
Kota Louisville selalu menanti saat ini. sebagian besar bangsawan menggunakan festival tahunan ini untuk memperkenalkan putri mereka.
Tentu itu membuat aula besar ini penuh dengan penonton dan keluarga peserta. Brianna diam mengawasi keadaan, kini ia berada di bagian atas aula sehingga sudut pandangnya bisa melihat ke seluruh penonton.
Dengan pandangan dan fokus yang luar biasa Brianna mampu menangkap pergerakan sekecil apapun.
Beberapa saat mengawasi tidak ada yang aneh sampai pembawa acara memulai kontes pertama pada kompetisi wanita.
Brianna sudah mendaftarkan diri sebagai peserta setelah ia bicara dengan Gloria. Kini Jesslyn mengawasi di bagian bawah.
" Akhirnya ini di mulai, tunjukkan keahlian mu padaku nona Gloria..." Ucap Brianna lirih.
Matanya kini memandang seorang gadis yang terlihat tersenyum lembut dan penuh kesopanan namun dibalik penambilannya ada sifat yang sangat kejam.
* Hei Brianna kau melihatnya...* Tanya Jess melalui telepati.
* Melihat apa Jess ...* Tanya Brianna.
* Tentu saja senyum yang semanis gula-gula beracun itu...*
* Yahh ku rasa aku melihatnya walaupun tidak ingin *
* Kau tahu aku ingin sekali berlari ke sana dan menendangnya * ucap Jess lagi pada Brianna melalui telepati.
* Tendangan tidak cukup untuk menghukum orang gila sepertinya Jess "
* Yah kau benar dia harus mendapat balasan yang lebih dari itu *
* Ya dan dia akan mendapatkannya sebentar lagi*
Setelah mengatakan itu lewat telepati Brianna tersenyum dingin di balik tudung jubahnya.
Jesslyn hanya melihat dari kejauhan dan ia tahu jelas sahabatnya itu tidak kasar tapi ia juga tidak lembut.
* Semoga kau baik-baik saja nona * batin Jesslyn setelah menatap aura yang di keluarkan Brianna tidak main-main.
" Baiklah selamat datang di kompetisi wanita, seperti yang kita tahu kompetisi ini akan berisi tiga kontes yang pertama memanah, kedua melukis dan ketiga menari. Saya yakin anda semua tidak sabar memulai kompetisi ini jadi kita akan mulai sekarang..." Ucap salah satu dari dua pembawa acara yang bernama Jhon.
Tepuk tangan dan sorakan penonton menggema di aula besar itu.
" Mari kita sambut seluruh peserta silahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan..." Ucap salah satu yang lain yaitu Herry.
Brianna turun secepat kilat dan kini ia sudah berada di antara peserta yang lain. Setelah semua peserta berkumpul dan duduk dengan tenang pembawa acara kembali bicara.
" Baiklah sebelum kita mulai saya akan memberitahukan peraturan kompetisi ini peserta yang memenangkan setiap kontes akan di nyatakan sebagai juara dan untuk peraturan kontes pertama adalah peserta harus memanah sasaran yang memperoleh poin terbanyak akan menjadi pemenang" ucap Jhon.
Karena jumblah peserta cukup banyak maka dari itu di bagi menjadi beberapa sesi. Entah karena kebetulan atau memang sudah di atur Brianna ada di kelompok yang sama dengan Gloria.
Brianna yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis.
* Sepertinya akan menarik bahkan rencananya sampai sejauh ini * batin Brianna.
Gloria berjalan mendekati Brianna dengar tetap memasang senyum palsu di wajahnya.
Brianna mengetahuinya namun memilih diam karena ingin mengikuti permainan nona bangsawan itu.
" Sepertinya kita memang punya ikatan nona Brianna lihatlah kita bahkan ada dalam kelompok yang sama..." Ucap Gloria.
" Ya, sepertinya anda benar nona Lynn aku sungguh terkejut bisa satu kelompok denganmu tapi aku senang " ucap Brianna
__ADS_1
" Apa anda akan terus menggunakan jubah " tanya Gloria.
" Sebenarnya saya lebih nyaman seperti ini tapi itu tidak sopan bukan jadi saya akan membukanya nanti saat kontes memanah di mulai..." Balas Brianna .
" Ahhh begitu rupanya saya akan menantikannya ..."
" Apakah wajah buruk saya membuat anda penasaran nona Gloria..."
" Bagaimana anda bisa berkata seperti itu nona Brianna semua orang mengatakan sebaliknya apa kau sengaja merendah..."
" Tentu tidak tapi itu kenyataan nya nona Gloria apa anda percaya rumor begitu saja..."
" Sebenarnya saya pernah melihat anda dari kejauhan dari jarak seperti itu aura anda masih terlihat menawan ..." Ucap Gloria dengan mulut tersenyum manis namun dengan tangan terkepal.
Brianna yang melihatnya hanya menghembuskan nafas kasar. Ia tidak percaya bagaimana bisa gadis di depannya itu bersikap semanis itu padahal hanya untuk membunuh musuhnya.
* Sungguh kemampuan sandiwaranya harus di acungi jempol * batin Brianna.
" Anda terlalu memuji, nona Gloria..." Ucap Brianna.
" Aku ingin menghiburmu aku kemari untuk mengatakan sesuatu, kalah dari kompetisi ini bukan hal besar ..."
" Boleh saya tahu alasan nona mengatakannya..."
" Begini beberapa nona kalah dari saya dan mereka tidak terima lalu menjadi gila dan bahkan mengakhiri hidupnya saya sungguh tidak mengerti kenapa mereka melakukannya..." Ucap Gloria dengan wajah sedih palsunya.
Brianna terdiam tangannya mengepal kuat. Bisa-bisanya gadis di sebelahnya itu melimpahkan kesalahan pada semua nona itu, padahal dia lah yang membuat mereka mengalaminya.
" Apa anda mendengar apa yang saya katakan nona Brianna..."
Brianna sadar dari lamunannya.
" Maksud anda saya melakukan itu pada mereka..." Ucap Gloria sedikit panik.
" Saya hanya mengatakan mungkin ada yang melakukannya kenapa nona langsung beranggapan seperti itu..." Tanya Brianna.
" Ahh tidak saya hanya terkejut saja, kalau begitu saya permisi..." Ucap Gloria.
Gloria pun bergegas menjauhi Brianna dan kembali ke tempat duduknya. Brianna yang melihat hal itu hanya tersenyum.
" Kau ingin mengancam ku dengan hasil karyamu yang keji itu, maaf Gloria kau tidak layak sesombong itu dihadapan ku..." Ucap Brianna lirih dengan pandangan tajam di balik tudungnya.
Kontes pertama pun di mulai setiap kelompok beradu dan hanya tersisa satu orang yang terbaik. Dari tujuh kelompok yang ada dan ke enam kelompok sudah mendapatkan satu orang terbaik mereka.
Sekarang hanya tersisa satu kelompok yaitu kelompok Brianna dan Gloria. Mereka pun maju menuju arena saat hendak memanah Brianna melepaskan jubahnya.
Seketika semua mata tertuju padanya seorang gadis dengan rambut dan mata yang sangat langka dan indah.
Gloria seperti tak percaya berapa kali dia melihat Brianna ia merasa semakin terancam.
Dalam satu kelompok terdapat sepuluh nona dan tidak butuh waktu lama Gloria dan Brianna unggul.
Kini di arena itu seperti hanya mereka yang bersaing karena poin mereka jauh di atas rata-rata.
Gloria mulai lelah namun tetap memaksakan diri dan Brianna melihat hal itu .
* Tidak kau tidak boleh kalah di sini kau harus kalah saat kau sedikit lagi berada di puncak karena semakin tinggi saat jatuh akan semakin terasa sakit * batin Brianna.
Brianna hanya berusaha mengimbangi Gloria walaupun ia bisa mengalahkannya dengan cepat.
__ADS_1
Mereka pun berhenti bersamaan dan hasilnya seimbang jadi di kelompok terakhir ada dua nona yang lulus kontes pertama.
" Wahh kemampuan anda sangat baik nona Lynn ..." Ucap Brianna dengan senyum manisnya.
" Nona Brianna juga hebat bisa menandingi juara bertahan walau masih ada dua kontes lagi..." Ucap Gloria tersenyum.
" Yah saya sangat menantikan babak selanjutnya sebaiknya anda istirahat sepertinya memanah membuat anda lelah..."
" Tentu terima kasih atas perhatian anda nona Brianna." Gloria tersenyum dan melangkah pergi.
Brianna hanya mengangguk dan tersenyum. Gloria pergi ke ruang istirahat. Begitu sampai ia langsung berteriak histeris dan mulai memporak-porandakan tempat itu.
" Dasar tidak tahu diri...!! Berani sekali dia melakukan ini padaku...!! Aarghhh" ucap Gloria di sela amarahnya.
Setelah beberapa saat.
" Gabriella kau di sana bukan..." Ucap Gloria setelah beberapa saat dan ia mulai kembali tenang.
" Tentu nona Gloria apa anda sudah lebih baik..." Ucap seorang gadis yang sejak tadi diam melihat apa yang di lakukan Gloria.
" Aku hanya akan lebih baik jika kau berhasil membunuhnya Gabriella..."
" Tenang nona rencana kita tetap berjalan nona hanya perlu memancingnya dan saya yang akan membunuhnya ..." Ucap gadis cantik bergaun biru di sebelah Gloria.
" Bagus kali ini kita harus berhasil aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun kau mengerti Gaby..." Ucap Gloria
Gabriella adalah seorang nona bangsawan kecil. Ia di ambil oleh Gloria dan di jadikan tangan kanannya.
Gabriella juga ikut dalam kompetisi dan ia merupakan salah satu peserta yang lulus kontes memanah.
* Cihh benar-benar merepotkan * ucap sosok Yang sedari tadi mendengarkan apa yang di ucapkan oleh kedua gadis itu.
Brianna dan Jesslyn kini berada di ruang istirahat yang di siapkan penyelenggara.
" Bagaimana kemampuannya Brianna ..." Tanya Jesslyn.
" Dia cukup lumayan untuk ukuran nona bangsawan manja..."
" Aku heran kalau dia punya kemampuan kenapa masih menggunakan cara kotor seperti itu..."
" Dia tidak ingin mengalahkan nona-nona itu Jess tapi menyingkirkan mereka menggunakan kontes ini..." Ucap Brianna.
" Wahhh benar-benar luar biasa..."
" Yang lebih luar biasa lagi dia ingin menyiksa Brianna dengan rencana konyolnya..."
Ucap Michael yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu.
" Apa sebelumnya kau tinggal di dalam gua..." Ucap Jess .
" Apa kau pikir aku ini beruang..." Timpal Michael.
" Mungkin, karena kalian sama-sama tidak tau cara mengetuk pintu..." Ucap Jess ketus.
Michael hanya mendengus kesal, sedangkan Brianna tertawa melihat tingkah dua orang itu yang seperti minyak dan air.
...****************...
...----------------...
__ADS_1