
Hari telah berganti.
Brianna yang terlelap kini mulai terusik. Gadis cantik itu kini terbangun dan menatap jendela rupanya ia lupa menutupnya semalam sehingga hembusan angin bisa masuk ke dalam kamar itu.
Brianna membersihkan diri, setelah berpakaian ia berdiri di dekat jendela kamarnya dan menatap suasana pagi di dunia merah itu.
Sunyi.
Itulah kata yang menggambarkan suasana saat ini. Tapi kesunyian itu tidak membuat Brianna senang.
Jauh di dalam pikirannya ia tahu kesunyian ini adalah ketenangan sebelum badai.
Badai masalah yang sudah disiapkan untuknya tentu saja oleh sosok yang berhubungan dekat dengan Brianna namun sangat membencinya.
Kali ini Brianna mengenakan pakaian serba hitam yang membuat ia terlihat sangat elegan.
Brianna memutuskan untuk turun ke ruang tengah melihat apakah Michael sudah bangun dari tidurnya.
Ketika sampai di ruang tengah Brianna tidak menemukan siapapun. Ia pun menuju dapur ketika sampai ia sedikit terkejut dengan apa yang di lihatnya.
Keadaan dapur itu benar-benar seperti baru saja terjadi badai di sana. Bahan makanan berhamburan dan banyak makanan yang hangus.
Di tengah itu semua tentu saja ada pria luar biasa tampan yang sedang tersenyum dan menggaruk leher belakangnya.
Brianna tidak bisa berkata apapun sampai akhirnya ia tertawa. Bukan hanya tertawa tapi terbahak-bahak.
" Apa yang kau lakukan Michael...?" Tanya Brianna di sela tawanya.
" Maaf, aku hanya ingin menyiapkan sarapan untuk kita..." Ucap Michael lirih.
Melihat ekspresi putus asa Michael Brianna kembali tertawa.
Sambil melihat sekeliling Brianna berkata.
" Yahh sepertinya kau berusaha cukup keras Michael..." Ucap Brianna masih tidak bisa menahan senyumnya.
Michael ikut tertawa setelah sadar seberapa kacaunya dapur itu karenanya.
Brianna membawa handuk basah dan membersihkan wajah Michael yang terkenal noda hitam.
" Sepertinya aku semakin merepotkan mu ..." Ucap Michael.
" Tidak apa-apa ayo bereskan kekacauan ini dan aku akan memasak untuk kita setelahnya..." Ucap Brianna sambil tersenyum.
" Baiklah ..." Ucap Michael juga tersenyum.
Brianna terdiam sesaat setelah melihat senyum itu. Michael yang melihat itu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mencuri sebuah kecupan.
Brianna sangat terkejut sampai mundur beberapa langkah dan terpeleset lantai yang penuh bahan makanan berceceran.
Michael dengan sigap menangkap tubuh ramping itu namun sialnya kakinya juga menginjak kotoran-kotoran itu.
Kini mereka jatuh ke lantai dengan posisi Michael berada di atas tubuh Brianna dengan telapak tangan melindungi bagian belakang kepala Brianna.
__ADS_1
Kini mau tidak mau mereka saling menatap dengan jarak yang sangat dekat.
Wajah yang sangat cantik dengan posisi yang sangat dekat ini membuat jantung Michael berdebar.
Entah bagaimana Brianna secara tidak sadar menggerakkan tangannya dan menyentuh wajah Michael dengan lembut.
Sentuhan itu seperti sengatan listrik bagi Michael dan membuat ia kesulitan menahan dirinya dan akhirnya ia kembali mencium gadis yang sedang di kungkungan nya itu.
Kali ini bukan sebuah kecupan tapi benar-benar sebuah ciuman bibir Michael ******* lembut bibir Cherry Brianna.
Pada awalnya Brianna terdiam karena terkejut namun setelah beberapa saat ia mulai terbuai dan membalas.
Ciuman lembut itu berlangsung cukup lama sampai Brianna menepuk dada Michael karena ia mulai kehabisan nafas.
Michael yang mengetahui nya langsung berhenti dan menatap kembali mata yang membuatnya jatuh cinta itu.
" Maafkan aku Brianna aku tidak bisa mengendalikan diriku..." Ucap Michael.
Mereka masih di posisi itu.
Meski bingung Brianna kemudian menjawabnya.
" Tidak apa-apa Michael aku mengerti ..." Ucap Brianna sambil tersenyum malu.
Mereka pun bangun dari posisi itu dan mulai membereskan dapur. Situasi menjadi canggung setelah itu.
Entah Brianna atau Michael mereka sama-sama tidak tahu harus bicara apa.
Kecanggungan itu terus berlangsung sampai Brianna selesai membuat makanan.
" Baiklah hati-hati Michael..." Ucap Brianna.
" Tentu..." Jawab Michael sambil tersenyum.
Setelah semua makanan tertata mereka duduk dan mulai makan.
Mereka makan dalam diam hanya ada suara sendok dan garpu yang terdengar.
Setelah selesai makan mereka membereskan meja dan mencuci piring bersama, benar-benar terlihat seperti pasangan yang harmonis.
Brianna dan Michael berada di ruang tamu saat ini sambil membicarakan langkah mereka selanjutnya.
" Sepertinya tikus-tikus itu sudah mulai berusaha menggerogoti dinding yang ku buat ..." Ucap Brianna.
" Lalu apa yang harus kita lakukan Brianna...?" Tanya Michael.
" Kita biarkan mereka masuk..." Ucap Brianna.
" Apa sebenarnya rencanamu Brianna kenapa kau membiarkan mereka melihat apa yang kita lakukan..." Ucap Michael bingung.
" Mereka sudah menyiapkan perangkap Michael dan kalau mereka mengetahui kita sudah mempersiapkan diri, mereka akan jadi lebih waspada atau lebih buruk lagi merubah perangkapnya..." Ucap Brianna menjelaskan.
" Kau benar Brianna jadi kita akan pura-pura tidak tahu apa yang mereka lakukan begitu..." Ucap Michael.
__ADS_1
" Yahh begitulah, persiapkan dirimu Michael besok kita akan menjadi pemeran dalam drama..." Ucap Brianna sambil tersenyum dingin.
" Ini jadi semakin menarik baiklah aku akan mempersiapkan diriku sebaik mungkin...." Ucap Michael.
" Kita lihat seberapa besar mereka mampu berkorban dan siapa yang berdiri di sebagai pemenang saat drama ini selesai...." Ucap Brianna.
" Kau tahu Brianna saat serius seperti ini kau terlihat sangat cantik...." Ucap Michael tanpa sadar.
" Ohh ayolah Michael yang benar saja...." Ucap Brianna kaget karena tiba-tiba Michael berkata demikian.
" Ah... Maaf aku hanya mengatakan apa yang terlintas di benakku itu saja ...." Ucap Michael.
Tiba-tiba Brianna berdiri dan mendekat ke arah Michael. Saat tiba persis di hadapan pria yang sedang duduk itu.
Brianna menunduk dan mendekatkan wajahnya. Ia tersenyum kemudian berbisik.
" Kalau itu pujian terima kasih ..." Ucap Brianna lirih namun anehnya mampu membuat Michael terdiam.
Briana bangkit dan segera berjalan ke kamarnya.
Kata-kata juga senyum dan pandangan menggoda Brianna.
* Aaarrgghhh aku bisa gila * batin Michael.
Michael masih sibuk dengan pikirannya.
" Wah sepertinya gadis manis ku sudah mulai berani menggoda rupanya ..." Ucap Michael dengan senyum di wajahnya.
Brianna yang tiba di kamar juga tersenyum ia benar-benar merasa aneh.
" Dari mana aku dapat keberanian untuk menggodanya untung saja aku segera melarikan diri ...." Ucap Brianna.
Brianna duduk di dekat jendela dan mulai membaca buku-buku yang ada di kamarnya itu.
Setelah cukup lama membaca ia tiba-tiba merasa ada sesuatu terjadi di segel pembatas yang ia buat.
" Wahh sepertinya mereka benar-benar gigih ...." Ucap Brianna.
Gadis cantik itu kini hanya menatap ke arah luar dan tersenyum simpul.
* Tenang saja aku akan menghancurkan segala rencana yang kalian buat menjadi serpihan debu dan ku pastikan kalian juga turut serta * batin Brianna.
Sorot mata yang tajam dan penuh amarah namun selain itu ia terlihat sangat tenang.
Michael masih di ruang tamu ia menyusun sebuah peta dengan pion-pion sebagai tanda.
" Jadi kalian berusaha memisahkan aku dengan takdirku, kita lihat takdir siapa yang berakhir nanti..." Ucap Michael lirih namun sarat akan kebencian .
Michael juga merasakan ada aura-aura yang mulai mendekat ke segel itu dan mungkin sedang berusaha menghancurkannya.
" Ha ha ha... Hancurkan lah aku menunggu kalian di sini...." Ucap Michael sambil tersenyum.
Senyum yang sangat sulit diartikan .
__ADS_1
...****************...
...----------------...