
Michael mencium tengkuk gadis yang membuatnya kehilangan akal hanya dengan kata-kata.
" Mmhh... Michael hentikan...!!" Ucap Brianna.
Saat merasakan Michael terus menerus mencium tengkuknya.
" Bukankah kau yang memulai semua ini Brianna..." Ucap Michael tanpa menghentikan aktivitas nya.
" Aku tidak memulainya Michael ayolah..." Ucap Brianna mulai merasa aneh.
Tentu saja, berada dalam dekapan pria luar biasa tampan dengan tubuh yang jelas akan membuat semua gadis berliur saat melihatnya, di tambah suasana ruangan dengan cahaya lilin yang redup dan dingin.
Suasana yang cukup berbahaya.
" Kau ingin tahu apa yang ku ingin kan sebagai balasan atas bantuan yang ku berikan bukan..." Ucap Michael.
" Ya katakan..." Ucap Brianna.
" Di sisimu " ucap Michael lirih.
" Bukankah kau sudah di sisiku ..." Tanya Brianna.
" Bukan sebagai rekan..." Ucap Michael.
" Lalu...?" Tanya Brianna.
Michael tidak menjawabnya dan langsung membalikan tubuh Brianna hingga mereka berhadapan.
Cup.
" Seperti ini..." Ucap Michael setelah memberikan kecupan di bibir Brianna.
Brianna sangat terkejut sampai tidak bisa berpikir apa yang harus ia katakan saat ini.
Dan akhirnya ia hanya diam sambil menatap Michael. Dan Michael yang melihat itu hampir tidak bisa menahan dirinya untuk mencium Brianna lagi.
Tapi ia menahannya dari raut wajahnya ia tahu Brianna sangat terkejut. Jadi ia memutuskan untuk membiarkan gadis itu mencerna semua ini.
" Apa kau akan terus menatapku seperti itu Brianna...?" Tanya Michael lembut.
Brianna tidak menjawab hanya berusaha melepas kan diri dari dekapan Michael dan kali ini ia berhasil.
Keadaan jadi canggung setelah nya. Michael yang sibuk memperhatikan gadis yang di sukainya itu dan Brianna yang menyesali apa yang sudah ia katakan.
* Ya ampun apa yang harus aku lakukan aku bahkan tidak bisa menolak saat dia melakukan itu, kurasa aku benar-benar gila *
Michael mengerti apa yang di rasakan Brianna saat ini.
" Kau tidak perlu memikirkan ini Brianna jika itu mengganggu mu..." Ucap Michael dengan nada lembut dan sedikit terdengar sedih.
Entah kenapa itu mengusik hati Brianna yang sedingin es.
" Tidak aku hanya terkejut ini pertama kali untukku ....aku ,...aku hanya tidak tahu harus apa..." Ucap Brianna cepat.
Mendengar dari betapa cepat dan ekspresi Brianna Michael bisa menerka gadis ini sedang sangat malu sekarang.
Tapi ada hal lain yang membuat Michael membeku.
" Ini yang pertama...?" Tanya Michael.
" Apa aku terlihat seperti wanita yang suka bergonta-ganti pasangan..." Ucap Brianna.
" Bukan seperti itu aku hanya tidak percaya gadis secantik dirimu tidak pernah punya kekasih ..." Ucap Michael.
" Aku tidak punya waktu untuk itu Michael..." Jawab Brianna, dan itu tidak bohong walaupun itu hanya sebagian kecil dari alasan kenapa ia begitu takut jatuh hati pada siapapun.
" Aku mengerti ..." Ucap Michael sembari menyunggingkan senyum manisnya.
" Bagaimana denganmu aku yakin dengan penampilan seperti ini kau pasti ..." Ucap Brianna terhenti.
" Tidak aku tidak pernah jatuh hati sebelumnya walaupun aku berubah beberapa kali berkencan..." Ucap Michael.
Brianna sedikit kaget dengan apa yang ia dengar dan ia tidak bisa menahan diri untuk bertanya.
" Bagaimana kau bisa berkencan jika kau tidak mencintai mereka Michael..." Tanya Brianna.
Wajah Michael berubah sedikit muram.
" Perjodohan keluarga ..." Ucap Michael dengan raut wajah yang buruk.
__ADS_1
" Lalu bagaimana kau bisa melepaskan diri dari perjodohan yang sejauh aku tahu pasti merepotkan ..." Tanya Brianna lagi.
" Aku melarikan diri meninggalkan semuanya, dan saat itu kah aku bertemu dengan seorang ayah yang dari awal bertemu sudah menitipkan putrinya padaku..." Ucap Michael sambil tersenyum.
" Benarkah, apa kau tidak ingin kembali pada keluarga mu Michael..." Ucap Brianna.
" Saat ini itu hal yang paling tidak aku inginkan..." Ucap Michael.
* Apa yang dia alami di keluarganya sampai dia bisa terlihat sangat terluka seperti ini * batin Brianna.
" Ada apa Brianna..." Ucap Michael saat melihat perubahan ekspresi Brianna.
" Tidak aku hanya berpikir apa semua keluarga seperti itu..." Ucap Brianna.
" Tentu saja tidak itu tergantung status dan keadaan Brianna..." Ucap Michael.
" Ya kuharap kau benar..." Ucap Brianna.
" Ayo kita kembali ke kamar saja Brianna..." Ucap Michael.
" Ada apa bukankah kita kemari untuk mencari sesuatu..." Tanya Brianna.
" Kita bisa mencarinya besok lagi pula dengan penampilanmu sekarang aku sangat sulit menahan diri..." Ucap Michael.
Brianna menatap gaun tidur putihnya yang tipis dengan belahan dada yang benar-benar mendefinisikan kata terjun.
" Apa aku terlihat buruk...?" Tanya Brianna.
" Tidak kau jauh dari itu kau mengagumkan aku bahkan tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya ..." Ucap Michael dengan muka yang memerah.
" Baiklah ayo kembali ..." Ucap Brianna kemudian.
" Ayo.."
Michael pun membawa Brianna sampai ke depan pintu kamarnya dengan teleportasi.
" Masuklah dan selamat istirahat..." Ucap Michael.
" Ya kau juga Michael..." Ucap Brianna.
Mereka saling menatap dan tersenyum lalu masuk ke dalam kamar masing-masing.
* Aku meremehkan perasaanku padanya * batin Brianna.
Brianna bisa berpikir seperti itu karena sebelumya ia berniat untuk menolak jika saja Michael menyatakan perasaannya.
Tapi ia bahkan tidak bisa menolak apapun bahkan sentuhan dari pria itu.
* Jadi ini rasanya jatuh cinta sedikit berbahaya tapi..., tidak buruk * batin Brianna sambil tersenyum.
Michael kini juga merasakan hal yang sama namun ia sangat bahagia.
* Dia tidak menolak ku, itu artinya Brianna juga punya perasaan yang sama padaku tapi kenapa dia terlihat begitu ragu * batin Michael.
Michael memikirkan hal itu sambil berjalan ke arah ranjang dan setelah itu ia membaringkan dirinya.
Pria tampan itu terlelap dengan mendekap kenyataan bahwa wanita yang disukainya tidak menolak bahkan saat ia ingin terus berada di sisinya.
Tapi tapi tidak dengan Brianna. Gadis itu masih terjaga karena apa yang baru saja ia alami.
* Apa yang harus aku lakukan sepertinya aku tidak mampu menolaknya * batin Brianna.
Brianna menoleh ke arah Jesslyn yang tertidur pulas.
" Hei ini semua gara-gara kau Jess sekarang aku benar-benar menyukainya apa yang harus aku lakukan ..." Ucap Brianna.
Setelah cukup lama bergulat dengan pikirannya gadis cantik itu tertidur.
Kini warna langit kembali ke merah terang pertanda hari sudah pagi. Tapi Brianna masih saja terlelap.
Jesslyn bangun lebih dulu dan membersihkan diri.
" Aneh kenapa dia terlihat sangat lelah seperti baru saja tertidur, apa semalam terjadi sesuatu yang berbahaya..." Ucap Jesslyn lirih.
Dalam pikiran gadis itu muncul banyak sekali kemungkinan ia berpikir semalam ada yang menyerang dan berusaha melukai mereka karena itulah sahabatnya itu terlihat lelah.
Jesslyn menuju dapur untuk membuat teh dan mencari beberapa cemilan untuk sarapan.
Saat itu ia melihat Michael sudah berada di ruang tengah.
__ADS_1
" Hei Michael apa semalam terjadi hal yang buruk..." Tanya Jesslyn.
" Apa maksudmu Jess..." Ucap Michael.
" Apa ada yang menyerang kita semalam..." Tanya Jesslyn.
" Tidak ..." Jawab Michael.
Jesslyn hanya mengangguk namun wajahnya nampak kebingungan.
" Ada apa ..." Tanya Michael singkat.
" Aku hanya merasa aneh Brianna terlihat lelah seperti baru saja tertidur, aku kira ada sesuatu yang terjadi tadi malam..." Ucap Jesslyn.
Michael yang mendengar itu terdiam.
* Apa dia tidak bisa tidur, manis sekali * batin Michael yang tidak sadar tersenyum.
" Kenapa kau malah tersenyum dasar aneh..." Ucap Jesslyn yang kini menatap aneh Michael.
" Tidak ada..." Ucap Michael.
Di kamar Brianna masih terlelap, setelah beberapa saat semilir angin mengganggu tidur nya.
Gadis itu pun membuka mata dan terbangun dari tidurnya.
" Ahh sudah pagi ..." Ucap Brianna.
Brianna melihat ranjang sebelahnya yang sudah kosong itu menandakan sahabatnya sudah bangun lebih dulu.
Kepala Brianna terasa sedikit sakit karena hampir tidak tidur semalaman. Iya memutuskan untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Brianna selesai merapikan rambut merah gelombangnya.
Brianna sedang ingin menggunakan pakaian modern karena hari ini mereka hanya akan menyusun rencana dan menyusuri rumah ini.
Celana denim hitam ketat memeluk lekuk dari pinggul hingga kaki indahnya. Di tambah dengan kemeja merah gelap yang ia kenakan.
Brianna nampak seperti mahasiswi yang bersiap untuk mengisi hari dengan jadwal kelas yang padat.
Brianna turun dan mencari Jesslyn. Saat ia melihat sahabatnya itu matanya juga melihat Michael yang sedang duduk dan menatap keluar jendela.
Jantung Brianna berdegup kencang. Rutinitas paginya membuat ia lupa apa yang terjadi semalam.
Saat ini setiap dia menatap Michael ia mengingat kejadian itu dan tentu saja ini membuat ia frustasi.
* Ya ampun Brianna kau menggali kuburan mu sendiri * batin Brianna.
Masih belum berhenti terkejut karena Michael Brianna kembali terkejut saat Jesslyn menepuk bahunya.
" Astaga !! Jess, kau membuatku terkejut ..." Ucap Brianna.
" Bukan salahku aku sudah memanggil mu dari tadi dan kau malah sibuk melamun..." Ucap Jesslyn cepat.
" Ahh maaf aku hanya ..." Ucap Brianna terhenti saat Michael berdiri di sampingnya.
" Hanya apa ..." Tanya Jesslyn.
" Tidak ada ..." Jawab Brianna cepat.
Brianna memilih meninggalkan mereka berdua menuju dapur .
" Kenapa dia terlihat sangat aneh..." Tanya Jesslyn.
" Mungkin dia sedang bingung dan terkejut..." Ucap Michael sambil tersenyum menatap arah ke dapur.
" Aku kan tidak sengaja membuatnya terkejut..." Ucap Jesslyn.
" Sudahlah Jess lanjutkan saja sarapan mu..." Ucap Michael.
" Ahhh ya kau benar...!!" Jawab Jesslyn antusias dan langsung meninggalkan Michael.
Michael menuju dapur ia tidak tahan untuk tidak menggoda gadis manisnya itu.
Brianna sedang memasak sesuatu untuk mereka. Iya juga membuat teh untuk dirinya .
Saat ia menyesap teh dan menikmati wangi teh tersebut tiba-tiba ia mencium aroma lain.
Aroma yang entah sejak kapan ia sangat mengenalnya. Ini adalah aroma pria yang menjadi alasan ia salah tingkah seperti ini.
__ADS_1
Brianna berbalik dengan tenang meskipun tidak dengan jantungnya.