedang tertidur pulas. Brianna terlihat sangat kelelahan.
" Pasti berat ya ...kau terlihat sangat lelah Brianna, maaf aku belum cukup kuat untuk membantu mu tapi aku janji saat kita ke dimensi itu aku akan mencari nya karena dia bisa membantuku agar aku bisa mengendalikan kekuatanku..." ucap Jesslyn lirih.
Jesslyn pun tertidur di kursi karena ia juga kelelahan benar kata Brianna walaupun gadis itu merasa yang dilakukannya adalah hal sepele kenyataan nya hanya sebagian orang yang mampu melakukannya.
* Flashback on*
" Brianna ....mau kemana kau hei.!! ..."
" Berhenti nona Jesslyn biar aku saja yang mengejarnya kuda biasa tidak akan mampu mengejar kuda itu ..."
" Lalu aku harus bagaimana aku tidak bisa diam saja bagaimana kalau ini perangkap..."
" Biar aku yang mengejarnya..."
Setelah pria bertudung itu pergi Jesslyn bimbang ia ragu untuk percaya pada orang asing itu tapi ia juga tidak punya pilihan.
Saat itu keadaan sangat kacau dimana semua orang berlarian ketakutan karena mereka melihat bayangan orang yang mereka yakini menggunakan sihir hitam.
__ADS_1
" Aku harus membuat para penduduk kota ini tenang mereka membuat kepalaku jadi semakin pusing...." ucap Jesslyn.
Jesslyn pun mulai menenangkan dengan berbicara tapi bukannya di dengar para penduduk sibuk berlari dan menabrak dirinya dan beberapa penduduk juga terinjak oleh yang lain.
" Bisakah kalian diam....!!!" teriak Jesslyn.
Ucapan yang keras dan penuh penekanan itu membuat penduduk berhenti dan mulai menatap Jesslyn.
" Apa kalian sadar tindakan bodoh ini menyebabkan banyak yang terluka kalian tidak buta bukan...!!" ucap Jesslyn.
" Maaf nona kami sangat takut...."
" Aku tau itu tapi lihatlah temanku sedang mengejarnya dan aku pastikan yang mengacaukan keadaan itu pasti mati jadi tenangkan diri kalian atau aku terpaksa membuat kalian diam dengan cara yang tidak bisa kalian bayangkan...!!" ucap Jesslyn.
Keadaan mulai tenang Jesslyn langsung mengumpulkan beberapa penduduk yang terluka dan membawa mereka ke tempat pengobatan.
Jesslyn ingin menggunakan kekuatannya tapi ia tahu dirinya belum cukup mampu mengendalikannya dan itu bisa berbahaya .
Gadis itu berusaha keras menahan kekuatannya dan itu membuat tenaganya terkuras ada rasa terbakar di kedua telapak tangan nya.
Perlahan keadaan benar-benar sudah kembali seperti semula namun Brianna belum juga kembali hal ini membuat Jesslyn sangat khawatir.
Dan tiba-tiba ada penduduk yang memberitahunya jika Brianna sudah kembali .
Ia bergegas untuk menemuinya dan Jesslyn sangat terkejut melihat temannya itu ada di dalam gendongan seorang pria dan Brianna terlihat tidak baik-baik saja.
* Flashback off*
Di sebuah kamar penginapan di ujung kota seorang pria sedang tenggelam dalam lamunannya.
" Aku harus lebih dekat dengannya agar bisa menjaganya..."
* Apa dia tidak sadar kalau matanya itu sangat memikat benar-benar mata yang indah *
Batin Michael.
Michael semakin yakin ia harus melindungi Brianna karena hutang Budi juga karena perasaannya.
Setelah istirahat cukup lama Brianna terbangun dari tidurnya. Ia melihat sahabatnya itu tertidur di kursi.
* Kau keras kepala ya kenapa malah tertidur di kursi * ucap Brianna dalam hati sambil menatap Jesslyn .
Brianna membuka lemari dan mengeluarkan sebuah selimut untuk menyelimuti Jesslyn karena hujan membuat udara semakin dingin.
Setelah menyelimuti Jesslyn Brianna berjalan menuju balkon dan membuka pintu kaca dan menuju balkon.
Hujan perlahan membasahi tubuh ramping itu tapi Brianna justru berjalan keluar dan sepenuhnya berada di bawah hujan.
Brianna cukup lama basah kuyup namun ia masih menikmati hujan seperti tidak merasakan dinginnya yang menusuk tulang.
Jesslyn membuka matanya dan terkejut melihat tempat tidur yang kosong .
" Astaga!! Kemana Brianna apa dia tidak bisa tidur dengan tenang apa ini penyakit..." ucap Jesslyn.
Saat Jesslyn mengedarkan pandangan ia melihat pintu balkon terbuka dan angin dingin berhembus dari arah balkon.
__ADS_1
Dan ia semakin kaget karena seorang wanita berdiri dengan gaun tidur putih yang basah kuyup karena berdiri di tengah hujan.
" Apa kau sudah gila !!! Kenapa kau berdiri di sana Brianna...." ucap Jesslyn panik.
" Hei kenapa kau bangun Jess coba lihat hujannya sangat indah..." ucap Brianna.
" Ternyata kau benar-benar gila..." ucap Jesslyn.
" Aku tidak gila aku hanya menyukai hujan Jess karena suara dan dinginnya membuatku tenang...." ucap Brianna.
" Karena itu lah aku bilang kau gila karena mana ada orang yang sedang terluka dalam tapi malah berdiam diri di tengah hujan dan dari suhu tubuhmu kau pasti sudah lama basah kuyup...." ucap Jesslyn.
" Aku sudah lebih baik Jess tenanglah aku tidak selemah itu ...." ucap Brianna.
" Iya aku tau tapi orang kuat manapun pasti bisa kedinginan kan ...." ucap Jesslyn.
" Ha ha ha kau benar aku memang kedinginan tapi hujan membuatku tenang...." ucap Brianna.
" Aku tau tanggung jawab itu sangat berat dan semua keadaan ini pasti yang menyebabkan kau begitu gelisah...." ucap Jesslyn.
Brianna hanya menanggapi kata-kata Jesslyn dengan senyuman yang membuat Jesslyn semakin sedih melihat betapa beratnya hidup sahabatnya itu.
" Hei walaupun kau bilang aku gila tapi sepertinya aku berhasil membuatmu gila juga...." ucap Brianna.
" Apa maksud mu ...." ucap Jesslyn.
" Kau juga bersamaku di bawah hujan...." ucap Brianna.
" Ya kau benar-benar menyebalkan ayo masuk ..." ucap Jesslyn.
" Baiklah ayo kita masuk ...." ucap Brianna.
Mereka pun masuk membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka. Setelah itu mereka minum teh hangat dan ditemani beberapa camilan dan buku.
" Brianna kenapa kau sangat menyukai hujan apa ada alasan selain membuatmu tenang....?" tanya Jesslyn.
Brianna beralih menatap Jesslyn dari buku yang ia baca.
" Tentu saja ada karena hujan mengajarkan kita untuk menghargai diri kita sendiri..." jawab Brianna.
" Hemm sepertinya aku paham seperti hujan yang tetap menjalankan tugas membasahi tanah walaupun tidak bisa sekaligus di semua tempat..." ucap Jesslyn.
" Ya kau benar dan juga karena hujan itu seperti dirimu, membuatku tenang walau kau sering merendahkan dirimu tanpa alasan...." ucap Brianna.
" Ya kau benar sekarang aku tahu kenapa kau bisa begitu kuat dan aku juga sadar aku terlalu ingin menjadi kuat sampai kadang aku lupa kalau kita punya batas masing-masing, aku hanya ingin membantumu...." ucap Jesslyn.
" Kau sudah melakukannya Jess aku sangat berterima kasih untuk itu. Aku tidak kuat aku hanya berusaha yang terbaik Jess dan aku akan berusaha lebih baik lagi...." ucap Brianna.
" Ya aku tau itu dan aku akan berusaha untuk selalu ada di sampingmu...." ucap Jesslyn.
" Trims Jess aku sangat menghargai nya..." ucap Brianna.
Jesslyn mengangguk sedikit dan tersenyum mereka pun kembali terdiam Brianna sibuk membaca buku tua warisan ayahnya sedangkan Jesslyn sibuk dengan pikirannya.
Mereka kembali tenggelam dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
...****************...
...----------------...